DKPP Sumsel Petakan 5 Daerah Sentra Peternakan Demi Sokong Swasembada Daging

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi. Foto: Tia

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi. Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan memetakan lima kabupaten/kota sebagai daerah sentra peternakan utama guna menyokong target swasembada daging nasional pada Selasa (18/8/2026).

 

Kelima wilayah strategis yang dinilai memiliki karakteristik mendukung pengembangan populasi ternak tersebut meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), OKU Timur, Banyuasin, Lubuklinggau, dan Muara Enim.

 

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah sentra ini difokuskan pada program breeding atau pembiakan mandiri, bukan sekadar penggemukan sapi siap potong.

 

Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah seperti Lampung maupun impor, melalui percepatan inseminasi buatan, perkawinan alami, dan teknologi transfer embrio.

 

“Kalau dalam arti penggemukan kita ingin ternak kita berasal dari kita, bukan impor. Bisakah kita menghasilkan itu dengan populasi? Kita belum bisa saat ini, semuanya masih harus didatangkan,” kata Ruzuan Efendi, Selasa (18/8/2026).

 

Selain fokus pada lima sentra sapi, DKPP Sumsel juga mengoptimalkan potensi kerbau rawa di Kabupaten Banyuasin, khususnya di wilayah Pampangan dan Rambutan.

 

Pengembangan ekosistem kerbau rawa ini diarahkan untuk meningkatkan diversifikasi produk melalui peningkatkan produksi susu ternak secara bertahap.

 

Ruzuan menargetkan produksi susu kerbau rawa yang saat ini berkisar satu liter per ekor per hari dapat ditingkatkan mencapai 5 hingga 15 liter melalui perbaikan bibit dan pola pemeliharaan.

 

“Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu untuk lima tahun ke depan, dengan penambahan populasi dalam arti breeding, bukan penggemukan. Indonesia bisa, Sumsel bisa,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Dugaan Penganiayaan di Tempat Rehabilitasi, Keluarga Yul Rizal Lapor Polda Sumsel
Api Mengancam, Polisi dan Perusahaan Bahu-Membahu Jinakkan Karhutla di OKI
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Sulap Limbah Serbuk Bambu Menjadi Peluang Usaha melalui Budidaya Jamur Tiram
Penyidikan Korupsi Lampu Jalan Dishub Palembang, Tiga Pekerja Lapangan Diperiksa
Tanya Siapa Perempuan yang Minta Dibelikan Nasi, IRT Malah Dianiaya Suami
Tiga Pihak Swasta Diperiksa Kejari Palembang dalam Kasus Dugaan Korupsi Lampu Jalan
BPKP Sumsel Lakukan Evaluasi Perencanaan Dan Penganggaran Di Pemko Palembang
Viral Konvoi Pelajar Pamer Senpira, Satu Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Dugaan Penganiayaan di Tempat Rehabilitasi, Keluarga Yul Rizal Lapor Polda Sumsel

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Api Mengancam, Polisi dan Perusahaan Bahu-Membahu Jinakkan Karhutla di OKI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Sulap Limbah Serbuk Bambu Menjadi Peluang Usaha melalui Budidaya Jamur Tiram

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Penyidikan Korupsi Lampu Jalan Dishub Palembang, Tiga Pekerja Lapangan Diperiksa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Tanya Siapa Perempuan yang Minta Dibelikan Nasi, IRT Malah Dianiaya Suami

Berita Terbaru