Dinkes Sumsel: 4.130 Warga Terjangkit DBD Sepanjang 2025

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Bak mandi yang dapat menjadi sarang nyamuk. Foto: Tia

Ilustrasi - Bak mandi yang dapat menjadi sarang nyamuk. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) melaporkan total temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di 17 kabupaten dan kota mencapai 4.130 kejadian sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data akumulasi tahunan, angka kematian atau Case Fatality Rate akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti di wilayah tersebut berada pada level 0,54 persen.

Kota Palembang menjadi wilayah dengan beban kasus tertinggi yang mencapai 934 pasien, disusul Kabupaten Muara Enim dengan 526 kasus dan OKU Timur sebanyak 406 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa meski Palembang mencatatkan jumlah kasus terbanyak, tingkat fatalitas tertinggi justru berada di daerah lain.

“Total kasus di Sumsel sepanjang 2025 mencapai 4.130 kasus, namun jika dilihat dari persentase kematian, Muratara mencatat angka tertinggi sebesar 2,86 persen,” ujar Ira, Selasa (13/1/2026).

Selain Musi Rawas Utara (Muratara), angka kematian yang cukup menonjol juga ditemukan di Kabupaten OKU Selatan sebesar 1,72 persen dan Kabupaten PALI mencapai 1,32 persen.

Ia menjelaskan bahwa fluktuasi jumlah pasien sangat dipengaruhi oleh siklus cuaca, di mana puncak penularan terjadi pada Januari dengan temuan 640 kasus saat curah hujan tinggi.

Kondisi tersebut sempat melandai di pertengahan tahun sebelum kembali menunjukkan tren peningkatan pada bulan November dengan total 413 kasus.

“Tren kasus memang cenderung meningkat saat memasuki musim penghujan, sehingga kami menekankan pentingnya kewaspadaan dini di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi,” katanya.

Meski demikian, terdapat beberapa wilayah yang berhasil mempertahankan angka kematian nol atau tanpa korban jiwa, di antaranya Kabupaten OKU, OKI, dan Musi Banyuasin.

Dinkes Sumsel meminta masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pengasapan atau fogging, melainkan lebih disiplin dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Pola hidup bersih dan sehat dinilai sebagai langkah preventif paling kuat untuk menekan angka fatalitas hingga mencapai target nol persen pada tahun-tahun mendatang.

“Target kita adalah menekan angka kematian hingga nol, dan kami berharap masyarakat tetap konsisten menerapkan langkah preventif sebagai cara paling efektif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan
Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib
Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati
Jangan Asal Salahkan Gubernur, DPRD Sumsel Ungkap Fakta Kewenangan Jalan Rusak di Sumsel
86 Solution Ikut Sukseskan Konser Spektakuler Slank di Palembang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:53 WIB

Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:30 WIB

Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:08 WIB

Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB