Diduga Diculik dan Dianiaya, Sopir PT Sinar Buana Megah Perkasa Laporkan Oknum Polisi ke Propam

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — M Fridian (28), sopir PT Sinar Buana Megah Perkasa, melaporkan dugaan penculikan, pengeroyokan, dan pemerasan yang dialaminya ke Polsek Sukarami serta Propam Polda Sumsel. Korban bersama kuasa hukumnya, Ahmad Azhari SH, meminta Kapolda Sumsel turun tangan dan menangani kasus tersebut secara cepat dan profesional.

Peristiwa itu diduga melibatkan seorang oknum anggota Polri berpangkat Bripka berinisial BT. Menurut keterangan korban, kejadian bermula dari perselisihan saat antre pengisian BBM jenis Bio Solar di kawasan Jalan HM Noerdin Panji, Kebun Bunga, Palembang.

Kuasa hukum korban, Ahmad Azhari, menjelaskan bahwa awalnya kliennya sedang mengantre pengisian solar menggunakan kendaraan kantor pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, sebuah mobil engkel yang dikemudikan pria berinisial EF diduga menyerobot antrean hingga memicu cekcok mulut.

“Terjadi perselisihan karena EF menyerobot antrean. Rekan klien kami sempat mendatangi EF, namun kemudian dia pergi. Tidak lama kemudian EF kembali sambil membawa besi, sehingga korban ketakutan dan meninggalkan lokasi tanpa membawa mobil,” ujar Azhari saat diwawancarai wartawan, Jumat (8/5/2026).

Azhari menuturkan, sehari setelah kejadian itu, EF bersama sejumlah orang termasuk oknum polisi diduga mendatangi kantor korban.

“Saat itu sekitar lima orang datang menggunakan dua mobil jenis Rush atau Terios. Klien kami kemudian dibawa secara paksa ke sebuah warung di Jalan HM Noerdin Panji, Kebun Bunga, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB,” katanya.

Sesampainya di lokasi, korban mengaku disandera dan mengalami penganiayaan oleh puluhan orang yang sudah menunggu di tempat tersebut.

“Klien kami dipukuli berkali-kali hingga mengalami luka memar di bagian kepala, belakang kepala, kening, rahang kanan, dan punggung kiri. Tangannya juga sempat diikat,” ungkap Azhari.

Selain itu, korban disebut dipaksa menandatangani surat perdamaian yang berisi kesepakatan pembayaran ganti rugi sebesar Rp10 juta.

“Awalnya mereka meminta Rp30 juta. Karena klien kami hanya menyanggupi Rp10 juta, akhirnya dibuat surat perjanjian damai dengan nominal tersebut. Jadi selain diduga diculik dan dikeroyok, klien kami juga mengalami pemerasan,” jelasnya.

Pihak kuasa hukum berharap laporan yang telah dibuat di SPKT Polsek Sukarami dan Propam Polda Sumsel segera ditindaklanjuti.

“Kami menghormati institusi Polri dan percaya Kapolda Sumsel dapat menangani perkara ini secara objektif dan profesional. Kami hanya meminta keadilan bagi klien kami,” pungkasnya.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Update Perampokan Sadis Terhadap Petani Kopi Di Pagar Alam, Polres Tetapkan Tiga Pelaku DPO
Kejari Palembang Periksa Dua Staf PT Amanda Tiga Mandiri Kasus Penyidikan Kasus Lampu Jalan 
Dipukuli Pakai Helm, Rio Kemudian Dikejar Pelaku Sambil Bawa Pisau
Polda Sumsel Proses 20 Tersangka dari 16 Kasus Karhutla
Empat Pelaku Curanmor Terekam CCTV Saat Gondol Motor Korban
Tetangga Diduga Lakukan Pelecehan dan Percobaan Rudapaksa, RN Diamankan Unit PPA
Satresnarkoba Polres Empat Lawang Amankan Terduga Pengedar Sabu, Barang Bukti 4,32 Gram Disita
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Update Perampokan Sadis Terhadap Petani Kopi Di Pagar Alam, Polres Tetapkan Tiga Pelaku DPO

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Kejari Palembang Periksa Dua Staf PT Amanda Tiga Mandiri Kasus Penyidikan Kasus Lampu Jalan 

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Dipukuli Pakai Helm, Rio Kemudian Dikejar Pelaku Sambil Bawa Pisau

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Polda Sumsel Proses 20 Tersangka dari 16 Kasus Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Empat Pelaku Curanmor Terekam CCTV Saat Gondol Motor Korban

Berita Terbaru

Sumsel

Langkahku untuk Menjadi Generasi Pancasila

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:31 WIB

Sumsel

Ceritaku dalam Lima Sila Pancasila

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:28 WIB