PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Diduga berawal dari salah paham di jalan raya, Muhammad Damsir (35), warga Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju, Palembang, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan lima orang tak dikenal. Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Palembang.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, Simpang Kades, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 21.40 WIB.
Akibat pengeroyokan tersebut, Damsir mengalami luka lecet dan memar di hidung hingga mengeluarkan darah, memar di leher, luka pada bibir, telinga kiri, pipi, mata kanan, kepala, pergelangan tangan kanan, tangan kanan, serta dada.
Merasa menjadi korban tindak kekerasan, Damsir mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Jumat (24/7/2026) pagi untuk membuat laporan polisi.
Kepada petugas, Damsir menceritakan insiden itu bermula saat dirinya pulang bekerja dengan mengendarai sepeda motor. Ketika melintas di lokasi kejadian, sebuah mobil mengambil jalur terlalu ke kanan hingga nyaris menyerempetnya.
“Saya spontan berteriak ke arah mobil, ‘Woy’. Namun, pengendara motor yang berada di samping saya mengira teriakan itu ditujukan kepadanya. Dia langsung marah, turun dari motor, lalu memukuli saya berkali-kali sampai saya terjatuh,” ujar Damsir.
Menurutnya, perkelahian sempat dilerai warga yang melintas. Namun, saat pelaku hendak pergi, Damsir mengambil kunci sepeda motor pelaku dengan maksud agar persoalan diselesaikan saat itu juga.
“Saya hanya ingin dia bertanggung jawab dulu. Tetapi dia malah kembali memukuli saya lalu pergi,” katanya.
Tak lama berselang, pelaku kembali ke lokasi bersama beberapa rekannya untuk meminta kunci motor. Saat korban meminta agar pelaku yang lebih dulu memukulnya menyelesaikan persoalan, rombongan tersebut diduga langsung mengeroyoknya.
“Mereka memukuli saya bersama-sama. Setelah saya menyerahkan kunci motor pun, mereka masih memukul saya,” ungkapnya.
Korban mengaku akhirnya meminta pertolongan kepada anggota POM TNI AU yang berada di sekitar lokasi. Anggota tersebut kemudian melerai aksi pengeroyokan itu.
Sementara itu, petugas SPKT Polrestabes Palembang telah menerima laporan korban terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan.
“Iya benar, laporan korban sudah kami terima. Selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Tamia Rahmadhany.
Penulis : Kiki
Editor : Jaks

















