SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Suasana haru dan bangga menyelimuti lingkungan pendidikan Kota Palembang setelah berhasil menghimpun 10,8 ton bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dari sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP. Bantuan tersebut telah diberangkatkan menuju Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk membantu warga yang tengah berjuang bangkit pascabencana alam di tiga provinsi tersebut.
Bantuan yang dikumpulkan meliputi beras, tepung terigu, minyak goreng, gula, mi instan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Seluruh paket bantuan itu dikumpulkan melalui gerakan solidaritas di sekolah-sekolah. Pada malam sebelumnya, seluruh bantuan resmi dinaikkan ke pesawat Hercules milik TNI AU, menandai kesiapsiagaan Palembang dalam merespons situasi kemanusiaan di daerah lain.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang, H.M. Heru Hermawan, S.STP., SH., M.Si., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kolaborasi sekolah, guru, siswa, dan orang tua dalam penggalangan bantuan tersebut. Ia menilai keberhasilan menghimpun 10,8 ton sembako dalam waktu singkat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di lingkungan pendidikan.
“Alhamdulillah, tadi malam seluruh bantuan sebanyak 10,8 ton sudah diberangkatkan dengan pesawat Hercules. Bantuan ini ditujukan bagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana,” ujar Heru.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya aksi mengumpulkan barang, tetapi sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Ini bukan sekadar donasi. Para siswa belajar empati, berbagi, dan memahami bahwa ketika musibah datang, kita harus saling menguatkan. Nilai-nilai seperti ini tidak selalu ditemukan di buku pelajaran,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan tiba di tangan yang tepat, pendistribusian dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Kota Palembang, TNI AU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan kemanusiaan di tiga provinsi tujuan. Setibanya di lokasi, bantuan akan disalurkan melalui pos-pos pengungsian dan titik distribusi resmi.
Heru juga menyampaikan bahwa antusiasme sekolah dalam gerakan solidaritas ini sangat tinggi. Banyak sekolah yang secara mandiri menggerakkan siswanya untuk ikut membantu, bahkan menjadikannya bagian dari edukasi moral di kelas.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Palembang akan terus membuka ruang partisipasi bagi sekolah-sekolah yang ingin berkontribusi pada aksi kemanusiaan selanjutnya.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan nilai kemanusiaan. Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak, dan semoga semangat gotong royong ini terus terjaga,” pungkasnya.

















