Pemkot Palembang Defisit Anggaran, TPP ASN Dipotong 50 Persen

- Redaksi

Senin, 9 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Palembang, Harnojoyo. (Photo: Istimewa/Yudiansyah)

Walikota Palembang, Harnojoyo. (Photo: Istimewa/Yudiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kondisi keuangan yang tidak membaik sejak pandemi COVID-19, membuat Pemerintah kota Palembang mengambil kebijakan dengan memotong Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 50 persen.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait anggaran, sehubungan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai 60 persen dari target Rp1,2 triliun. Maka dengan kondisi keuangan yang defisit, TPP pun dipangkas 50 persen.

“TPP dikurangi 50 persen. Dengan berat hati kami sampaikan kepada ASN, jika ekonomi membaik maka akan dikembalikan seperti semula. Karena defisit anggaran pendapatan kita diperkirakan baru Rp400 miliar. Untuk optimalisasi masih sangat sulit terutama dengan kondisi kegiatan dibatasi,” katanya, Senin (9/8/2021).

Sebelumnya, sejak Januari hingga Juli, pembayaran TPP sifatnya ditunda 50 persen dan akan dibayarkan saat pendapatan daerah meningkat. Namun, mulai Agustus hingga Desember ini dipotong 50 persen.

“Bahkan dipotong 50 persen (hanya dibayarkan 50 persen) ini diprediksi berlanjut hingga 2022, termasuk TPP Sekda juga (hanya dibayar 50 persen),” tambah Sekretaris Daerah Palembang, Ratu Dewa.

Selain itu, saat ini pembayaran TPP harus memenuhi syarat yakni izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dilakukan harus setelah melunasi pembayaran insentif Tenaga Kesehatan (Nakes).

“Pembayaran TPP kepada ASN ini harus ada izin Kemendagri, karena pembayaran insentif Nakes ini sekarang kembali ke APBD maka harus diprioritaskan dulu bayar insentif Nakes baru TPP,” katanya.

Pemkot Palembang mengakui jika dengan dikembalikannya kebijakan pembayaran insentif Nakes ke daerah ini, tentu sangat membebani APBN. Anggaran untuk insentif Nakes tahun ini Rp15 miliar, belum lagi membayar TPP untuk sekitar 12 ribu orang.

“Jumlah insentif yang diterima setiap Nakes sudah ada acuannya perorang, dan disesuaikan dengan keuangan daerah,” katanya.

Pemkot Palembang juga mengingatkan agar puskesmas dan Dinas Kesehatan agar tertib administrasi karena pembayaran insentif ini bersifat kolektif. Jadi jika satu dokumen belum lengkap, maka pembayaran seluruh Nakes tertunda.

“Kami juga mengingatkan pihak Dinkes atau puskesmas untuk tidak macam-macam memotong insentif Nakes, akan ada sanksi yang berat sesuai aturan yang berlaku,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Pastikan Harga Sembako Palembang Stabil, Pemkot Palembang Gencarkan Pasar Murah Ramadhan
Di Masjid Raudhatul ‘Ulum Kodam II Sriwijaya, Ratu Dewa Hadiri Pengajian Ramadhan Tingkat Provinsi
PLTSa Palembang Dikebut, Ratu Dewa Targetkan Sampah Berkurang 30 Persen
Sirene Gedung Ledeng Bangkit, Pemerintah Kota Palembang Aktifkan Kembali Sirine dan Lampu Skylight sebagai Penanda Waktu dan Simbol Sejarah
Palembang Gelar Ampera Tourism Run 2026: Lari Melintasi Jejak Sejarah di atas Jembatan Ampera
Sekda Palembang Tutup MTQ XXXI, Tekankan Pembinaan Pasca Lomba
Ratu Dewa Dukung Pendidikan Politik Dini untuk Perkuat Demokrasi
Jelang Ramadan 1447 H, Ratu Dewa dan Mendag Pastikan Harga Sembako di Palembang Terkendali

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:39 WIB

Pastikan Harga Sembako Palembang Stabil, Pemkot Palembang Gencarkan Pasar Murah Ramadhan

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:05 WIB

Di Masjid Raudhatul ‘Ulum Kodam II Sriwijaya, Ratu Dewa Hadiri Pengajian Ramadhan Tingkat Provinsi

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:01 WIB

PLTSa Palembang Dikebut, Ratu Dewa Targetkan Sampah Berkurang 30 Persen

Senin, 16 Februari 2026 - 12:46 WIB

Sirene Gedung Ledeng Bangkit, Pemerintah Kota Palembang Aktifkan Kembali Sirine dan Lampu Skylight sebagai Penanda Waktu dan Simbol Sejarah

Senin, 16 Februari 2026 - 12:24 WIB

Palembang Gelar Ampera Tourism Run 2026: Lari Melintasi Jejak Sejarah di atas Jembatan Ampera

Berita Terbaru