Dinkes Sumsel Imbau Penyajian MBG untuk Siswa Maksimal 4 Jam Setelah Dimasak

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Foto: Tia

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengimbau agar penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah memperhatikan jeda waktu antara makanan dimasak dan dikonsumsi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan menyampaikan jika batas waktu maksimal yang disarankan adalah 4 jam untuk menjaga kualitas makanan tetap layak konsumsi.

“Kami menekankan agar makanan yang telah dimasak dan disiapkan untuk siswa tidak dikonsumsi melebihi 4 jam. Lewat dari itu, makanan bisa mengalami penurunan kualitas yang berisiko bagi kesehatan,” ujar Dedy saat dikonfirmasi, Kamis (4/9/2025).

Imbauan tersebut disampaikan pasca adanya kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Menurutnya, hasil pemantauan lapangan menunjukkan bahwa pada sejumlah kejadian di Sumsel, makanan yang diberikan kepada siswa sudah dalam kondisi basi saat dikonsumsi.

Hal tersebut diduga akibat penyimpanan terlalu lama pada suhu ruang tanpa pendingin yang memadai.

Oleh sebab itu, Dinkes Sumsel meminta pihak penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih disiplin dalam pengaturan waktu distribusi dan konsumsi makanan, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Sudah tiga kasus serupa terjadi, dan semuanya menunjukkan pola yang sama yaitu makanan disajikan terlambat dan telah basi. Ini tentu sangat membahayakan. Padahal waktu maksimal makanan di suhu ruangan adalah 4 jam,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG OKI Lubis mengatakan keterlambatan konsumsi tersebut terjadi karena adanya jeda waktu penyimpanan yang terlalu lama.

“Makanan itu diperuntukkan bagi siswa yang masuk pukul 11.00 WIB. Tapi, makanan baru dikonsumsi pada sore hari. Ada jeda waktu penyimpanan yang terlalu lama,” katanya.

Hal tersebut yang diduga kuat menyebabkan gangguan pencernaan seperti pusing, mual, muntah, dan sakit perut pada puluhan siswa.

“Hal ini memicu penurunan kualitas makanan dan diduga menyebabkan gejala gangguan pencernaan pada sejumlah siswa,” ucap dia.

Berita Terkait

Asap Karhutla dari OKI dan Muba Selimuti Palembang hingga Jambi, Pusat Beri Bantuan Tambahan
BPBD Gencarkan Modifikasi Cuaca Malam Hari
Tujuh Tersangka Karhutla Nonkorporasi Diproses di Sumsel, Satu Perkara Segera Disidangk
Pengabdian Masyarakat Lemdiklat Polri Ke Pemkot Penguat Keamanan sistem CCTV 
Polda Sumsel Salurkan Bantuan Rp1,066 Miliar untuk Korban Bencana di NTT
Kejari Palembang Periksa Admin PT Amanda Tiga Mandiri dan Anggota DPRD Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan
Diduga Sebarkan Rekaman Pribadi Tanpa Izin, Staf TU SMA Negeri Dilaporkan ke Polisi
Nasabah Bongkar Tabungan Raib di Sidang Korupsi BTN e-Batara Pos, Rp125 Juta Tinggal Rp200 Ribu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Asap Karhutla dari OKI dan Muba Selimuti Palembang hingga Jambi, Pusat Beri Bantuan Tambahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:44 WIB

BPBD Gencarkan Modifikasi Cuaca Malam Hari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Tujuh Tersangka Karhutla Nonkorporasi Diproses di Sumsel, Satu Perkara Segera Disidangk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Pengabdian Masyarakat Lemdiklat Polri Ke Pemkot Penguat Keamanan sistem CCTV 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Polda Sumsel Salurkan Bantuan Rp1,066 Miliar untuk Korban Bencana di NTT

Berita Terbaru

Sumsel

Merangkai Diksi, Menerapkan Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:46 WIB

Sumsel

Menjadi Generasi Berjiwa Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:43 WIB

Sumsel

Dari Hal-Hal Kecil, Saya Belajar tentang Pancasila

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:39 WIB

Sumsel

Menghidupkan Jiwa Pancasila dalam Diri

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:36 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Saya

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:32 WIB