Gubernur Sumsel Instruksikan Camat Kawal Petugas Sensus Ekonomi 2026

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat diwawancarai usai rapat koordinasi bersama pimpinan wilayah se-Sumsel pada Selasa (12/5/2026). Foto: Tia

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat diwawancarai usai rapat koordinasi bersama pimpinan wilayah se-Sumsel pada Selasa (12/5/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk memonitor dan memfasilitasi pergerakan 7.800 lebih petugas lapangan guna menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang akan mendatangi lebih dari 2,8 juta rumah tangga.

 

Deru menekankan jika pengawalan dari pihak kecamatan sangat krusial demi menjamin akurasi data komprehensif yang akan menjadi fondasi kebijakan pemerintah di semua tingkatan.

 

“Dan ini butuh kesiapan dari mitra, mitra DPS, tapi yang di lapangan ada wilayah, apa itu, di kecamatan. Makanya dalam rapat camat ini kita tekankan betul-betul bahwa kita harus memiliki kesiapan untuk menghadapi sensus 2026,” ujar Deru saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).

 

Deru menjelaskan sensus yang mencakup 41 item pendataan ini memiliki perbedaan mendasar dengan survei karena tidak mengenal margin error, sehingga peran camat sebagai pimpinan wilayah sangat diperlukan untuk memastikan setiap unit usaha dan rumah tangga terdata dengan valid.

 

Akurasi data tersebut nantinya akan digunakan oleh Bupati, Gubernur, hingga Presiden untuk menentukan arah kebijakan ekonomi dan sosial yang tepat sasaran.

 

“Tadi ada 7.800 lebih petugas kita yang akan ke lapangan, tersebar di kabupaten/kota di seluruh Sumatera Selatan. Maka camat berkewajiban nanti dengan tugasnya sebagai pimpinan wilayah untuk terus memonitor dan memfasilitasi pertemuan,” tuturnya.

 

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Moh. Edy Mahmud menambahkan jika dukungan dari perangkat kewilayahan seperti camat sangat memudahkan timnya dalam melakukan pendataan yang dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026.

 

Pendataan secara door to door ke rumah warga, bangunan usaha, hingga pedagang kaki lima sendiri akan mulai diintensifkan pada pertengahan Juni mendatang.

 

“Makanya tadi juga mengundang camat juga kan, camat seluruh se-Sumatera Selatan, sebagai bagian cara kami untuk lebih memudahkan nanti ketika kegiatan di lapangan selama empat bulan. Nanti di bulan Juni yang door to door ke lapangan itu mulai tanggal 15. Jadi petugas akan keliling lagi ke rumah-rumah, ke bangunan-bangunan usaha, kaki lima, yang didatangi,” imbuhnya.

 

Guna menjaga kualitas data dari potensi manipulasi, BPS Sumatera Selatan juga telah menyiapkan strategi rekrutmen petugas yang selektif serta melakukan pendekatan persuasif kepada asosiasi pengusaha besar.

 

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan BPS ini, diharapkan potret ekonomi Sumatera Selatan, mulai dari skala UMKM hingga industri besar, dapat tergambar secara nyata dan akurat.

 

“Kita juga sering melakukan diskusi, ngobrol bareng sama para pengusaha supaya kita juga dapat gambaran persis. Kita berkomunikasi, ngobrol, diskusi. Itu juga jadi bahan bagi kita untuk bisa melihat data yang diberikan oleh mereka itu sebetulnya valid atau tidak,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang
Live Facebook Promosikan Judol, Dua Streamer Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
BM BSI Akui Skema Pencairan KUR Tambak Tak Sesuai SOP, Kerugian Disebut Capai Rp9,5 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:10 WIB

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:21 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB

Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB