PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Dinas Perdagangan Kota Palembang menjadwalkan pelaksanaan pasar murah secara berturut-turut di lima kecamatan mulai minggu depan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.
Ia mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan antisipasi terhadap kenaikan harga komoditas hortikultura serta adanya hambatan distribusi dari produsen ke pasar tradisional.
“Dan itu kita antisipasi. Nantinya di minggu ke depan, kita di Dinas Perdagangan akan melaksanakan pasar murah menyambut Hari Raya Iduladha. Yang akan diselenggarakan per hari berturut-turut di 4 kecamatan. Di sana kita akan menjual beras SPHP dan juga Minyakita, bekerja sama dengan para pemasok,” ujar Elsa Noviani di Palembang.
Elsa menjelaskan bahwa pasar murah ini akan dipusatkan di lima wilayah, yakni Kecamatan Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Ilir Timur I.
Selain dilaksanakan pada bulan Mei, program pengendalian harga ini juga akan kembali digelar selama lima hari berturut-turut pada bulan Juni mendatang dengan fokus utama pada penjualan beras SPHP dan Minyakita.
“Pasar murah kita laksanakan di Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Ilir Timur I. Itu untuk di bulan ini, untuk bulan Mei. Nanti bulan Juni, untuk pengendalian harga di Kota Palembang, kita adakan lagi 5 hari berturut-turut. Kita akan melaksanakan pasar murah, itu ikonnya pasti ada SPHP dan Minyakita di sana,” jelasnya.
Terkait kondisi harga di lapangan, Elsa mengakui adanya tren kenaikan pada komoditas seperti cabai dan bawang akibat faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi tanaman hortikultura.
Meski demikian, ia memastikan bahwa secara keseluruhan tidak terjadi kelangkaan barang di Kota Palembang dan pasokan tetap terjaga meski terdapat pengurangan di tingkat distributor.
“Kalau komoditas langka itu alhamdulillah tidak ada, sudah stabil semua. Tapi memang agak naik, antara lain cabai, bawang, itu memang mengalami kenaikan. Karena memang kalau tanaman hortikultura seperti itu pasti mengalami kenaikan apabila ada hujan ataupun cuaca yang ekstrem. Itu pasti akan mengalami dampak dari tanaman itu, harganya pasti naik,” pungkasnya.
Penulis : Tia
Editor : Jaks

















