Category: Pemkot Palembang

  • Palembang Masuk Zona Kuning, PPKM Tetap di Perpanjang

    Palembang Masuk Zona Kuning, PPKM Tetap di Perpanjang

    SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG-Berdasarkan evakuasi 14 Indikaator Badan Nasional Penangulan Bencana (BNPB) Kota Palembang masuk dalam zona Kuning. Hal ini diungkap Pelaksana tugas kepala (Plt) Dinas kesehatan Kota Palembang dr Fauziah,Rabu,(8/9/21)

    “Hal ini berdasarkan hasil 14 Indikaator zona covid mengalami penurunan dari orange (resiko sedang) menjadi kuning,”Kata Fauziah.

    Menurutnya, pertanggal 5 september dari peta reaiko BNPB kita dinyatakan zona kuning. Lalu berdasarkan peta kemenkes dari hasil evaluasi PPKM Palembang sesang di perpanjang sampai 20 september.

    “Berarti berkat kepatuhan masyarakat yang komitmen menetapkan protokol kesehatan dengan baik palembang kembali zona kuning,”jelas dia

    Ia menambahkan, proses pemberian vaksin dosis pertama sudah mencapai 37 persen dan dosis 2 24 persen. Namun prorkes tetap di jalan bukan berarti bebas tidak protkes

    “Yang pasti prokes kita tetap terapakan,”sungkatnya (yudi)

  • Wawako Bersama BBPOM Kembali Turun ke Lapangan Periksa Bahan makanan dan Obat

    Wawako Bersama BBPOM Kembali Turun ke Lapangan Periksa Bahan makanan dan Obat

    SUARAPUBLIK,ID,PALEMBANG– Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) kembali melakukan pengawasan bahan makanan dan produk makanan di Palembang bebas dari zat berbahaya, usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 selama beberapa pekan ini, Selasa (7/9/2021).

    Wakil walikota Palembang Fitrianti Agustinsa turun langsung ke beberapa mall terbesar di Palembang, seperti Palembang Square dan Hypermart, guna memastikan keresahan masyarakat terlepas kembali dibukanya mal selepas PPKM level menurun, oknum nakal tidak berbuat curang menjual produk makanan mengandung bahan berbahaya.

    “Kita ingin memastikan semua produk makanan aman dari zat berbahaya,” tegas Fitri.
    Kesehatan produk makanan terbebas dari zat berbahaya, yang menjadi konsentrasi Wakil Walikota ini, sebelum PPKM Level 4, kerap melakukan sidak mulai dari mal hingga ke pasar tradisional.

    “Sebelum penerapan PPKM kita telah melakukan melaksanakan sidak dalam rangka untuk mengantisipasi jika ada oknum yang berbuat curang menjual produk-produknya khususnya makanan. Makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat yang masih mengandung zat-zat berbahaya,” ungkapnya.

    Hasil sidak, kata Fitri, pihaknha bersama BBPOM tidak menemukan adanya makanan yang kadaluarsa atau mengandung zat berbahaya.

    “Alhamdulilah di dua tempat ini tidak ada lagi temuan makanan serta produk lainnya yang mengandung zat berbahaya,” katanya.

    Meski tidak ada temuan tersebut, tidak membuat Fitri terhenti disitu saja, melainkan akan terus melakukan pengawasan.

    “Dari Pemkot sendiri tidak akan berhenti, kita akan kejar terus oknum yang melakukan tindak kecurangan yang memasukan zat berbahaya di makanan,”jelasnya.

    Ditempat yang sama, Kepala BBPOM Kota Palembang Drs. Martin Suhendri, Apt., M.M. Farm. Menambahkan, jika upaya Pemkot Palembang telah berhasil dalam melakukan tingkat penurunan terhadap zat makanan berbahaya yang beredar di pasar dan swalayan.

    “Alhamdulillah banyak progres yang telah dilakukan oleh ibu Wakil Walikota bersama BBPOM dalam menindak oknum yang tidak bertanggung jawab khususnya penemuan makanan yang mengandung zat berbahaya. Tentu saya sendiri sangat mengapresiasi kinerja Tim tentunya,”tukasnya.(Yudi)

  • Study Banding Bersama Awak Media, Walikota Sawahlunto Puji Kota Palembang

    Study Banding Bersama Awak Media, Walikota Sawahlunto Puji Kota Palembang

    SUARAPUBLIK,ID,PALEMBANG –Dalam kunjungan Walikota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat Deri Asta didampingi para awak media dari berbagai media cetak dan online Sawahlunto ke Kota Empek-empek Palembang, yang disambut oleh Sekrataris Daerah (Sekda) Drs. Ratu Dewa di kediaman Rumah Dinas Walikota Palembang jalan Tasik. Selasa (7/9/2021).

    Kedatangan orang nomor satu di Sawahlunto ini didampingi para  awak media, ingin melihat dan belajar langsung kerja sama yang telah dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang yang telah berjalan dengan baik.

    “Ya, kita dari Pemerintah Sawahlunto sangat perlu sekali infomasi dari masyarakat, dan tentu perlu adanya hubungan baik dengan media,” kata Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta usai menggelar pertemuannya dengan Ratu Dewa.

    Palembang yang terkenal dengan Smart City, kata Deri Asta sangat seleras dengan Kota Sawahlunto, terlebih di lingkungan pemerintahannya belum menerapkan kerjasama media baik secara pemberitaan ataupun kerjasama yang lainnya telah dilimpahkan ke Diskominfo.
    Selama ini kerjasama media dan hubungan media baik hanya dibawah naungan Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Sawahlunto.

    “Mengingat kami belum ada diskominfo di Sawahlunto, dan Kota Palembang sudah ada, ini sangat baik,” ungkapnya.

    Menanggapi Walikota Sawahlunto, Sekda Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa diajak untuk berkunjung ke Sawahlunto bersama Jurnalis dan Diskominfo Kota Palembang.

    “Ada kabar baik, wartawan dan Diskominfo Palembang diundang saling belajar dan sharing di Sawahlunto,” singkatnya.

    Tidak hanya ingin berlajar hubungan media, respon yang sangat baik setiap kegiatan yang bersifat mendongkrak perekonomian warga, Kota Palembang paling cepat dalam memberikan respon.

    “Kota Palembang ini selalu ada dan mengikuti setiap ada pameran ataupun acara lainnya di Sawahlunto, terlebih Palembang memiliki hasil kerajinan yang sama yakni Songket, yang nantinya bisa ditindaklanjuti untuk dikerjasamakan,” ungkapnya.

    Sementara itu Walikota Palembang H.Harnojoyo melalui Sekda Kota Palembang Ratu Dewa menyambut baik, kunjungan tersebut.Bahkan kata Dewa, antara Pemkot Sawahlunto dan Kota Palembang kedepan akan banyak  melakukan kerjasama baik secara pariwisata ataupun sektor ekonomi lainnya.

    “Kita sangat menyambut baik kunjungan ini, kedepan hal yang serupa juga akan dilakukan Pemkot Palembang untuk berkunjung melihat potensi yang ada untuk bisa diterapkan di Palembang,”Ungkap Dewa.(Yudi)

     

  • Pemkot Terima Dua Tawaran Kerjasama Sekaligus, soal Ekonomi dan Pariwisata

    Pemkot Terima Dua Tawaran Kerjasama Sekaligus, soal Ekonomi dan Pariwisata

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Meski dalam kondisi pandemi COVID-19, bantuan CSR masih terus diterima Pemerintah kota Palembang. Hal tersebut diketahui melalui kehadiran PT Bank Mandiri dan PT Propan Raya di Rumah Dinas Walikota, Kamis (2/9/2021).

    Dalam hal ini, PT Bank Mandiri menyampaikan bantuan CSR dalam Pengembangan Usaha Sub Sektor Ekonomi Kreatif Palembang, serta bantuan CSR PT Propan Raya dalam Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Aer dan Bungalow Pulau Kemaro Palembang.

    Bantuan tersebut disambut baik Walikota Palembang, Harnojoyo. Baginya, bantuan ini beriringan dengan apa yang saat ini sedang digalakan Pemerintah kota Palembang, yakni dalam percepatan pembangunan.

    “Tadi PT Bank Mandiri menyampaikan CSR-nya kepada beberapa komunitas, yaitu pengusaha kuliner berupa sarana prasaran. Sedangkan PT Propan Raya juga akan mempercantik kampung air yang ada di wilayah Pulau Kemaro,” kata Harnojoyo.

    “Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terimakasih kepada PT Propan serta Bank Mandiri yang telah peduli kepada pengusaha kuliner dan juga masyarakat di kampung air,” tambahnya. (ANA)

  • Palembang Target Juara di Porprov, Pemkot Support Penuh Pendanaan

    Palembang Target Juara di Porprov, Pemkot Support Penuh Pendanaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah kota (Pemkot) Palembang berupaya agar para atlet yang bertarung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XIII di OKU Raya pada November 2021, dapat mengukir prestasi dengan meraih medali.

    Dukungan tersebut bukan hanya bicara semata, namun Pemkot Palembang telah mengucurkan anggaran untuk para ofisial dan atlet sebanyak 950 dari 37 cabang olahraga (Cabor) yang akan diberangkatkan ke OKU.

    “Pada prinsipnya kita berupaya para atlet bisa semangat dan meraih juara,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo, usai audiensi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palembang, di Rumah Dinas Walikota, Kamis (26/8/2021).

    Di tempat yang sama, Ketua KONI Palembang, Anton Nurdin menyampaikan, pihaknya tengah melakukan training center (TC) untuk para atlet. TC dilaksanakan sebagai persiapan pematangan atlet. Dia optimis atlet dari Palembang bisa meraih banyak medali emas.

    “kita tetep targetkan membawa kota Palembang juara Porprov 2021,” ungkapnya.

    Anton bilang, pihaknya akan memastikan para atlet dan ofisial yang diberangkatkan dalam keadaan sehat. Pihaknya juga segera mempercepat proses vaksinasi sebagian atlet dan ofisial yang belum pernah vaksin.

    “Kesehatan semua atlet kita jamin. Kemudian beberapa atlet yang belum divaksin kita akan lakukan vaksinasi,” jelasnya. (ANA)

  • Bersama OPD, Sekda Bahas Pembangunan Skala Prioritas di Palembang 2022

    Bersama OPD, Sekda Bahas Pembangunan Skala Prioritas di Palembang 2022

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah kota Palembang, dikumpulkan di ruang rapat kantor Bappeda, Senin (23/8/2021), untuk memaparkan terkait usulan kegiatan prioritas tahun anggaran 2022. Hal tersebut sengaja dilakukan guna melihat langsung potensi setiap Kepala OPD.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah ll Palembang, Ratu Dewa yang menghadiri rapat pembahasan paparan usulan kegiatan prioritas OPD Tahun Anggaran 2022, di beberapa bidang, yakni Bidang Infrastruktur Wilayah, Bidang Perekonomian Sumber Daya Alam dan Sosial serta Bidang Perekonomian Sumber Daya Alam dan Sosial.

    “Jadi hari ini kita Rapat penyusunan Program Skala Prioritas untuk OPD Tahun 2022, baik itu sumber dari dana APBN maupun dana APBD. Seluruh kepala OPD yang difasilitasi oleh Bappeda melakukan paparan dan tidak boleh berwakili,” kata Ratu Dewa.

    Dijelaskannya, bahwa penilaian potensi yang dilakukan tersebut dilihat dari penguasaan setiap Kepala OPD, baik tentang visi misi Walikota Palembang ataupun penguasaan terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

    “Sehingga nantinya dapat terlihat potensinya dari masing-masing Kepala OPD, apakah Kepala OPD nya itu menguasai atau tidak, baik itu tentang visi misi Walikota ataupun RTJMD nya,” jelasnya.

    Terkait anggaran, saat ini dirinya masih menunggu hasil dari pembahasan yang dilakukan bersama tim anggaran dari DPRD kota Palembang.

    “Sehingga angka pastinya masih bersifat fluktuatif, masih belum ada angka pastinya. Tetapi untuk pengusulannya sekarang yang pastinya terjadi penurunan dibandingkan tahun 2021,” terangnya. (ANA)

  • Masih Pakai Sarung, Harnojoyo sambangi Warga Terdampak Pandemi

    Masih Pakai Sarung, Harnojoyo sambangi Warga Terdampak Pandemi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Walikota Palembang, Harnojoyo, kembali melakukan safari Subuh berjamaah. Hanya saja, safari Subuh di tengah pandemi, orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, tidak mengajak pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot), seperti sebelum masa pandemi COVID-19 belum melanda.

    “Safari subuh sekarang kan sudah diperbolehkan kegiatan ibadah di Masjid dengan kapasitas 25 persen. Dengan dasar itu, saya sudah melakukan lagi kegiatan safari subuh,” ujar Harnojoyo, usai melaksanakan kegiatan safari subuh di Masjid Nur-Aidy Kecamatan Sako Palembang, Senin (23/8/2021).

    Bahkan, saat usai melaksanakan safari Subuh, masih mengenakan baju koko dan bersarung, Harnojoyo menyambangi setiap warga yang ditemuinya di jalanan, terlebih warga yang terasa langsung dampak dari pandemi COVID-19 saat ini.

    “Berlanjut namun tidak di jadwalkan, alhamdulilah juga bisa ketemu dengan masyarakat dan bisa mendengar keluh kesah mereka. Kalau kemarin kan saat PPKM ataupun PSBB dianjurkan ibadah di rumah,” jelasnya.

    Ia juga menjelaskan, bahwa Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda kota Palembang juga tak lantas membuat program safari subuh untuk berhenti.

    Masih dikatakan Harnojoyo, bahwa program safari subuh yang saat ini kembali dijalankan juga dimanfaatkanya dalam mensosialisasikan tentang pentingnya penerapan Protokol Kesehatan dalam kehidupan.

    “Dan melalui kegiatan safari subuh ini juga kami manfaatkan untuk mensosialisasi  Protokol Kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya. (ANA)

  • Masa Berlaku PPKM di Palembang Segera Berakhir, Diperpanjang atau tidak?

    Masa Berlaku PPKM di Palembang Segera Berakhir, Diperpanjang atau tidak?

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah kota (Pemkot) Palembang belum memastikan bakal memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemkot masih menunggu kepastisan penurunan status level PPKM dari pemerintah pusat pada Senin (23/8/2021).

    “Terkait kebijakan PPKM, kita masih menunggu Mendagri (Menteri Dalam Negeri) pada hari Senin nanti,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo, usai rapat koordinasi terkait evaluasi PPKM dan Penanganan COVID-19 di luar Jawa dan Bali, melalui video conference, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu (21/8/2021).

    Kota Palembang saat ini masih menerapkan PPKM level 4. Masa berlakunya PPKM di Ibukota Sumatera Selatan (Sumsel), ialah hingga 23 Agustus.

    Menurut Harnojoyo, selama penerapan PPKM, perkembangan bed occupancy rate (BOR) dan kasus kematian akibat COVID-19 sudah menurun.

    “Alhamdulilah, kita syukuri BOR dan jumlah kematian sudah menurun, bahkan di bawah nasional,” ujarnya. (ANA)

  • Pemkot Ajukan 6 Raperda Terkait Kesehatan, Sosial dan PAD

    Pemkot Ajukan 6 Raperda Terkait Kesehatan, Sosial dan PAD

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah kota (Pemkot) Palembang ajukan enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Enam Raperda ini diajukan oleh lima Dinas.

    Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Palembang, Peby Anggi Pratama, mengatakan, usulan Raperda itu masuk pada 5 Agustus 2021. Saat ini sudah ada empat Raperda yang dibahas. Sisa dua Raperda lainnya akan dibahas pada Kamis (26/08/2021).

    “Ada lima Dinas yang ada di lingkungan Pemkot Palembang yang usulkan Raperda. Dinas PUPR dua Raperda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DPPKB dan Dinas Perhubungan. Total ada 6 Raperda. Bapemperda berkewajiban untuk membahas naskah akademi dan Raperda bersama OPD terkait, tim penyusun naskah akademik dan bagian Hukum Setda Palembang,” kata Peby, saat dibincangi, Sabtu (21/8/2021).

    Dijelaskan politisi Golkar ini, usulan dari Dinas PUPR adalah Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW. Kemudian, Raperda tentang Penyediaan, Penyerahan dan Pengolahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Kawasan Perumahan dan Permukiman, Kawasan Perdagangan/Jasa dan Kawasan Industri.

    Selanjutnya, usulan dari Dinas Kesehatan adalah Raperda tentang, Penanggulangan Penyakit. Untuk Dinas Sosial mengusulkan Raperda tentang Penanggulangan. Sementara DPPKB, mengusulkan Raperda tentang Grand Desain Pembangunan Kependudukan kota Palembang Tahun 2021-2042.

    Terakhir, Dinas Perhubungan mengusulkan Raperda tentang perubahan atas Perda kota Palembang Nomor 14 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan transportasi.

    “Setelah pembahasan dan dikaji secara mendalam pasal per pasal, baru kita akan rekomendasikan ke paripurna untuk dibentuk Pansus (Panitia Khusus),” katanya.

    Peby menambahkan, semua Raperda yang diajukan Pemkot Palembang, merupakan aturan yang sangat baik untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

    “Karena berkaitan dengan kesehatan, sosial, PAD (Pendapatan Asli Daerah), penataan tata ruang dan wilayah kota Palembang tahun 2021-2041, dan juga untuk kejelasan aset daerah. Yang mana di Raperda PSU diatur hibah aset dari pengembang perumahan kepada pemerintah,” jelasnya. (ANA)

  • Blusukan dari Subuh, Walikota Serahkan Langsung Sembako Tanpa Dikawal

    Blusukan dari Subuh, Walikota Serahkan Langsung Sembako Tanpa Dikawal

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kehadiran Walikota Palembang, Harnojoyo, di sejumlah titik pada Rabu pagi (18/8/2021), sekitar pukul 04.30 WIB, mengagetkan warga yang tengah memulai aktivitas.

    Menumpang mobil Patwal, orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, tiba-tiba menghampiri warga pemulung yang tengah mengais rezeki di Jalan Silaberanti dan penyapu jalan di Jalan R. Sukamto dan di Jalan Residen Abdul Rozak.

    Dari dalam mobil, tanpa pengawalan protokol Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Harnojoyo mengangkut sejumlah sembako yang berisi beras, minyak, kebutuhan lainnya, dan sejumlah uang.

    “Kita hanya ingin memotivasi warga agar tetap semangat di tengah pandemi COVID-19 ini,” kata Harnojoyo.

    Blusukan diam-diam yang dilakukan ini, kata Harnojoyo, juga untuk mengingatkan warga agar selalu mentaati protokol kesehatan (Prokes) dalam menjalankan aktivitas baik dalam ruangan maupun diluar ruangan.

    “KIta juga mengingatkan warga yang kita temui agar selalu mentaati prokes, guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegasnya.

    Meski tidak seberapa bantuan yang diberikan, kata Harnojoyo, semoga bisa bermanfaat  secara langsung bagi para penerima. “Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan kebermanfaatan kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujarnya. (ANA)

  • Tanpa Kemeriahan, Walikota Ajak Warga Rayakan HUT RI dengan Bermuhasabah

    Tanpa Kemeriahan, Walikota Ajak Warga Rayakan HUT RI dengan Bermuhasabah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mengingat masih merebaknya wabah virus corona (COVID-19), peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 tahun 2021 dirayakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

    Tahun ini, Pemerintah kota (Pemkot) Palembang masih melarang untuk mengadakan kegiatan perayaan HUT RI yang mengundang massa. Pemkot pun, menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih, di rumah dinas Walikota Palembang, hanya dihadiri Forkomipimda saja, Selasa (17/8/2021).

    Bahkan, diperayaan HUT RI di tengah COVID-19, Walikota Palembang, Harnojoyo, mengajak seluruh lapisan masyarakah untuk lebih bermuhasabh diri atau instrospeksi diri.

    “HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang bertemakan “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, kerjasama seluruh elemen masyarakat, marilah kita bermuhasabah diri,” ajak Harnojoyo.

    Harnojoyo mengatakan, dengan keterpaduan, kerjasama yang baik serta kebersamaan, harapan dan cita-cita yang selama ini diinginkan dinilai segera tercapai.

    “Tentu, untuk mewujudkan itu diperlukan kerjasama. Oleh karenanya, pada kesempatan yang baik ini kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh pemangku kepentingan, untuk kita sama-sama saling bahu-membahu, gandeng tangan dalam satu barisan dan gerbong yang sama untuk mewujudkan itu,” kata Harnojoyo.

    COVID-19, kata dia, masih menjadi persoalan untuk bersama diatasi, dengan cara tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) dalam kegiatan sehari- hari, baik dalam ruangan maupun di luar ruangan.

    “Kita saat ini masih dihantui pandemi COVID-19 yang tidak tahu kapan berakhirnya. Karena itu, kami sangat mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, bahwa kesehatan itu menjadi modal utama bagi kita untuk melaksanakan aktivitas,” ujarnya.

    “Marilah kita terus mengedepankan Protokol Kesehatan. Dengan itu, dapat meminimalisir penyebaran virus corona,” tambahnya.

    Terkait penyelenggaraan kegiatan HUT Kemerdekaan yang kerap kali diadakan warga masyarakat, Harnojoyo juga mengimbau jika kegiatan itu, dalam situasi seperti sekarang sebaiknya untuk tidak harus dimeriahkan.

    “Kalau memang itu hanya mengganggu kesehatan kita, marilah kita muhasabah diri atau introfeksi diri, berdo’a dan merenungkan diri apa yang kita lakukan selama ini,” ucapnya. (ANA)

  • Resmi Dilantik, Ketua Baznas Dituntut Kumpulkan 70 Persen Zakat ASN

    Resmi Dilantik, Ketua Baznas Dituntut Kumpulkan 70 Persen Zakat ASN

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Struktur pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Palembang periode tahun 2021- 2026, berganti. Ridwan, kini dipercayakan memimpin Baznas Palembang untuk lima tahun ke depan, mengantikan ketua pengurus lama, Saim Marhadan.

    Ridwan resmi menjabat sebagai Ketua Baznas Palembang usai dilantik Walikota Harnojoyo, di Rumah Dinas-nya, di Jalan Tasik, Kamis (12/8/2021). Usai pelantikan, Baznas diminta untuk segera berkolaborasi dengan program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

    Menurut Harnojoyo, yang lebih penting, tugas pokok Baznas dalam mensejahterakan umat yang membutuhkan haruslah menjadi prioritas program kerjanya. Terlebih, dalam pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) mamupun non ASN.

    “Sudah saya sampaikan potensi penghasilan ASN atau Non ASN Palembang cukup tinggi. Kalau Baznas mampu mengumpulkan zakat setidaknya 70 persen, ini akan jadi lebih baik,” kata Harno.

    Orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, diberi tugas tidak kalah pentingnya untuk turun langsung dan mampu meyelenggarakan penguatan keimanan umat, memperkuat ekonomi, juga memperkuat kondisi sosial dengan cara cepat dan lebih baik.

    “Kita berharap dengan dipilihnya menjadi pimpinan Baznas ini bisa diketahui masyarakat dan dipercaya yang paling penting,” ujarnya.

    Selain bisa menyalurkan kepada umat, dia berharap Baznas juga ikut andil memajukan infrastruktur untuk masyarakat. “Apabila kewajiban telah dipenuhi, maka bisa bantu yang lain-lain. Sehingga memajukan Kota tercinta ini,” harapnya. (ANA)

  • Tinjau Kolam Retensi Lambidaro, Harnojoyo Ungkap Sejumlah Proyek Strategis Nasional di Palembang

    Tinjau Kolam Retensi Lambidaro, Harnojoyo Ungkap Sejumlah Proyek Strategis Nasional di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Walikota Palembang, Harnojoyo, meninjau perkembangan pembangunan kolam retensi Lambidaro di Kecamatan Gandus, yang menjadi salah satu infrastruktur proyek strategis nasional, Kamis (12/8/2021).

    Orang nomor satu di Ibukota Sumatera Selatan (Sumsel) itu, hadir ke Gandus usai menghadiri palantikan pimpinan Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Palembang periode 2021-2026.

    Peninjauan Harnojoyo ini, sekaligus menindaklanjuti rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah di Sumsel, yang dilakukan secara virtual bersama Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Rumah Dinas Walikota Palembang, pada Senin (9/8/2021).

    Dalam pantauan, setibanya Harnojoyo di lokasi kolam retensi Lambidaro, terlihat beberapa alat berat seperti Beco tengah mengeruk tanah di bantaran kolam yang diperlebar.

    Menurut Harnojoyo, dalam rapat percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan beberapa hari yang lalu, Pemerintah kota (Pemkot) Palembang juga menerangkan beberapa proyek strategis nasional yang ada di kota tertua di Indonesia ini.

    “Di samping itu, Kami juga menyampaikan terkait program prioritas di Palembang yang saat ini, terkait infrastruktur,” terang Harnojoyo.

    “Seperti Sekanak Lambidaro, Fly Over di Skip, Fly Over di Sudirman, Embung Konservasi, Imtek PDAM di Gandus maupun di Kalidoni, kemudian Kanal Sukarno-Hatta, Turap Sungai Musi serta e-Tol keramasan yang menghubungkan perkantoran industry dan terminal terpadu, kemudian investasi mengenai incenerator,” tambahnya. (ANA)

  • PPKM Level 4 di Palembang Diperpanjang hingga 23 Agustus

    PPKM Level 4 di Palembang Diperpanjang hingga 23 Agustus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah pusat mencatat tingkat keterisian tempat tidur pasien atau Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit di Palembang, masih dibawah standar nasional.

    Meski penularan COVID-19 menunjukan angka penurunan, tidak berarti kota tertua di Indonesia ini terlepas dari jeratan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

    “PPKM Level 4 diperpanjang hingga 23 Agustus mendatang,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo, usai menghadiri rapat koordinasi tindaklanjut arahan Presiden RI tentang PPKM bersama Kapolda Sumsel di Polrestabes Palembang, Selasa (10/8/2021).

    Perpanjangan PPKM Level IV, kata Harnojoyo, tidak serta merta diambil keputusannya dari setiap kabupaten dan kota, melainkan intruksi langsung pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    “Sesungguhnya tren COVID-19 kita sudah menurun, namun hanya saja BOR masih dibawah strandar nasional yang menjadikan Palembang masih di Level 4,” tegasnya lagi.

    Di PPKM ini, kata Harnojoyo akan meningkatkan testing dan tracing dan pemusatan isolasi mandiri (Isoman), serta percepatan vaksinasi. “Hanya empat itulah yang harus kita tingkatkan lagi,” terangnya.

    Harnojoyo meminta guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, diperlukan juga kesadaran masyarakat bersama dalam mentaari protokol kesehatan. “Marilah kita bersama-sama mematuhi protokol kesehatan sehingga semoga status Covid-19 di Palembang menurun,” harapnya. (ANA)

  • Pemkot Belum Bisa Pastikan Perpanjangan PPKM Level 4 di Palembang

    Pemkot Belum Bisa Pastikan Perpanjangan PPKM Level 4 di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terkait penerapan perpanjangan PPKM Level 4 di Palembang, Pemerintah kota Walikota Harnojoyo, hingga saat ini masih belum dapat memastikan terkait adanya perpanjangan. Diketahui sebelumnya, bahwa penerapan PPKM Level 4 di Palembang telah dimulai sejak 26 Juli hingga 8 Agustus 2021.

    “Karena yang menentukannya ini dari Kementerian Pusat. Saat ini tingkat kematian di kota Palembang juga telah menurun dan kesembuhan justru meningkat,” kata Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, Senin (9/8/2021).

    Dia menuturkan, bahwa Pemerintah kota Palembang sebelumnya juga melakukan video conference bersama Presiden Republik Indonesia terkait penyebaran kasus COVID-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.

    “Kita harus memperhatikan apa yang menjadi kebijakan dari Pemerintah Pusat. Yang jelas saat ini kami terus fokus terkait target vaksinasi, paling tidak sampai 50 persen,” ucapnya.

    Menurut Harnojoyo, pemerintah saat ini juga telah mengusulkan untuk penambahan stok vaksinasi kepada pemerintah pusat guna target vaksinasi itu sendiri.

    “Untuk yang pertama 28 persen, dan kemudian untuk yang kedua ini 14 persen, karena semuanya kan sekarang sudah mau divaksin,” jelasnya. (ANA)

  • OSS Diluncurkan, Izin Usaha Bisa Dilakukan Secara Daring

    OSS Diluncurkan, Izin Usaha Bisa Dilakukan Secara Daring

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Walikota Palembang, Harnojoyo, turut menghadiri peresmian peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) yang dedikasikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai layanan daring penerbitan izin berusaha, yang akan memudahkan pengusaha mikro hingga besar.

    “Hari ini kita luncurkan Online Single Submission berbasis resiko. Ini merupakan reformasi signifikan dalam perizinan, menggunakan layanan perizinan online terintegrasi dan terpadu dengan paradigma perizinan berbasis risiko,” ujar Jokowi di Jakarta, melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).

    Seperti halnya dijelaskan Jokowi, Harnojoyo menyampaikan melalui system OSS tersebut perizinan disesuaikan dengan tingkat resiko langsung ke pusat. Hal tersebut akan mempermudah pelaku usaha lebih menudah mandapatkan izin.

    “Mudah-mudahan dengan adanya OSS telah diresmikan hari ini perizinan bisa lebih baik lagi dan tidak terkendala,” terang Harnojoyo di Jalan Tasik, Rumah Dinas Walikota Palembang.

    Meskipun perizinan bisa langsung ke pusat dengan waktu yang cepat dengan tempo yang ditentukan, layanan OSS berbasis risiko ini tak akan mengebiri kewenangan daerah. Namun, memberikan standar layanan bagi semua tingkatan pemerintah yang mengeluarkan izin, baik di level pusat hingga daerah sehingga tanggung jawabnya semakin jelas dan layanannya juga makin sinergis.

    Senada dengan Walikota Palembang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPMPTSP), Akhmad Mustain menuturkan, meskipun perizinan bisa langsung ke pusat dengan waktu yang cepat dengan tempo yang ditentukan, layanan OSS berbasis risiko ini tak akan mengebiri kewenangan daerah. Namun, memberikan standar layanan bagi semua tingkatan pemerintah yang mengeluarkan izin, baik di level pusat hingga daerah sehingga tanggung jawabnya semakin jelas dan layanannya juga makin sinergis.

    “Izin yang dilakukan dengan satu portal OSS diseluruh Indonesia ini tidak mengurangi kewenangan daerah, tapi ini memastikan daerah untuk bekerja keras lagi untuk memastikan tempat pelaku usaha itu benar sebelum tempo izin keluar,” jelasnya. (ANA)

  • Pemkot Palembang Defisit Anggaran, TPP ASN Dipotong 50 Persen

    Pemkot Palembang Defisit Anggaran, TPP ASN Dipotong 50 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kondisi keuangan yang tidak membaik sejak pandemi COVID-19, membuat Pemerintah kota Palembang mengambil kebijakan dengan memotong Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 50 persen.

    Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait anggaran, sehubungan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai 60 persen dari target Rp1,2 triliun. Maka dengan kondisi keuangan yang defisit, TPP pun dipangkas 50 persen.

    “TPP dikurangi 50 persen. Dengan berat hati kami sampaikan kepada ASN, jika ekonomi membaik maka akan dikembalikan seperti semula. Karena defisit anggaran pendapatan kita diperkirakan baru Rp400 miliar. Untuk optimalisasi masih sangat sulit terutama dengan kondisi kegiatan dibatasi,” katanya, Senin (9/8/2021).

    Sebelumnya, sejak Januari hingga Juli, pembayaran TPP sifatnya ditunda 50 persen dan akan dibayarkan saat pendapatan daerah meningkat. Namun, mulai Agustus hingga Desember ini dipotong 50 persen.

    “Bahkan dipotong 50 persen (hanya dibayarkan 50 persen) ini diprediksi berlanjut hingga 2022, termasuk TPP Sekda juga (hanya dibayar 50 persen),” tambah Sekretaris Daerah Palembang, Ratu Dewa.

    Selain itu, saat ini pembayaran TPP harus memenuhi syarat yakni izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dilakukan harus setelah melunasi pembayaran insentif Tenaga Kesehatan (Nakes).

    “Pembayaran TPP kepada ASN ini harus ada izin Kemendagri, karena pembayaran insentif Nakes ini sekarang kembali ke APBD maka harus diprioritaskan dulu bayar insentif Nakes baru TPP,” katanya.

    Pemkot Palembang mengakui jika dengan dikembalikannya kebijakan pembayaran insentif Nakes ke daerah ini, tentu sangat membebani APBN. Anggaran untuk insentif Nakes tahun ini Rp15 miliar, belum lagi membayar TPP untuk sekitar 12 ribu orang.

    “Jumlah insentif yang diterima setiap Nakes sudah ada acuannya perorang, dan disesuaikan dengan keuangan daerah,” katanya.

    Pemkot Palembang juga mengingatkan agar puskesmas dan Dinas Kesehatan agar tertib administrasi karena pembayaran insentif ini bersifat kolektif. Jadi jika satu dokumen belum lengkap, maka pembayaran seluruh Nakes tertunda.

    “Kami juga mengingatkan pihak Dinkes atau puskesmas untuk tidak macam-macam memotong insentif Nakes, akan ada sanksi yang berat sesuai aturan yang berlaku,” katanya. (ANA)

  • Tradisi Jelang Hari Kemerdekaan, Harnojoyo Berburu Kapal Gabus dan Telok Abang

    Tradisi Jelang Hari Kemerdekaan, Harnojoyo Berburu Kapal Gabus dan Telok Abang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapal Gabus atau sterofoam yang dikombinasikan dengan telok abang (telur yang dicat merah) menjadi pemandangan khas, disepanjang Jalan Merdeka Palembang, menyambut hari kemerdekaan Indonesia, yang diperingati setiap 17 Agustus.

    Walikota Palembang, Harnojoyo, pun mempunyai kenangan khusus dengan pernak pernik Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ini. Terlebih, disaat usia anak-anak.

    Sabtu siang (7/8/2021), mobil dinas orang nomor satu di kota tertua di Indonesia inipun, berhenti di tengah kerumunan para pedagang kapal gabus dan telok abang, di kawasan 26 Ilir Palembang.

    “Kapal Telok Abang ini tradisi kita menyambut hari kemerdekaan, harus terus dilestarikan,” kata Harnojoyo.

    Sambil berdiskusi ringan, Harnojoyo nampak memborong kapal terbang dan kapal laut, serta pesawat kecil lainnya yang dihiasi dengan telok abang itu.

    “Walaupun keadaan sedang pandemi, dan beberapa perayaan tidak bisa dilaksanakan, namun kita berharap kapal Telok Abang tetap eksis di hari kemerdekaan,” ujar Harnojoyo.

    Dengan tradisi kapal Telok Abang ini, selain membuat hari kemerdekaan menjadi meriah, bisa bermanfaat bagi para pelaku UKM yang menjajakan dagangannya.

    “Alhamdulillah, mereka mendapatkan penghasilan lebih di bulan Agustus ini dengan berjualan Kapal Telok Abang. Semoga bisa mendongkrak ekonomi para pelaku UKM, khususnya di sekitaran 26 Ilir ini,” tuturnya. (ANA)

  • Harnojoyo Rasakan Kesendirian Warga Isoman, Bawakan Sembako hingga Vitamin

    Harnojoyo Rasakan Kesendirian Warga Isoman, Bawakan Sembako hingga Vitamin

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kesendirian warga masyarakat kota Palembang yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) karena positif virus corona (COVID-19), turut dirasakan Walikota, Harnojoyo.

    Guna memberikan semangat atas apa yang dirasakan warganya itu, Walikota Palembang dua periode tersebut kembali turun ke lapangan, meninjau langsung keadaan warga yang menjalani Isoman, meski dengan penerapan protokol kesehatan.

    Tujuan Harnojoyo kali ini, ialah menyambangi warga Isoman di Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Kamis (5/8/2021).

    “Dengan semangat dan dukungan, kita yakin mereka akan menjadi lebih kuat. Jangan kita kucilkan mereka, karena sakit ini tidak ada yang mau,” kata Harnojoyo, Kamis (5/8/2021).

    “Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita ini dapat menjadi semangat bagi warga lain yang menjalani Isoman,” tambahnya.

    Harnojoyo juga nampak memberikan bantuan kepada warga Isoman, guna meringankan beban dalam kehidupan sehari-hari. Bantuan itu berupa sembilan bahan pokok (Sembako), susu, hingga vitamin.

    “Kita di sini juga sengaja memberikan sedikit bantuan agar dapat menjadi bekal mereka dalam hari-harinya. Semoga mampu menjadi motivasi juga bagi mereka,” ujarnya.

    Orang nomor satu di kota Palembang itu, juga tidak bosan dalam mengingatkan warganya tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    Menurut Harnojoyo, tanpa adanya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, upaya dalam menekan angka penyebaran COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah selama ini dinilai akan menjadi sia-sia.

    “Mari kita bersama-sama patuhi Protokol Kesehatan, tetap ikuti anjuran Pemerintah dan lakukanlah vaksiansi di Puskesmas terdekat. Karena ini tidak dapat dilakukan semata oleh Pemerintah saja,” harapnya. (ANA)

  • Lagu Rindu Sekolah yang Dinyanyikan Harnojoyo Diluncurkan

    Lagu Rindu Sekolah yang Dinyanyikan Harnojoyo Diluncurkan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Lagu berjudul “Rindu Sekolah”, karya Adi Bujang Gadis Palembang (BGP) yang dinyanyikan Walikota Palembang, Harnojoyo, bersama Aliya, Billi dan Fadli, resmi diluncurkan pada Selasa (3/8/2021).

    Diketahui, bahwa lagu Rindu Sekolah sengaja diciptakan, guna memberi semangat kepada para siswa-siswi yang saat ini yang masih belum dapat melaksanakan sekolah tatap muka.

    “Lagu ini dinyanyikan anak-anak kita yang berprestasi, Alia, Billi dan Fadli. Ini merupakan suara hati dari anak-anak kita yang saat ini sudah hampir satu tahun lebih meninggalkan sekolah di masa pandemi COVID-19,” kata Harnojoyo, di Rumah Dinas Walikota.

    Walikota Palembang dua periode itu berharap, bahwa dari lagu yang dinyanyikan tersebut, harapan dari suara para anak-anak dapat menjadi suatu doa.

    “Mudah-mudahan suara hati ini juga merupakan ungkapan doa kepada sang pencipta, karena di dunia ini kita harus berusaha dan berdoa,” harapnya.

    “Atas nama pribadi dan Pemerintah kami mengucapkan banyak terima kasih, utamanya kepada yang menciptakan lagu ini, anak-anak kita dan semua pihak atas luncurnya lagu ini di tengah masyarakat,” tambahnya.

    Masih dikatakan Harnojoyo, bahwa dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 saat ini, dirinya tidak henti-hentinya juga untuk terus mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan protokol kesehatan.

    “Terkait pandemi ini, saya kira usaha kita sudah cukup maksimal, sudah satu tahun setengah kita menerapkan protokol kesehatan dan itu sesuai petunjuk dari ahlinya,” ucapnya. (ANA)

  • PPKM Level IV Diperpanjang hingga 9 Agustus, Warga Palembang Harus Antusias Vaksinasi

    PPKM Level IV Diperpanjang hingga 9 Agustus, Warga Palembang Harus Antusias Vaksinasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah kota (Pemkot) Palembang memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, kembali diperpanjang hingga 9 Agustus 2021.

    Perpanjangan PPKM Level IV merujuk dari instruksi pemerintah pusat bagi daerah dan kabupaten yang penyebaran kasus positid COVID-19 masih tinggi.

    “Saat ini kita melanjutkan PPKM di level 4 untuk tahap ketiga hingga 9 Agustus. Sekali lagi kepada semua pihak, marilah kita bersama-sama patuhi protokol kesehatan,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo, Selasa (3/8/2021).

    Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19, orang nomor satu di Palembang ini mengajak warganya untuk antusias melakukan vaksinasi. “Marilah kita antusias untuk vaksinasi COVID-19,” ajaknya.

    Walikota Palembang dua periode itu juga menyampaikan, dengan terus menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitas, serta antusias masyarakat untuk melakukan vaksinasi, mata rantai penyebaran COVID-19 di Palembang diharapkan dapat segera terputus.

    “Mudah-mudahan dengan upaya kita ini rantai penyebaran virus Corona dapat segera kita putus,” harapnya. (ANA)

  • Disdukcapil Dituntut Pro Aktif, Jemput Bola Layani Masyarakat

    Disdukcapil Dituntut Pro Aktif, Jemput Bola Layani Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dengan keterbatasan mobilitas masyarakat saat ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dituntut bisa mengambil langkah jemput bola, kepada warga-warga yang memiliki keperluan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk).

    “Disdukcapil jangan menunggu, silakan jemput bola ke masyarakat,” Kata Sekretaris Daerah Palembang, Ratu Dewa, Senin (2/8/2021).

    Dia mengharapkan, Disdukcapil dapat pro aktif dalam membantu masyarakat yang butuh akan kelengkapan administrasi kependudukan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ini.

    Sementara itu, dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Disdukcapil Palembang, tertulis bahwa pelayanan administrasi kependudukan selama PPKM mikro dan level 4, sesuai arahan dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri tanggal 8 Juli 2021, menyatakan semua kegiatan untuk kontak fisik, baik di Kantor Disdukcapil Palembang dan 9 UPTD di wilayah kerja, dilakukan secara online.

    “Kita untuk pelayanan sesuai arahan Dirjen. Sementara secara online tidak ada kontak fisik dan untuk Adminduk melalui via no Whatsapp yang selama masa pandemi COVID-19 kita terapkan, ” jelas Kepala Disdukcapil Palembang, Dewi Isnaini.

    Menurut Dewi, pelayanan perikanan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), terpaksa ditunda karena prosesnya ada kontak fisik. Sedangkan layanan perbaikan elemen KTP, pengurus Akta Kelahiran, kematian dan Adminduk lainya, sudah sejak lama melalui via online. Dan ini berjalan dengan baik.

    “Namun ada yang mendesak juga tidak bisa di proses melalui online, seperti konsolidasi pengurusan BPJS Kesehatan yang akan dibantu langsung Petugas dengan protokol kesehat ketat,” jelasnya. (ANA)

  • Palembang Raih Penghargaan Kota Layak Anak

    Palembang Raih Penghargaan Kota Layak Anak

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Berbagai program yang telah dicanangkan Pemerintah kota Palembang, khususnya terkait perlindungan, pendidikan hingga kesehatan terhadap anak, nampaknya kini mulai membuahkan hasil.

    Pasalnya, dalam kegiatan Video Conference Via Aplikasi Zoom Walikota, bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI), Pemerintah kota melalui Walikota Palembang, Harnojoyo, terima langsung Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2021.

    “Alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan tingkat Pratama sebagai kota layanan. Tentu sebagaimana kita ketahui adalah penerus bangsa ini harus kita perjuangkan hak dan perlindungannya,” kata Harnojoyo, di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, Kamis (29/7/2021).

    Walikota Palembang dua periode itu juga menyampaikan, selain Pendidikan dan Perlindungan, Pemerintah kota Palembang juga terus memperjuangan hak terkait kesehatan anak itu sendiri.

    Hal tersebut terbukti dari persentase stunting kota Palembang yang dinilai telah melebihi target. “Stunting kita melebihi dari target, target kita 7 persen tetapi kita dibawah 5 persen dan nasional bahkan masih 20 persen,” ujarnya.

    Sementara itu, terkait dengan Pendidikan, Pemerintah kota Palembang juga terus berjuang dalam pendidikan layak anak, seperti pendidikan sekolah Filial kepada anak di lembaga kemasyarakatan.

    “Kemudian dengan Poltabes (Program Layanan Tak Boleh Berhenti Sekolah) melalui Sekolah Filial Anak Jalanan dan Anak Putus anak jalanan juga kita akomodir. Begitu juga dengan perlindungan dari kekerasan, itu juga menjadi perhatian bagi kita,” ucap Harnojoyo.

    “Dengan penghargaan  tingkat Pratama kota layak anak yang kita raih ini, pastinya akan kita pertahankan bahkan kita tingkatkan. Urusan anak ini tidak cukup hanya Pemerintah tetapi kerjasama semua pihak, yang paling penting adalah peran orang tua,” tambahnya. (ANA)

  • Santuni Warga yang Jalani Isolasi Mandiri, Harnojoyo: Jangan Dikucilkan

    Santuni Warga yang Jalani Isolasi Mandiri, Harnojoyo: Jangan Dikucilkan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bantuan demi bantuan terus digulirkan Pemerintah kota Palembang kepada masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman), karena positif virus corona (COVID-19). Salah satunya, yaitu keluarga Mega, warga di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

    Dalam hal ini, Walikota Palembang Harnojoyo nampak langsung memberikan bantuan paket sembako kepada keluarga Mega. Harapannya, bantuan ini dapat menjadi suatu motivasi dan semangat guna menjalani hari-hari selama isolasi mandiri.

    “Kedatangan kita di sini sengaja memberikan sedikit bantuan supaya dapat menjadi bekal hari-harinya. Semoga mampu menjadi motivasi bagi meraka,” kata Harnojoyo, Kamis (29/07/2021).

    Walikota Palembang dua periode itu, juga mengimbau kepada masyarakat lainnya, khususnya kepada para tetangga sekitar untuk dapat saling memotivasi kepada warga lainnya yang menjalani isolasi mandiri.

    “Jangan kita kucilkan, karena sakit ini tidak ada yang mau. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita ini dapat menjadi semangat bagi warga lain yang menjalani isoman,” ujarnya.

    Harnojoyo juga berharap, bahwa sikap tegar dan semangat dari Mega dan keluarga tersebut, juga dapat menjadi contoh bagi warga lain yang menjalani Isolasi Mandiri.

    “Mudah-mudahan keluarga ibu Mega ini dapat segera pulih dan bisa kembali beraktifitas. Alhamdulillah, setelah kita lihat, kondisi fisiknya bisa tegar dan semangat. Mudah-mudahan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk mempercepat kepulihan dari corona,” terang Harno.

    Selain mengunjungi keluarga Mega, orang nomor satu di Palembang itu juga melanjutkan pemberian bantuan di lokasi lainnya, yaitu kepada warga di Kecamatan Gandus Palembang. (ANA)

  • Kunjungi Warga yang Jalani Isolasi Mandiri, Wawako Imbau Segera Vaksin

    Kunjungi Warga yang Jalani Isolasi Mandiri, Wawako Imbau Segera Vaksin

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda, secara rutin melakukan kunjungan ke kediaman warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif virus corona. Kehadiran orang nomor dua di Palembang itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap penangulangan COVID-19.

    Terhitung sepekan terakhir pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV, Fitri terlihat tidak lelah keluar masuk gang-gang kecil di pemukiman warga. Fitri juga rutin memberi imbauan dan menyemangati warga yang tengah menjalani isoman.

    “Saya menghimbau kepada mereka yang sedang isoman untuk tetap berdiam diri di rumah,” kata Fitri, saat mengunjungi warga yang isoman di Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Rabu (28/7/2021).

    Sepaket sembako, obat-obatan dan bantuan kecil lainnya, saat tiba di rumah warga yang tengah isoman, bingkisan langsung diletakan di teras rumah dan berkomunikasi sebentar menanyakan kondisi. Fitri pu  kemudian kembali bertolak ke warga lainnya. “Hari ini saja ada tiga warga yang kita datangi,” katanya.

    Meski di tengah kesibukan mengunjungi warga isoman, Fitri mewajibkan untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).

    “Saya bersama tim medis dengan perlengkapan kesehatan yang lengkap dengan memakai APD (alat pelindung diri), melakukan pemeriksaan kesehatan kepada mereka,” jelasnya.

    Dikesempatan itu juga, Fitri mengingatkan warga untuk melakukan vaksinasi. “Sekali lagi kepada masyarakat yang belum melakukan vaksin agar secepatnya mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis. Ingat semua itu didapatkan dengan gratis,” tuturnya. (ANA)

  • DAK Rp124 Miliar Bagi 10 Sektor, Hampir 50 Persen untuk Pendidikan

    DAK Rp124 Miliar Bagi 10 Sektor, Hampir 50 Persen untuk Pendidikan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah kota Palembang melakukan pembahasan terkait realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Triwulan II Tahun Anggaran 2021. Dalam pembahasan tersebut, Walikota Palembang, Harnojoyo, menyebutkan angka Rp124 miliar yang rencana akan dibagikan untuk 10 jenis DAK.

    “DAK untuk Palembang ini kurang lebih Rp124 miliar. Ini diperuntukan untuk 10 sektor, yaitu kesehatan, pendidikan, pertumbuhan, perumahan, sanitasi, irigasi, perikanan, keluarga berencana, dan sebagainya,” kata Harnojoyo, Selasa (27/07/2021).

    Harnojoyo mengatakan, bahwa apa yang dilakukan tersebut juga merupakan upaya Pemerintah kota Palembang dalam rangka percepatan realisasi pembangunan.

    “Untuk keterlambatan terkait realisasi DAK yaitu dengan administrasi, di mana kita juga saat ini dihadapkan dengan pandemi COVID-19,” ujarnya.

    Meskipun demikian, Harnojoyo juga bersyukur atas adanya peningkatan DAK di tahun ini. “Kalau untuk DAK tahun ini ada peningkatan sedikit,” ucapnya.

    Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan Kota Palembang (Bappeda Litbang) Palembang, Aris Munandar menambahkan, bahwa dari Rp124 miliar DAK, sebanyak hampir 50 persen akan diperuntukan kepada Pendidikan.

    “Kalau untuk persentasenya, paling banyak itu di Pendidikan dengan mendekati 50 persen. Sementara yang lainnya terbagi, seperti Kesehatan,” terangnya. (ANA)

  • Aturan PPKM Dilonggarkan, Usaha Kecil Boleh Buka 24 Jam

    Aturan PPKM Dilonggarkan, Usaha Kecil Boleh Buka 24 Jam

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Palembang ditetapkan sebagai kota yang harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, lantaran kasus aktif COVID-19 Bed Occupancy Rate (BOR) naik. Namun pemerintah setempat memberikan sejumlah keringanan peraturan kepada masyarakat.

    Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, PPKM diperpanjang mulai 26 Juli hingga 8 Agustus 2021. Berdasarkan ketentuan yang ada peraturan di level 4 ini, diberikan kebijakan dan menjadi lebih ringan dibandingkan saat level 3 sebelumnya.

    “Ada beberapa keringanan yang diberikan pemerintah agar perekonomian masyarakat tetap berjalan,” katanya, Senin (26/7/2021).

    Pada PPKM level 4 ini, keringanan yang diberikan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) boleh operasional tanpa batasan waktu (kembali seperti semual sebelum PPKM) dan memperpanjang waktu operasional mall.

    “Intinya semua usaha kecil seperti warung makan, warung Pecel Lele boleh buka 24 jam. Untuk Mall boleh buka sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

    Harnojoyo mengatakan, kelonggaran aturan yang berlaku sudah sesuai intruksi dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Ekonomi. Sehingga daerah hanya perlu menurunkan ketetapan menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing.

    “Selain meminimalisir kesehatan, kita juga memulihkan ekonomi ini dilihat dari aspek keseluruhan,” katanya.

    Kendati Pemkot Palembang menetapkan kebijakan PPKM level 4 dengan kelonggaran aturan, Harnojoyo berharap kesadaran diri masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan optimal dan disiplin mentaati 4M.

    “Kami berharap prokes dipatuhi, karena keseluruhan paling penting untuk pandemi ini protokol kesehatan. Soal waktu dan aturan sudah dibuat kebijakannya,” katanya.

    Sementara soal Pemkot Palembang yang sempat menyebut kebijakan PPKM Mikro telah efektif diberlakukan dan membantu menekan angka kasus aktif positif COVID-19, Harnojoyo menyampaikan indikator tersebut dilihat dari peningkatan kasus sembuh.

    “Karena efektif makanya Palembang PPKM diperpanjang. Soal level hanya perbedaan aturan. Semua kebijakan dilihat dari segala macam sektor. Yang penting prokes dan kita juga masih WFH 75 persen,” katanya. (ANA)

  • Pemkot Maksimalkan Penataan Makam Pasien COVID-19

    Pemkot Maksimalkan Penataan Makam Pasien COVID-19

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah kota (Pemkot) Palembang berupaya dalam memaksimalkan penataan pemakaman pasien COVID-19 di kawasan Gandus, sehingga dapat terkelola baik. Terlebih disaat adanya penurunan angka penyebaran COVID-19 saat ini.

    “Lahan Pemkot ada lima hektar, namun baru dua hektar yang kita siapkan untuk area pemakaman dan sudah dilengkapi dengan penerangan lampu yang baik,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo, saat mengunjungi langsung lokasi pemakaman pasien COVID-19, Sabtu (17/7/2021).

    Menurutnya, dengan tatanan yang baik serta dengan adanya penerangan, para petugas pemakaman diharapkan tidak mendapatkan kesulitan dalam proses pemakaman di malam hari.

    “Jadi, jika ada yang meninggal di malam hari bisa langsung dikuburkan, dan petugas pemakaman juga tidak akan kesulitan, karena penerangannya juga saat ini sudah baik,” ujarnya.

    “Saat ini sudah sebanyak 569 pasien korban COVID-19 yang dimakamkan di area ini, namun angka tersebut bukan hanya orang yang berasal dari Palembang saja, namun terdapat juga pasien dari luar kota,” tambahnya.

    Harnojoyo juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat terus bekerjasama bersama Pemerintah kota Palembang dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan terus menekankan protokol kesehatan.

    “Menggunakan masker, cuci tangan serta menjaga jarak. Pastinya kita semua berharap angka kematian COVID-19 semakin mengecil, sehingga tidak banyak bertambah orang yang dimakamkan di sini,” jelasnya. (ANA)

  • Evaluasi PPKM Mikro, Palembang Bakal Terapkan PPKM Darurat?

    Evaluasi PPKM Mikro, Palembang Bakal Terapkan PPKM Darurat?

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kota Palembang direkomendasikan Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rapat evaluasi monitoring via zoom dengan pemerintah pusat bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Walikota Palembang Harnojoyo, di Kantor Pemprov Sumsel, Sabtu (17/7/2021).

    Pemerintah pusat dikabarkan akan mempertimbangkan Palembang menerapkan PPKM Darurat setelah batas akhir pengetatan PPKM selesai pada 20 Juli 2021.

    “Benar, tapi kebijakan PPKM Darurat belum pasti. Karena kebijakan itu sifatnya masih dipertimbangan pusat,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo, saat menghadiri rapat tersebut.

    Namun, Harnojoyo berharap Palembang jangan sampai memberlakukan PPKM Darurat. Dia ingin perekonomian warganya tetap berjalan.

    “Makanya nanti setelah Pengetatan PPKM di Palembang berakhir akan kita ajukan pertimbangan. Saya harap pertimbangan itu jadi acuan Mendagri agar Palembang tidak jadi memberlakukan PPKM Darurat,” ucapnya.

    Harnojoyo menjelaskan, dirinya optimis jika Palembang tidak akan menerapkan PPKM Darurat. Apalagi melihat hasil evaluasi pengetatan PPKM Mikro hasilnya sudah bisa dilihat cukup baik.

    “Alhamdulillah, dari hasil Pengetatan PPKM kita bagus. BOR Rumah sakit menurun, kematian dan aktifitas penyebaran juga. Itu yang menjadi landasannya. Untuk itu lah kita tidak perlu PP Darurat,” ujarnya.

    Disinggung apabila batas waktu Pengetatan PPKM di Palembang berakhir di tanggal 20 Juli ini. Apakah akan ada perpanjangan atau tidak? Harnojoyo menjawab dia belum bisa memastikan.

    “Tadi kita lihat hasil evaluasi keseluruhan setelah Pengetatan PPKM. Hasilnya kita laporkan. Selanjutnya keputusan ada di Mendagri apakah PPKM Darurat atau Pengetatan PPKM atau tidak sama sekali,” jelasnya. (ANA)