Dinas Pertanian Sumsel Usulkan Alokasi Pupuk NPK 279 Ribu Ton pada 2026

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025). Foto: Tia

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai langsung di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengusulkan peningkatan alokasi pupuk subsidi jenis NPK dari 203 ribu ton menjadi 279 ribu ton pada tahun 2026 untuk mendukung peningkatan produksi dan luas tanam pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan usulan tersebut disampaikan menyesuaikan kebutuhan petani di lapangan serta target produksi yang dibebankan pemerintah pusat kepada Sumatera Selatan.

“Jika melihat alokasi di Sumsel secara umum, setelah adanya tambahan 21 persen untuk Urea alokasinya menjadi 165.000 ton, sedangkan untuk NPK setelah tambahan 30 persen menjadi 203.000 ton. Namun untuk NPK, dari alokasi 203.000 ton kita usulkan meningkat menjadi 279.000 ton pada tahun 2026,” ujar Bambang, Selasa (30/12/2025).

Ia menyebut penambahan alokasi pupuk NPK dinilai penting karena kebutuhan petani terhadap pupuk tersebut terus meningkat, terutama untuk mendukung program peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan pertanian.

“Kenaikan ini sekitar 70 ribu ton lebih. Kami berharap usulan tersebut dapat diakomodasi oleh Kementerian Pertanian karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan tanam petani,” ungkapnya.

Ia mengatakan jika Sumsel merupakan salah satu provinsi yang diharapkan mampu menopang produksi pangan nasional, sehingga dukungan sarana produksi, khususnya pupuk subsidi, menjadi faktor strategis.

“Dengan ketersediaan pupuk yang memadai sejak awal tahun, petani bisa merencanakan pola tanam dengan lebih baik dan hasil produksi diharapkan meningkat pada 2026,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan alokasi pupuk juga sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian melalui peningkatan luas panen dan pemanfaatan potensi lahan yang ada di Sumatera Selatan.

“Semoga usulan ini bisa diakomodir oleh Menteri Pertania,” ucap dia.

Berita Terkait

Lakukan Curas MM Ditangkap Anggota Reskrim Polsek SU II, Palembang
Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi
Polda Sumsel Dalami Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura, Polisi Tegaskan Penanganan Objektif dan Transparan
Sidang Kasus Penipuan, Terdakwa Akui Rp700 Juta Dana Kredit Dipakai untuk Modal Nyaleg
Muka Air Rawa Menurun, Sumsel Genjot Produksi Padi Targetkan 4 Juta Ton GKG pada 2026
Hakim Tegaskan Saksi yang Pernah Ikuti Sidang Harus Diberitahukan, Tergugat Keberatan atas Kesaksian Dwi Handayani
Ciptakan Kepedulian, Hadirkan Harapan, Astra Motor Sumsel Gelar Donor Darah HUT ke-56
Kejari Palembang Periksa 51 Saksi, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Terus Didalami

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:01 WIB

Lakukan Curas MM Ditangkap Anggota Reskrim Polsek SU II, Palembang

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:58 WIB

Polda Sumsel Dalami Dugaan Pelecehan Pasien ICU RSUD Martapura, Polisi Tegaskan Penanganan Objektif dan Transparan

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:57 WIB

Sidang Kasus Penipuan, Terdakwa Akui Rp700 Juta Dana Kredit Dipakai untuk Modal Nyaleg

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:48 WIB

Hakim Tegaskan Saksi yang Pernah Ikuti Sidang Harus Diberitahukan, Tergugat Keberatan atas Kesaksian Dwi Handayani

Berita Terbaru

Kota Palembang

Lakukan Curas MM Ditangkap Anggota Reskrim Polsek SU II, Palembang

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:01 WIB

Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi

Kota Palembang

Dianiaya Suami Sirih IRT Lapor Polisi

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB