PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID -Sebanyak 15 dokter baru resmi mengucap sumpah dalam prosesi pelantikan Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Gedung KH Faqih Usman Lantai 7, Rabu (4/3/2026). Momen ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda lahirnya tenaga medis baru yang dipersiapkan untuk menjawab tantangan layanan kesehatan yang kian kompleks.
Pelantikan tersebut digelar oleh Universitas Muhammadiyah Palembang dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, fakultas, serta mitra rumah sakit pendidikan. Di antara yang hadir, Rektor Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa sumpah dokter adalah awal tanggung jawab profesional, bukan akhir perjuangan akademik.
“Gelar dokter adalah pintu masuk pengabdian. Setelah hari ini, saudara-saudara harus bergerak lebih cepat, lebih terarah, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa dunia kesehatan berkembang sangat dinamis. Perubahan teknologi medis, sistem pelayanan, hingga kebutuhan masyarakat menuntut dokter muda untuk adaptif dan visioner. Perencanaan karier, lanjutnya, menjadi kunci agar tidak tertinggal baik melalui pendidikan spesialis, riset, maupun penguatan kompetensi di fasilitas layanan kesehatan.
Di sisi lain, pelantikan ini juga menjadi refleksi langkah strategis Fakultas Kedokteran dalam memperkuat mutu institusi. Pimpinan universitas menargetkan capaian akreditasi unggul pada 2027. Target tersebut disebut bukan sekadar simbol administratif, melainkan peta jalan peningkatan kualitas pembelajaran, tata kelola, serta sarana pendidikan berbasis standar nasional.
“Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan infrastruktur akademik terus dilakukan. Laboratorium diperbarui, ruang keterampilan klinik diperluas, dan jejaring rumah sakit pendidikan diperkuat untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman klinis yang memadai sebelum terjun ke masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, apresiasi kepada para orang tua dan wali yang mendampingi proses panjang pendidikan kedokteran. Ia menekankan bahwa keberhasilan hari itu merupakan hasil kerja kolektif mahasiswa, keluarga, dosen, dan institusi.
“Tak hanya berfokus pada kualitas, universitas juga memperluas akses pendidikan melalui skema beasiswa. Dalam tujuh tahun terakhir, program bantuan pendidikan profesi dokter telah diberikan kepada mahasiswa berprestasi. Bahkan sejak 2025, tersedia beasiswa penuh yang mencakup tahap akademik hingga profesi, membuka peluang lebih luas bagi calon dokter dari beragam latar belakang ekonomi,” ujarnya.
Dengan bertambahnya 15 dokter baru,sambung Abid Djazuli, Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menegaskan perannya dalam memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya di Sumatera Selatan. Tantangan pelayanan medis yang terus meningkat menuntut kehadiran dokter yang tak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga berintegritas dan berpihak pada kemanusiaan.
“Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang semakin besar, lahirnya dokter-dokter muda ini menjadi harapan baru bahwa ruang-ruang praktik, puskesmas, dan rumah sakit akan diisi oleh tenaga medis yang siap mengabdi dengan ilmu, empati, dan tanggung jawab profesional,” pungkasnya.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Jaks

















