DKPP Sumsel: Target Tahun ini 75 Peternakan Ayam Petelur Tersertifikasi

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera (Sumsel) Selatan menargetkan sebanyak 75 peternakan ayam petelur tersertifikasi pada tahun 2025.

Diketahui, Pemerintah terus memperkuat sistem keamanan pangan hewan melalui percepatan sertifikasi usaha peternakan ayam petelur.

“Sertifikasi sangat penting sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus peningkatan mutu produk peternakan,” ujar Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, Jum’at (21/8/2025).

Ruzuan menegaskan jika rapat itu bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi pada usaha ayam petelur dan mengumpulkan informasi dan data, mengevaluasi pelaksanaan proses pembinaan NKV, serta membahas langkah-langkah optimalisasi pendampingan dalam pembinaan peternakan di Provinsi Sumsel.

“Dengan meningkatnya jumlah usaha peternakan yang tersertifikasi, diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta menciptakan ekosistem peternakan yang sehat dan berkelanjutan di Sumsel,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsultan peternakan juga menjadi kunci utama dalam menghadirkan sistem peternakan yang sesuai dengan regulasi dan mampu menjamin keamanan pangan asal hewan.

“Melalui koordinasi yang intensif ini, kita ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan hingga sertifikasi seperti NKV, GFP, serta standar bebas Salmonella dan residu antibiotik berjalan optimal,” tegasnya.

Dari data DKPP, hingga saat ini terdapat sekitar 50 peternakan ayam petelur yang telah dibina. Dari jumlah itu, 14 unit telah memperoleh sertifikasi NKV, sementara 26 lainnya dalam tahap persiapan audit.

Sementara itu, Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Sumsel, drh. Jafrizal menjelaskan bahwa sertifikasi seperti Nomor Kontrol Veteriner (NKV), standar Good Farming Practice (GFP), serta bebas Salmonella dan residu antibiotik, menjadi keharusan dalam menghadapi tuntutan pasar domestik maupun internasional.

Ia menyebut proses sertifikasi serentak bisa dilakukan pada bulan depan, bertepatan dengan peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional.

“Ini adalah langkah strategis agar produk telur dari Sumsel mampu bersaing secara global. Sertifikasi bukan hanya prosedural, tetapi jaminan keamanan pangan,” jelas dia.

Berita Terkait

Unit Reskrim Polsek Plaju Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Nenek 
Parkir Mobil Spion Mobil RH Raib Dicuri
Viral Diduga Hendak Mencuri Motor, Pelaku Ditangkap Warga 
Hyundai STARGAZER Cartenz Kini Mulai Rp249 Jutaan, Performa Efisien dan Fitur Modern untuk Hadapi Jalanan Palembang
APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:27 WIB

Unit Reskrim Polsek Plaju Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Nenek 

Sabtu, 12 September 2026 - 15:23 WIB

Viral Diduga Hendak Mencuri Motor, Pelaku Ditangkap Warga 

Sabtu, 12 September 2026 - 10:38 WIB

Hyundai STARGAZER Cartenz Kini Mulai Rp249 Jutaan, Performa Efisien dan Fitur Modern untuk Hadapi Jalanan Palembang

Jumat, 11 September 2026 - 18:13 WIB

APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Berita Terbaru

Pelaku saat diamankan

Kota Palembang

Unit Reskrim Polsek Plaju Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Nenek 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:27 WIB