Category: Kuliner

  • Revolusi Rasa Nusantara, Sarjana Kerupuk Palembang Mengubah Pempek dan Kerupuk Jadi Bisnis Online Pertama di Indonesia

    Revolusi Rasa Nusantara, Sarjana Kerupuk Palembang Mengubah Pempek dan Kerupuk Jadi Bisnis Online Pertama di Indonesia

    PALEMBANG,SUARAPUBLIK.ID– Di tengah pesatnya adopsi teknologi digital di tanah air, sarjana kerupuk palembang secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai pionir pengusaha pempek dan kerupuk pertama di Indonesia yang sepenuhnya mengintegrasikan model bisnis berbasis daring (ecommerce). Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan aksesibilitas kuliner khas Palembang agar dapat dinikmati secara segar oleh konsumen di seluruh pelosok Nusantara hingga mancanegara.
    Berawal dari keinginan untuk melestarikan resep warisan daerah, sarjana kerupuk palembang melakukan transformasi digital dengan memadukan teknik produksi tradisional yang autentik dengan sistem logistik modern. Langkah ini menjadikan sarjana kerupuk palembang sebagai standar baru dalam industri kuliner lokal yang beralih ke ekosistem digital.


    “Kami melihat ada celah besar antara kerinduan masyarakat terhadap pempek asli Palembang dengan akses untuk mendapatkannya secara cepat dan berkualitas. Dengan menjadi pengusaha pempek dan kerupuk melalui digital, kami tidak hanya menjual makanan, tapi juga membawa pengalaman kuliner Palembang langsung ke depan pintu rumah pelanggan hanya dengan beberapa klik,” ujar  Hari Sapta pendiri sarjana kerupuk palembang.
    Keunggulan Inovasi Digital sarjana kerupuk palembang:

    Teknologi Pengemasan Vakum & Flash Freeze: Menjamin kualitas rasa dan tekstur pempek tetap terjaga selama pengiriman tanpa bahan pengawet buatan.
    Sistem Pemesanan Terintegrasi: Pelanggan dapat memesan melalui whastapp bussines official bercentang biru atau website http://www.sarjanakerupukpalembang.com
    Jangkauan Nasional: Berkolaborasi dengan ekspedisi truk berpendingin, memungkinkan kirim dingin terima dingin sehingga kualitas terjamin khusus pulau sumatera, jawa dan bali Promosi : setiap pembelian paket pempek di sarjana kerupuk palembang mendapatkan gratis ongkir se Indonesia , bonus kerupuk kempang dan bisa COD/bayar dirumah.

    Sejak meluncurkan kanal online-nya ditahun 2019, Sarjana Kerupuk Palembang telah mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan melayani ribuan pesanan per bulan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa produk tradisional seperti pempek dan kerupuk memiliki potensi ekonomi digital yang luar biasa jika dikelola dengan strategi pemasaran digital yang tepat.
    Langkah sarjana kerupuk palembang ini diharapkan dapat menginspirasi pelaku UMKM kuliner lainnya di Indonesia untuk berani melakukan digitalisasi guna memperluas pasar dan memperkuat ekonomi kreatif nasional di tahun 2026.

    Tentang sarjana kerupuk palembang

    sarjana kerupuk palembang adalah produsen pempek dan kerupuk autentik asal Palembang yang berdiri sejak 2017 Berkomitmen pada kualitas bahan baku ikan tenggiri premium dan sagu pilihan, sarjana kerupuk palembang kini menjadi pemimpin pasar dalam kategori kuliner khas daerah berbasis penjualan daring di Indonesia.

  • Masakan Khas China dan Thailand Menambah Warna Baru Pecinta Kuliner

    Masakan Khas China dan Thailand Menambah Warna Baru Pecinta Kuliner

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – The Excelton Hotel Palembang secara resmi telah membuka satu lagi F&B outlet terbarunya yang akan menjadi salah satu restoran unggulannya.

    Restoran baru yang diberi nama “CHATAY” ini, merupakan outlet ketiga yang dimiliki The Excelton Hotel Palembang, yang menyajikan makanan otentik China & Thai yang akan menjadi warna baru serta menambah ragam pilihan restoran bagi para pecinta kuliner Chinese dan Thai, khususnya di kota Palembang.  Restoran ini terletak di lantai R, berdekatan dengan lobby area.

    CHATAY yang menyajikan masakan Chinese Thai halal (no pork & no lard), merupakan hasil kreasi dari chef kami yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam masakan China dan Thai, yang mengkombinasikan ciri khas rasa masakan China yang manis dan gurih, dipadukan dengan ciri khas rasa masakan Thai yang pedas dan asam.

    Kreasi ini akan menyuguhkan harmoni rasa yang unik, aromatik, lezat dan tentunya sangat cocok dengan lidah penikmat kuliner di kota Palembang.

    Mulai dari makanan pembuka seperti Salad Mangga Kepiting Soka, makanan utama seperti Teripang Bawang Jamur, Pad Kra Pao, hingga aneka makanan penutup khas seperti Tub Tim Grop hingga Mango Sticky Rice, turut memperkaya pilihan dan memberikan akses yang lebih luas untuk memperkenalkan sajian makanan Chinese Thai di kota Palembang.

    “Kami sangat senang dan bangga dapat memberikan pilihan restoran baru bagi tamu setia kami di Excelton Hotel. Ini adalah bentuk komitmen bisnis kami dalam mengembangkan konsep restoran yang inovatif, modern dan menarik bagi penikmat kuliner Chinese dan Thai, khususnya di kota Palembang. Kami optimis restoran ini akan menjadi salah satu restoran favorit keluarga di kota Palembang. Paduan imbang antara rasa gurih, manis, pedas dan asam akan menjadi bauran rasa kompleks yang pas di lidah, khususnya di Palembang,” ujar Mario Adriansyah, General Manager di The Excelton Hotel Palembang.

    Sebagai outlet restoran yang berada di hotel bintang 5, restoran ini mengutamakan sajian makanan dan minuman dengan kualitas bahan yang terbaik. Restoran ini juga dilengkapi dengan beberapa private room yang dapat digunakan untuk jamuan makan keluarga dalam jumlah besar maupun jamuan makan bersifat korporasi.

    Private room tersebut telah dilengkapi pula dengan smart TV sehingga dapat digunakan sebagai fasilitas multimedia pelengkap untuk acara kumpul keluarga seperti perayaan ulang tahun, tradisi Ciak Tok maupun acara rapat kantor.

    Dalam rangka Grand Opening ini, Chatay memberikan voucher diskon sebesar 10% yang berlaku selama tiga bulan sejak tanggal voucher diterbitkan, khusus diberikan kepada pelanggan setia Chatay. Voucher ini dapat digunakan dengan tanpa minimal pemesanan.

    The Excelton Hotel Palembang merupakan salah satu properti hotel bintang 5 yang memiliki area parkir yang luas, dengan total kamar sejumlah lebih dari 140 kamar dengan fasilitas pendukung seperti kolam berenang hangat (heated pool), fitness centre hingga sauna room. Hotel ini juga memiliki beberapa F&B outlet selain CHATAY Restaurant, yaitu Allegro Lounge khusus menyajikan makanan Western dan Restoran Seruni; yang menyajikan makanan khas Melayu Nusantara. (ANA)

  • All You Can Eat Suki and Grill Hadir di OPA Resto

    All You Can Eat Suki and Grill Hadir di OPA Resto

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kabar baik bagi pecinta makanan. Suki Grill, resto yang menyajikan pengalaman makan suki dan grill All You Can Eat (AYCE) yang unik dan lezat, kini hadir di  OPA Hotel Palembang.

    Dengan konsep lebih modern dan suasana yang asyik, Suki Grill menjadi destinasi baru bagi Anda yang ingin menikmati makanan dengan cara yang berbeda.

    Suki and Grill menawarkan berbagai menu yang lezat dan segar, Suki and Grill  Kuah Mala, Kuah Collagen serta Kuah Tom Yam  di padu pilihan daging seafood, Ayam, Ikan dan sayuran  yang berkualitas.

    Anda dapat memilih dari berbagai paket menu yang sesuai dengan selera dan budget Anda. Suki Grill dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman dan modern, termasuk:

    – Ruang makan yang luas dan nyaman

    – Sistem grill yang canggih untuk memastikan makanan yang lezat dan sehat

    – Pilihan menu yang beragam dan lezat

    – Ruang Full Karaoke

    – Pilihan Menu All You  Can Eat yang lengkap

    – Akses ditengah kota dan dilantai lobby Opa Hotel

    Yusra Anum selaku General Manager OPA Hotel mengatakan, pihaknya membuka Menu Suki & Grill ini sebagai jawaban dari beberapa permintaan tamu-tamu.

    “Karena Opa Hotel Palembang buka 24 Jam dengan banyak fasilitas seperti Spa Men’s Health, Ruang Meeting, akomodasi kamar, Gym, Pool dan Sauna serta Steam dan juga ada Hedon Executive Club,” ujarnya, Senin (8/9/2025).

    “Ya kami memberikan benefit Untuk merayakan pembukaan, Suki Grill menawarkan promo spesial bagi para pengunjung. Dengan membeli menu , dengan membeli paketnya dapatkan hadiahnya,” terangnya. (ANA)

  • Ketan Jepit Palembang Hanya Ada Saat Agustus, Wajib Coba

    Ketan Jepit Palembang Hanya Ada Saat Agustus, Wajib Coba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, ada banyak makanan yang muncul, salah satunya Ketan Jepit. Makanan ini mempunyai cita rasa yang gurih.

    Terbuat dari beras ketan, diberi isian abon ayam atau sapi, lalu dibungkus dengan daun pisang dibentuk segitiga dan dibakar sebentar.

    Sekilas, Ketan Jepit mirip dengan lemper, hanya saja jika lemper terbuat dari beras dan dikukus, Ketan Jepit terbuat dari beras ketan dan dibakar.

    Ketan Jepit bisa ditemui di Jalan Merdeka atau tepatnya di seberang Kantor Wali Kota Palembang. Di sana, kalian akan menemukan para penjual Ketan Jepit.

    Nurbaya (64) salah satu penjual Ketan Jepit yang berada di Jalan Merdeka mengungkap bahwa dirinya mulai menjual makanan tersebut pada tanggal 1 Agustus 2025.

    “Ketan Jepit ini hanya ada saat bulan Agustus. Alhamdulillah dari mulai 1 Agustus hingga hari ini sudah terjual 20 buah Ketan Jepit,” ungkap Nurbaya, saat ditemui di lapak jualannya, Kamis (14/8/2025).

    Satu Ketan Jepit dijual dengan harga Rp 5 ribu. “Satu jepitan berisi 2 buah ketan jepit,” ujar Nurbaya.

    Nurbaya mengaku penjualan Ketan Jepit akan banyak diburu pembeli pada tanggal 15 hingga 17 Agustus. “Biasa paling banyak terjual itu pada tanggal 15 dan 17 Agustus,” kata Nurbaya.

    Menurut Nurbaya, Ketan Jepit sudah menjadi tradisi masyarakat Palembang saat 17 Agustus.

    “Selain Keta Jepit ada telok ukan, dan telok abang yang menjadi ciri khas makanan saat 17 Agustus di Palembang,” tutur Nurbaya. (ANA)

  • Dari Desa ke Kancah Nasional, BRI Berdayakan Kacang Nepo Jadi Camilan Khas yang Diminati

    Dari Desa ke Kancah Nasional, BRI Berdayakan Kacang Nepo Jadi Camilan Khas yang Diminati

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Desa Nepo di Kecamatan Malusetasi Kabupaten Barru Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Namun, hasil bumi yang biasanya dijual mentah kini telah diolah menjadi produk siap konsumsi berkat inovasi dari Suparman, pengusaha lokal yang memproduksi camilan “Kacang Nepo”.

    Kacang Nepo hadir dalam berbagai varian rasa unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi dengan gula pasir, kacang disco, kacang tempe, dan lainnya yang menghadirkan cita rasa gurih dan renyah.

    Menurut Suparman, ide awal usahanya muncul pada 2022. “Saya melihat banyak hasil bumi di desa ini dijual mentah ke luar, sehingga tercetus ide untuk mengolahnya agar punya nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

    Dengan kemasan awal yang sederhana, produk ini kemudian mendapat dukungan dari BRI melalui program Desa BRILiaN di tahun 2023. BRI memberikan pelatihan dalam bidang pemasaran, kemasan, hingga penggunaan teknologi digital. Berkat pemberdayaan ini, produk Kacang Nepo kini tampil lebih menarik dan dikenal luas.

    Program Desa BRILiaN dari BRI memberikan dampak signifikan bagi perkembangan usaha Suparman. Pelatihan khusus dari BRI dan kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata membantu Suparman meningkatkan kualitas produk, terutama pada aspek rasa dan pengemasan, sehingga lebih kompetitif di pasar. Selain itu, BRI juga membekali UMKM Desa Nepo dengan teknologi digital seperti QRIS, yang memungkinkan sistem pembayaran non-tunai dan memudahkan akses ke pasar yang lebih luas.

    “Untuk pemasaran di toko lokal dan supermarket, sekarang semakin mudah dengan QRIS,” jelas Suparman. Ia menambahkan, penggunaan teknologi ini membuat proses transaksi lebih cepat dan memudahkan konsumen dalam berbelanja.

    Saat ini, Kacang Nepo yang telah menghasilkan pendapatan hingga belasan juta per bulan menjadi sumber pendapatan utama bagi Suparman dan beberapa warga yang ia pekerjakan. Dengan semakin banyaknya permintaan, Suparman berharap bisa memperluas tim dan mengajak lebih banyak warga terlibat dalam produksi. “Harapannya, UMKM di desa kami semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya penuh semangat.

    Suparman juga menyampaikan harapannya agar produk lokal seperti Kacang Nepo tidak hanya dikenal di lingkup lokal, tapi bisa menjadi ikon kuliner khas Desa Nepo yang dikenal lebih luas. “Kami ingin kacang yang keluar dari desa ini dalam bentuk kemasan yang punya nilai tambah, bukan sekadar bahan mentah lagi,” tegasnya. Dengan produk yang semakin diminati, Suparman bermimpi membawa Kacang Nepo ke pasar nasional.

    Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan komitmen BRI sebagai bank yang memiliki fokus kepada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Peran BRI tidak terbatas sebagai lembaga intermediary keuangan, yang memberikan value secara ekonomi namun juga memberikan social value berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun pemberdayaan lembaga desa,” ujarnya.

    “Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan, mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama. Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa beserta seluruh UMKM yang ada didalamnya yang pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia,” tegas Supari. (ANA)

  • Lucunya Kue Ulang Tahun Karakter Labubu

    Lucunya Kue Ulang Tahun Karakter Labubu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Siapa yang tidak kenal dengan nama Labubu. Belakangan, boneka yang berasal dari Thailand tersebut sedang booming di tengah masyarakat.

    Boneka Labubu ini mendadak viral usai Lisa, salah satu anggota group musik populer Blackpink, membagikan sebuah video di Instagram story miliknya. Dalam video tersebut, Lisa tengah memeluk dan memegang boneka Labubu.

    Usai dari unggahan tersebut, boneka yang diproduksi oleh Pop Mart mendadak populer di kalangan masyarakat. Harga boneka Labubu sendiri sangat fantastis, yakni dimulai dari 65,9 dolar  Amerika Serikat atau setara dengan Rp 998.638.

    Kepopuleran boneka Labubu tersebut membuat pengusaha kue di Palembang juga membuatnya.

    Owner Bake House Pipit Permatasari bercerita bahwa awal mula membuat kue ulang tahun karakter Labubu ini terinspirasi dari orderan customer.

    “Waktu itu ada customer yang order untuk anaknya ulang tahun, dan kebetulan Labubu ini lagi booming di mana-mana, jadi kami bikin seru juga karena menantang,” cerita Pipit, ditemui di kedai Bake House miliknya di Jalan Dipenogoro, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Jumat (4/10/2024).

    Setelah membuat satu kue ulang tahun karakter Labubu, Pipit mengaku banjir orderan dari customer.

    “Alhamdulillah yang pesan kue Labubu banyak, kue Labubu kami berbeda dari yang lain, kue kami benar-benar premium,” ungkap Pipit.

    “Kalau untuk desain luar biasanya orang – orang memakai cream, kami dari coklat,” sambung Pipit.

    Untuk pembuatan kue karakter Labubu sendiri Pipit mengaku tidak terlalu rumit.

    “Walaupun belum lihat bonekanya secara langsung, alhamdulillah kue ulang tahun karakter Labubu sama dengan aslinya, karena kami sduah biasa membuat kue custom, ” terang Pipit.

    Harga kue ulang tahun karakter Labubu sendiri

    bervariatif, mulai dari Rp 750 ribu hingga Rp 150 ribu.

    Kata Pipit meski harga kue ulang tahun karakter Labubu tergolong mahal. Namun, tidak masalah bagi penggemar Labubu.

    “Mereka (customer) masih mau beli, karena mungkin tidak semua toko kue bisa merealisasikan keinginan mereka untuk membuat kue ulang tahun karakter Labubu,” kata Pipit.

    Pembuatan kue ulang tahun karakter Labubu  sama seperti kue pada umumnya.

    “Namun, tantangannya karena harus semirip mungkin, matanya harus simetris karena orang fokus di sana, mukanya juga sangat besar jadi memang buatnya harus benar-benar detail, itu sih yang menjadi tantangannya, selebihnya alhamdulillah berjalan dengan lancar,” akui Pipit.

    Nah bagi Anda yang ingin membeli kue ulang tahun karakter Labubu dapat dipesan melalui DM Instagram@bakehouse_plm atau bisa chat melalui no WhatsApp 0812-1277-8707.

    “Atau kalau mau bisa datang langsung ke toko,” tutur Pipit. (ANA)

  • Rasakan Sensasi Ngopi di Kopi 16 Pro, Bikin Pusing Tapi Seru

    Rasakan Sensasi Ngopi di Kopi 16 Pro, Bikin Pusing Tapi Seru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pusing dan mual, itulah yang dirasakan saat menginjakan kaki di cafe Kopi 16 Pro yang berada di tepi Pasar 16 Ilir Palembang. Betapa tidak, cafe yang mengusung konsep bangunan terapung ini akan bergoyang-goyang saat kapal-kapal melintas di Sungai Musi.

    Kendati demikian, Kopi 16 Pro menjadi tempat tongkrongan favorite bagi kalangan anak muda. Pasalnya, cafe terapung ini menghadap langsung ke Jembatan Ampera.

    Kalangan remaja tak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga merasakan sensasi seperti naik di atas kapal. Feny Maulia Agustin salah satu pengunjung mengungkapkan, meski rada puyeng dan mual saat berada di cafe tersebut. Namun, ia menemukan sensasi baru.

    “Pertama datang kepala terasa puyeng dan mual, karena ini kan lokasinya terapung ya, kalau ada kapal-kapal yang lewat jadi goyang-goyang, tetapi seru sih, inilah yang membedakan dari cafe  lainnya,” ungkap Feny saat ditemui di Kopi 16 Pro Palembang, Senin (17/9/2024).

    Kata Feny, pusing tersebut perlahan hilang saat duduk lama di Kopi 16 Pro. “Pusing nya lama-lama hilang lihat kapal-kapal lewat dan keindahan Jembatan Ampera, lama-lama jadi nyaman sendiri, ini aja gak kerasa tau-tau udah sore,” kata Feny.

    Kopi 16 Pro merupakan cafe pertama dengan konsep terapung, tak heran belum genap satu tahun hadir, cafe tersebut selalu ramai dikunjungi masyarakat, mulai dari kalangan remaja, orang dewasa, orang tua bahkan anak-anak.

    “Maka pempek di Sungai Musi sudah sering, tetapi kalau nongki di pinggir sungai baru kali ini, datang ke sini karena penasaran, pengen dari awal buka, tetapi baru kesampaian, ternyata asik, seru, apalagi kalau malam, lihat lampu Jembatan Ampera,” tutur Feny.

    Rey owner Kopi 16 Pro menerangkan, pembangunan kopi terapung berdasarkan riset dari rumah apung di pinggir Sungai Musi.

    “Selama ini kan di Sungai Musi ini hanya tempat makan ya, nah kami ingin menciptakan tempat ngopi dengan konsep terapung,” terang Rey.

    Rey dan teman-temannya yang lain, pun meminta izin ke pemerintah kota untuk membuat bangunan di atas Sungai Musi.

    “Kami minta izin ke Pemkot Palembang, alhamdulillah respon mereka setuju. Kami mulai cari tukang dari Jalur Banyuasin, karena rata-rata kan di sana bangunannya apung semua,” kata Rey.

    Bangunan apung tersebut sebelumnya dilakukan pemantapan struktur di bawah air, hal ini agar bangunan tak bergeser meski arus sungai cukup deras. Pemantapan struktur mulai dari memastikan kondisi papan dan drum kuat di dalam air.

    “Perakitan struktur bangunan papan, besi dan atap dibuat di daerah 3-4 Ulu, kemudian dibawa ke lokasi menggunakan ketek,” jelas Rey.

    Banyaknya antusias dari masyarakat membuat owner membuka kopi shop nya selama 24 jam.

    “Paling ramai pengunjung itu pada malam hari ya, karena selain tidak panas, pengunjung dapat menikmati keindahan Jembatan Ampera,” terang Rey.

    Hal menarik lain yang ditawarkan di Kopi 16 Pro yakni kehadiran fotografer gratis bagi konsumen yang ingin mengabadikan momen minum kopi dengan latar Jembatan Ampera.

    “Selain kopi, kami juga menyediakan camilan, harga mulai dari Rp18 ribu hingga Rp40 ribu,” tutur Rey.

    Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Kopi 16 Pro? kami saranin datang nya sore hari ya guys, karena selain tidak panas, Jembatan Ampera sangat cantik pada jam-jam tersebut. (ANA)

  • Nikmati Seblak Gurita 910, Sajian Baru Makanan Pedas di Palembang

    Nikmati Seblak Gurita 910, Sajian Baru Makanan Pedas di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bagi kalian pecinta seblak di Palembang wajib mencoba seblak gurita di Kedai 910, sajian baru makanan pedas di kota pempek ini memiliki cita rasa pedas dengan tekstur kejal tetapi lembut saat digigit.

    Inovasi baru kudapan pedas di Palembang ini menghadirkan daging gurita, mulai dari baby gurita hingga jumbo.

    Meta Monika owner Kedai 910 menerangkan bahwa seblak gurita diciptakan agar pecinta seblak tidak bosan.

    “Selama ini kan seblak itu-itu saja, makanya kami ingin membuat sesuatu yang berbeda, sehingga dibuatlah seblak gurita ini,” terang Meta, ditemui di kedainya di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Jumat (23/8/2024).

    Satu porsi seblak gurita dijual dengan harga Rp17 ribu hingga Rp49 ribu. “Alhamdulillah satu hari seblak laku hingga 30 porsi,” ungkap Meta.

    Resep dan cara buat seblak gurita. 

    Bahan:

    Gurita

    – Cabai

    – Bawang merah

    – Bawang putih

    – Kencur

    – Bakso

    – Aneka suki

    – Kerupuk udang

    Cara masak:

    Siapkan wajan, masukan air, masak hingga air mendidih, lalu masukan kerupuk udang, rebus sampai empuk.

    Campurkan telur kocok masukkan secara perlahan sambil diaduk, lalu masukkan gurita ukuran jumbo dan medium, masak dengan waktu singkat sekitar 15-30 detik setelah gurita dicuci bersih, agar daging tidak keras dan kejal.

    Tambahkan toping dan sayuran sesuai selera direbus terpisah, lalu campurkan ke seblak.

    Seblak siap dihidangkan. ***

  • Menikmati Pemandangan Sungai Musi dan Jembatan Ampera di Warung Kopi Apek

    Menikmati Pemandangan Sungai Musi dan Jembatan Ampera di Warung Kopi Apek

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warung Kopi Apek yang berada di tepian Sungai Musi atau tepatnya di belakang Pasar Sekanak Palembang, makin ramai dikunjungi anak muda.

    Pasalnya, warung legendaris yang sudah buka sejak 1986 ini, memiliki pemandangan yang menghadap langsung ke Jembatan Ampera.

    “Alhamdulillah warung kopi kami kian ramai dikunjungi oleh warga,” ungkap Pemilik Warung Kopi Apek, Indra Wijaya, saat ditemui di warungnya, Selasa (16/7/2024).

    Indra mengaku bahwa awalnya Warung Kopi Apek banyak melayani pedagang setempat dan bongkar muat pasar melalui jalur sungai.

    Namun, dikarenakan pelabuhan pindah ke Tanjung Api-Api (TAA), pasar Sekanak pun menjadi sepi karena tidak ada pembeli.

    “Alhamdulillahnya warung kopi kami masih ramai dikunjungi, banyak warga yang ingin menikmati kopi robusta kami, sembari menikmati pemandangan Sungai Musi dan Jembatan Ampera,” ujar Indra.

    Kini Warung Kopi Apek sudah dikelola oleh penerus kedua dan dikenal dengan kopi robustanya khas Semendo.

    Dipilihnya kopi robusta sebagai sajian utama karena bercita rasa unik, perpaduan coklat dan rempah makin nikat saat divariasikan dengan susu atau krimer.

    “Dari dulu hingga sekarang cita rasa kopi kami tetap sama, tidak ada yang berubah,” kata Indra.

    Tak heran, dalam satu hari Indra mengaku dapat menghabiskan tiga kilogram kopi robusta.

    “Satu cangkir kopi robusta dijual dengan harga relatif murah Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu,” tutur Indra.

    Selain kopi, di Warung Kopi Apek juga menjual aneka macam makanan, seperti mie instan, roti dan peyek.

    Nah, bagi Anda yang ingin menikmati kopi di Warung Apek dapat datang langsung ke Jalan Depaten Baru, Pasar Sekanak Palembang.

    Warung Kopi Apek ini buka setiap hari pada pukul 7 pagi hingga dua siang. Sementara pada akhir pekan sampai pukul 10 pagi. (ANA)

  • Kumbu Kacang Merah Khas Palembang, Makanan Legendaris yang Mulai Tergerus Zaman

    Kumbu Kacang Merah Khas Palembang, Makanan Legendaris yang Mulai Tergerus Zaman

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kumbu kacang merah merupakan kue khas Kota Palembang, Sumatera Selatan. Namun sayang, kue legendaris tersebut sudah jarang ditemui di pasar-pasar tradisional maupun gerai kue di Palembang.

    Salah satu pelaku usaha kue di Palembang, Dwi Astuti, masih melestarikan makanan bingen tersebut.

    “Yang membedakan kumbu kacang merah jualan saya sama yang lain itu dari susunya. Kalau yang lain tidak pakai susu saya pakai,” ungkap Dwi selaku owner Dwi Olshop saat ditemui di lokasi gerainya di Talang Jambe Palembang, Jumat (24/5/2024).

    “Penambahan susu ini untuk menciptakan produk lokal dengan rasa kekinian,” tambah Dwi.

    Satu kotak kumbu kacang merah ukuran loyang 20×20 persegi dijual seharga Rp 75 ribu. “Untuk harga relatif murah ya, satu kotak hanya Rp 75 ribu,” kata Dwi.

    Nah bagi Anda yang ingin mencicipi kumbu kacang merah Dwi dapat pesan langsung melalui akun Instagram @dwiastutiad.

    “Daerah Palembang yang mau pesan free ongkir ya, tidak ada minimal pembeluan, cukup beli satu kotak kumbu sudah gratis ongkir,” terang Dwi.

    “Alhamdulillah kumbu kacang merah kami pernah sampai ke luar daerah Palembang seperti Musi Banyuasin (Muba), bahkan pernah sampai Bali,” tutur Dwi.

    Namun, bagi Anda yang ingin membuatnya sendiri juga bisa, karena bahan caranya terbilang mudah.

    Berikut bahan dan cara buat kumbu kacang merah:

    Bahan-bahan:

    • Kacang merah

    • Gula pasir

    • Crimer susu

    • Kelapa parut 

    • Sari kacang

    Cara masak:

    Rebus kacang merah ke dalam panci, lalu tutup, masak hingga kacang menjadi lembut, setelah lembut, diamkan kacang selama 30 menit. 

    Kemudian rebus kembali kacang sekitar 30 menit, setelah masak, tiriskan kacang ke dalam wadah. Lalu giling kacang merah sampai halus.

    Setelah kacang halus, campur dengan bahan bahan lainnya, seperti crimer susu, kelapa parut, dan sari kacang.

    Masukan adonan ke dalam loyang persegi ukuran 20×20, kemudian ratakan adonan. Setelah itu potong dengan potongan kue khusus.

    Tiriskan ke dalam piring, kumbu kacang merah siap menemani waktu santai kalian bersama orang terkasih.

  • Srikaya Panggang, Cocok untuk Takjil Berbuka Puasa

    Srikaya Panggang, Cocok untuk Takjil Berbuka Puasa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Umumnya Srikaya kue tradisional khas Palembang di masak dengan cara dikukus, tetapi berbeda dengan kedai di Dapur Kemas Nyimas. Kudapan yang bercita rasa manis dan legit ini, di masak dengan cara dipanggang sekitar 20-25 menit.

    “Srikaya yang dipanggang lebih tahan lama, bisa sampai sebulan. Apabila disimpan di chiller dan satu minggu di suhu ruang,” ungkap Owner Dapur Kemas Nyimas, Shaviro Pasha, Senin (18/3/2024).

    “Satu porsi Srikaya dijual seharga Rp 5 ribu, pembuatan srikaya panggang ini pakai telur ayam,” kata Shaviro.

    “Srikaya panggang ini teksturnya sama, lembut dan manis,” sambung Shaviro.

    Bagi yang ingin menikmati srikaya panggang dapat dipesan melalui WhatsApp ke nomor 082372372293.

    Namun, bagi yang ingin berkunjung langsung ke industri rumahan srikaya panggang, pembeli bisa datang ke Jalan Ganda Subrata, Lorong Gotong Royong 3, Gang Sirsak Sukamaju, Sako Palembang.

    Berikut bahan dan cara membuat srikaya panggang khas Palembang:

    Bahan:

    Telur ayam, santan kental, gula, daun pandan dan daun suji sebagai pewarna hijau alami.

    Cara membuat:

    Campurkan telur dan gula aduk hingga rata.

    – Tambahkan santan dan pewarna alami perlahan ke dalam campuran telur dan gula sambil terus dikocok hingga larut sempurna.

    – Saring adonan telur yang telah dicampur gula untuk memastikan kehalusan tekstur sebelum dipanggang dalam oven.

    – Masukkan adonan srikaya dalam wadah, tambahkan topping daun pandan kemudian panggang sekitar 20-25 menit.

    – Sebelum adonan masuk dalam oven, panaskan terlebih dahulu oven agar panggangan srikaya lebih cepat kering.

    – Setelah matang, srikaya siap disantap bersama keluarga.

  • Cuma Ada saat Ramadhan, Begini Cara Membuat Ragit

    Cuma Ada saat Ramadhan, Begini Cara Membuat Ragit

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ragit atau roti jala, merupakan salah satu makanan khas Kota Palembang. Namun uniknya, kuliner yang satu ini hanya ada saat bulan suci Ramadan.

    Hadir hanya saat bulan Ramadhan, tidak heran jika makanan yang berkuah kari tersebut banyak diburu oleh masyarakat untuk menu berbuka.

    Ragit sendiri berbentuk seperti jaring dan digulung semacam risol, tetapi ada juga berbentuk seperti segitiga.

    Owner Ropol Cake Rofalina menerangkan, ragit terbut dari tepung terigu yang dicampur telur ayam.

    Kemudian, adonan tersebut dicetak dengan model jaring lalu digoreng dengan teknik olesan sedikit minyak. Apabila ragit sudah matang selanjutnya angkat dan gulung adonan.

    “Ragit diberi kuah kari yang terbuat dari rempah-rempah pilihan, aromanya kental dengan aroma melayu,” terang Rofalina, Kamis (14/3/2024).

    “Biasanya permintaan ragit naik 30 persen setiap puasa,” sambung Rofalina.

    Satu porsi ragit dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp 15 ribu per pax.

    “Dalam satu porsi ragit, ada lima gulung ragit dan sebungkus kuah kari daging. Sementara untuk paket besar, ragit dijual Rp 25 ribu dengan dan Rp 300 ribu untuk satu tampa,” ungkap Rofalina.

    Jika Anda ingin menikmati ragit ala Ropol Cake bisa pesan melalui akun Instagram @Jajanan_tradisional_ropolcake atau menghubungi nomor WhatsApp 085273781557.

    Berikut resep dan cara membuat ragit khas Palembang:

    Bahan Adonan Ragit

    Tepung terigu 250 gram

    – garam secukupnya

    – 1 butir Telur

    – air secukupnya

    Cara membuat:

    Campurkan tepung dan air, aduk rata, masukkan telur, aduk kembali hingga semua tercampur. 

    – Saring adonan agar tidak bergerindil, beri sedikit minyak, lalu cetak menggunakan cetakan ragit atau masukkan ke plastik segitiga yang ujungnya telah dilubangi.

    – Kemudian bentuk adonan ragit seperti jaring-jaring di atas teplon yang telah diolesi sedikit minyak. Apabila ragit matang, angkat lalu gulung adonan.

    Bahan kuah kari daging sebagai pelengkap ragit:

    Bawang merah

    – Bawang putih

    – Cabai 

    – Bubuk kari

    – Ketumbar

    – Lada

    – Jahe

    – Laos

    – Kunyit

    – Cengkeh

    – Kapulaga

    – Bunga Lawang

    – Kayu manis

    Tambahkan taburan daun kari, santan sebagai penambah selera.

    Cara membuat:

    Haluskan semua bahan kuah dan tumis bumbu halus sampai harum dan wangi.

    – Selanjutnya masukkan potongan daging ayam, kentang dan daun kari.

    – Lalu tambah bubuk kari, masukkan air secukupnya.

    – Campur garam, gula, kaldu secukupnya.

    – Kemudian masukkan santan atau fiber cream juga susu sebagai penambah selera.

    – Apabila kuah sudah mendidih, siram langsung ke ragit atau bisa juga dinikmati sembari ragit dicocol kemudian disantap.

  • Lezatnya Mie Celor, Kuliner yang Pas untuk Buka Puasa

    Lezatnya Mie Celor, Kuliner yang Pas untuk Buka Puasa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mie Celor khas Palembang memiliki cita rasa yang enak dan gurih, makanan yang satu ini sangat cocok dijadikan menu berbuka puasa.

    Yustina owner Dapoer Yustina mengatakan bahwa dulunya Mie Celor hanya disantap oleh para raja. tetapi saat ini Mie Celor dapat dinikmati oleh masyarakat awam.

    “Mie Celor ini sangat cocok dijadikan menu untuk berbuka puasa, karena memiliki cita rasa yang gurih dan enak,” kata Yustina, ditemui di Kedainya di Perumahan Bukit Sejahtera Poligon Palembang, Kamis (14/3/2024).

    Saat Ramadan, kata Yustina, permintaan Mie Celor mengalami peningkatan hingga 30 persen. “Alhamdulillah, saat puasa permintaan meningkat, banyak orang yang pesan untuk buka bersama,” kata Yustina.

    Satu porsi Mie Celor Yustina dijual dengan harga Rp 15 ribu. “Yang membedakan Mie Celor jualan saya dengan yang lain dari santannya, karena kami pakai santan kelapa asli bukan kara, kepala udang juga yang segar,” terang Yustina.

    Selain Mie Celor, Dapoer Yustina juga menjual aneka macam takjil lainnya, seperti Ragit Kuah Daging, Laksan, Celimpungan, Lakso, Burgo, Kolak Ubi, Kolak Duren, Kolak Pisang, Bubur Jagung Mutiara, Aneka es serta Aneka Srikaya.

    “Yang mau beli silakan datang langsung ke Perumahan Bukit Sejahtera Poligon Palembang atau bisa pesan melalui nomor WhatsApp 081252704827/082175968535,” tutur Yustina.

    Jika Anda ingin membuatnya sendiri di rumah juga bisa, berikut bahan dan cara membuat Mie Celor ala Dapoer Yustina.

    Bahan Mie:

    Mie

    – Taoge atau kecamba

    Bumbu Kuah:

    – Bawang merah (secukupnya)

    – Bawang putih (secukupnya)

    – Ketumbar (secukupnya)

    – Lada (secukupnya)

    – Cabai merah (secukupnya)

    – Santan kelapa (secukupnya)

    – Garam 

    – Gula 

    – Penyedap rasa

    – Udang

    Bahan pelengkap:

    Telur

    – Tomat

    – Bawang goreng

    – Daun bawang 

    Cara buat kuah:

    Haluskan semua bumbu, jika sudah halus, kemudian panaskan minyak, tumis semua bumbu hingga harum. Lalu masukan gula, garam dan penyedap rasa, jika tidak alergi tambahkan udang.

    Siapkan panci masukan santan, lalu masukan semua bumbu yang sudah ditumis, selama proses memasak harus diaduk agar santan tidak pecah, jika sudah masak, tambahkan daun bawang.

    Mie Celor khas Palembang siap disajikan, taburi bawang goreng, tambahkan telur dan tomat pada Mie, selamat mencoba resepnya di rumah.

  • Banjir Promo, “Nikmat Berbuka” di The Excelton Hotel Palembang

    Banjir Promo, “Nikmat Berbuka” di The Excelton Hotel Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah tahun 2024, The Excelton Hotel Palembang kembali hadir dalam “Nikmat Berbuka”. Tema ini pun disebut sesuai dengan sabda Rasullullah.

    “Ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, kebahagiaan pada saat berbuka dan kebahagiaan pada saat berjumpa dengan Allah (ibadah)”. Inilah nikmat yang selalu ditunggu umat muslim di seluruh dunia.

    Ramadhan adalah bulan yang spesial bagi umat Muslim. Karena pada bulan inilah dilaksanakan rukun Islam yang ke-empat yakni berpuasa. Bulan ini juga memiliki sejumlah keutamaan, seperti waktu diturunkannya Al-Qur’an, bulan penuh ampunan, hingga bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadr.

    Suasana Ramadhan dapat langsung dirasakan pada saat memasuki Lobby The Excelton Hotel Palembang, dengan dékorasi bernuansa Timur Tengah, serta tidak lupa dengan menghadirkan menu special menyambut Ramadhan.

    Seperti Pojok Nusantara (nasi bakar cakalang, nasi gurih bungkus daun dengan pelengkap cumi asin cabe ijo, tempe mendoan, dan lain-lain), Pondok Jajanan Nusantara (bakso malang, batagor dan siomay), serta Pojok Sate (sate ayam, sate sapi, sate udang, sate lilit,bsate pentul, dan lain-lain).

    Kemudian Pondok Ayam Bakar (ayam taliwang, ayam tuturaga, ayam kalasan, dan lain-lain), Thai Suki, Arabian Stall (chicken shawarma, lamb ouzi rize, martabak kari), Pasta Stall Live Cooking (penne, fusilli, spaghetti, pettucinni), Melayu Stall (nasi kandar dilengkapi degan ayam goreng mamak, ayam lemak chili api, pengat daging, dan lain-lain), Noodles Stall (kwetiaw dan padthai), Aneka Jajanan Pasar (kue bugis, klepon, wajik, cendil, dan lain-lain).

    Tak lupa pula Aneka Es Campur, Rujak Bebek, Asinan, Aneka Salad, Masakan dan Jajanan Khas Palembang. Tidak ketinggalan The Excelton menyajikan Kurma, Bubur Manis, Kolak, Bubur Kampiun, Ice Cream, Martabak dan Pukis Live, Crepes dan Waffle Live, Mineral Water, Infused Water, Orange Juice, Sirup Bandung, Lemon Grass, hingga Iced Tea.

    Sedangkan untuk pelengkap suasana, The Excelton Hotel Palembang menyiapkan tempat Salat dan menampilkan: Live band. Nikmat Berbuka sudah dilaksanakan pada 12 Maret 2024 di Grand Diamante Lantai M The Excelton Hotel Palembang, mulai pukul 17.30–21.00 WIB.

    Untuk melengkapi konsep diatas, The Excelton Hotel Palembang membuat promo “Nikmat Berbuka” dengan harga Rp 398.000,-nett/orang dan persembahan khusus special Ramadhan untuk pembelian empat orang gratis satu.

    Jangan lewatkan moment perayaan Ramadhan kali ini bersama keluarga, sahabat, dan rekan-rekan kerja anda. The Excelton Hotel Palembang tentunya akan selalu menjaga kenyamanan anda yang tentunya sudah tersertifikasi oleh CHSE (Clean, Healthy, Safe, and Environtmentaly Sustainable) dalam menerapkan protokol kesehatan.

    Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut silakan hubungi Telpon dan Whatsapp (0711) 416609 dan follow Instagram kami di @theexceltonhotel. (ANA)

  • Resep Celimpungan Khas Palembang, Nikmat untuk Buka Puasa

    Resep Celimpungan Khas Palembang, Nikmat untuk Buka Puasa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Celimpungan, makanan khas Palembang ini sangat cocok untuk dijadikan takjil pada saat berbuka puasa di bulan suci Ramadhan.

    Sama seperti pempek, Celimpungan juga terbuat dari tepung sagu dan ikan giling. Hanya saja, jika pempek dicocol dengan cuko, maka Celimpungan diberi kuah santan serta rempah pilihan.

    Celimpungan di Palembang sendiri yang paling terkenal yakni di Dapur Z1co di Jalan Mayor Zein, Lorong Abadi, Kecamatan Kalidoni.

    Betapa tidak lezat, Celimpungan di kedai yang menjajakan aneka makanan ini terbuat dari ikan gabus. Selain lezat, Celimpungan ala Dapur Z1co juga ramah di kantong Rp 10 ribu per porsi.

    “Berkaca dari ramadan tahun lalu, biasanya saat puasa pesenan bisa sampai 50 dan 100 porsi satu hari,” ungkap owner Dapur Z1co, Ade Oktaviani, saat ditemui di lokasi lapak jualannya, Selasa (12/3/2024).

    “Mudah-mudahan penjualan tahun ini makin meningkat,” sambung Ade.

    Kata Ade saat ramadan dirinya menjual takjil di rumah dan di pasar bedug Simpang Pusri. “Untuk yang malas datang ke lokasi bisa pesan melalui Instagram @donut_z1co,” kata Ade.

    Dan bagi Anda yang ingin membuat sendiri di rumah juga bisa, bahan dan caranya sangat gampang lho. (ANA)

    Berikut Bahan dan Cara Buat Celimpungan ala Dapur Z1co:

    Bahan celimpungan:

    Tepung tapioka atau sagu 800 gram

    – Ikan gabus giling 1 kg

    – Bawang putih (secukupnya)

    – Putih telur (secukupnya)

    – Garam

    – Gula

    – Penyedap rasa

    Cara membuat:

    Siapkan baskom, masukan ikan gabus giling, tambahkan air 300 ml, lalu aduk, kemudian masukan putih telur, penyedap rasa, garam, dan gula serta bawang putih yang sudah dihaluskan, aduk hingga rata, ketika sudah rata masukan sagu, lalu diaduk kembali hingga semua tercampur. 

    Kemudian siapkan panci, masukan air secukupnya, ambil sedikit bahan adonan, bentuk menyerupai seperti tekwan (ukuran celimpungan lebih besar), tunggu hingga matang, adonan naik ke atas.

    Bahan kuah:

    Bawang putih

    – Bawang merah

    – Jahe

    – Laos

    – Kunyit

    – Ketumbar 

    – Kemiri

    – Daun salam

    – Daun kucay

    – Santan 100 ml

    – Penyedap rasa

    – Kaldu ayam atau sapi

    – Garam 

    – Gula

    Cara memasak:

    Haluskan semua bumbu kecuali daun kucay dan daun salam, jika sudah halus siapkan wajan, masukan minyak goreng, kemudian masukan bumbu, tumis hingga harum.

    Lalu masukan santan, penyedap rasa, garam dan gula, aduk, kemudian masukan celimpungan tunggu hingga masak. Jika sudah masak celimpungan siap disantap bersama keluarga.

  • Mau Takjil Enak dan Sehat? Cobain Laksan Kuah Susu

    Mau Takjil Enak dan Sehat? Cobain Laksan Kuah Susu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Laksan biasanya disajikan dengan santan. Namun, berbeda dengan laksan buatan Dewi. Owner Pempek Dewi ini mengganti santan dengan susu atau krimer.

    “Laksan kuah susu ini selain enak juga terhindar dari kolesterol terutama saat berpuasa,” kata Dewi Kasim, Senin (11/3/2024).

    Adapun alasan Dewi mengganti kuah laksan dengan susu dikarenakan untuk sang buah hatinya.

    “Anak-anak suka laksan, jadi saya ganti santan dengan susu. Anak-anak tetap makan enak, pencernaan mereka juga aman,” ungkap Dewi.

    “Laksan Kuah Susu ini rasanya lebih creamy, gurih, lebih soft dibandingkan pakai santan, dan tidak mudah basi seperti santan,” tutur Dewi.

    Nah bagi Anda yang ingin mencicipi laksan kuah susu ini bisa pesan langsung di Pempek Dewi Di Komplek Kencana Damai Kenten di Jalan Seruni 3 Blok S70. Atau melalui WhatsApp 089677862532 atau melalui Instagram @pempek_dewi.

    Atau jika Anda ingin buat sendiri di rumah juga bisa, berikut cara membuat laksan kuah susu:

    Bahan Laksan:

    Ikan Tenggiri giling 1 kg

    – Tepung tapioka 800 gram

    – Garam secukupnya

    – Gula secukupnya

    – Penyedap secukupnya

    – Air 450-500 ml

    Cara membuatnya:

    Masukkan ikan tenggiri giling ke dalam baksom besar, masukan air, lalu adon atau aduk menggunakan tangan sampai tercampur.

    Kalau sudah tercampur, tambahkan garam, gula dan penyedap rasa yang dilarutkan dengan air.

    Kemudian masukkn ke dalam ikan giling, aduk lagi sampai merata.

    Masukan tepung tapioka, adon sampai rata. Lalu uleni buat seperti lenjer lebih besar dan lebar, lalu rebus hingga matang.

    Bahan kuah susu:

    Susu bubuk sesuai selera

    – Air

    – Bawang merah

    – Bawang putih

    – Cabe merah

    – Laos

    – Kunyit

    – Jahe

    – Ebi kering yang dihaluskan

    – Garam, gula, penyedap rasa secukupnya

    – Daun Kucai dan bawang goreng 

    Cara membuat:

    Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunyit, laos dan jahe. Setelah halus, tumis dengan ebi kering yang sudah dihaluskan.

    Didihkan air, masukan tumisan bumbu halus. lali tambahkan garam, gula dan penyedap rasa. Setelah beberapa saat masukan susu bubuk sesuai selera kekentalannya.

    Sajikan Laksan yang sudah dipotong-potong dengan kuah susu, taburi potongan daun kucai dan bawang goreng. Tambahkan cabe giling jika suka pedas. (ANA)

  • Perdana Cicipi Mie Celor, Atikoh Ganjar: Rasanya Gurih

    Perdana Cicipi Mie Celor, Atikoh Ganjar: Rasanya Gurih

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bumi Sriwijaya bukan tempat asing bagi Siti Atikoh Ganjar. Baginya, datang ke Palembang serasa pulang ke rumah nenek. Apalagi makanan khasnya seperti Pempek pun sudah familiar di lidahnya.

    Namun ada satu makanan khas Palembang yang ternyata baru sekali ini dia cicipi, yakni Mie Celor. Didampingi petinggi dan kader PDI Perjuangan setempat, Atikoh menyantap Mie Celor di kedai Mie Celor 26 Ilir, Jumat (12/1/2024).

    Begitu mie tersaji di meja, Atikoh segera mengambil sendok garpu dan mulai menyantap Mie Celor yang baru disajikan pramusaji. Atikoh juga sempat nge-vlog dan memperkenalkan kuliner tersebut.

    “Pagi ini saya sarapan dengan Bu Ayu dan teman-teman semua. Mie celor,” kata Atikoh mengawali vlognya.

    Istri calon presiden 2024  Ganjar Pranowo itu bertanya kepada orang di sekitarnya, apa saja bahan dasar Mie Celor.

    “Ini kuah udang, ada susunya. Ada santen atau susunya. Wah, kayaknya enak sekali. Tak coba dulu,” ujar Atikoh, menjelaskan ulang.

    Dia kemudian menikmati Mie Celor dengan lebih dahulu mencicipi kuah yang terasa gurih.

    “Ada udangnya, makanya gurih. Enak sekali. Harus coba kalau ke Palembang. Ini maklum saya baru pertama kali makan. Biasanya sarapan selalu pempek Palembang,” ujarnya.

    Setelah itu, Atikoh blusukan ke Pasar 26 Ilir untuk menyapa masyarakat dan pedagang. Usai dari pasar, Atikoh menjajal LRT Palembang menuju ke tempat makan dan melanjutkan kegiatan kunjungan ke sejumlah UMKM di Palembang sebelum bertolak ke Jakarta. (ANA)

  • Keranjang Cena Banjir Pesanan Durian Kupas hingga ke Luar Kota

    Keranjang Cena Banjir Pesanan Durian Kupas hingga ke Luar Kota

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Musim panen buah Durian kembali menyapa pecinta kuliner. Seperti Keranjang Cena di Pasar Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel).

    Tak hanya sibuk mengemas buah durian ke wadah plastik makanan, tetapi pemiliknya, Faris, juga berhasil memenuhi pesanan dari sekitar Tebing Tinggi hingga wilayah Jabodetabek.

    Faris mengungkapkan, bahwa setiap harinya, usahan rumahan Keranjang Cena mampu mengirim hingga 50 boks durian kupas ke berbagai kota seperti Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu, bahkan hingga Jakarta.

    Meskipun pengiriman dilakukan ke lokasi yang cukup jauh, Faris tetap memastikan keutuhan durian dengan tidak memilih durian yang matang jatuh, karena durian terlalu matang cenderung lebih lembek.

    “Duriannya dijamin masih bagus, tidak benyek atau hancur, dengan syarat pengiriman tidak lebih dari 24 jam,” ungkap Faris, Rabu, 10 Januari 2024.

    Durian Keranjang Cena menawarkan durian kupas dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu per boks, dengan jaminan kelezatan yang pasti. Setiap boks beratnya 500 gram. Selain durian kupas, mereka juga menjual durian utuh dan durian per biji.

    Jenis durian yang ditawarkan pun beragam, mulai dari durian tembaga hingga durian montong, dengan harga yang sesuai dengan jenis dan kualitasnya.

    Untuk pemesanan, dapat menghubungi Owner Keranjang Sena melalui nomor WhatsApp di +62 821-8356-1442.

    Jadi, bagi para pecinta durian yang ingin menikmati kelezatan durian segar dari Empat Lawang, Keranjang Cena siap memenuhi keinginan Anda dengan kualitas terbaik dan harga yang bersahabat. (ANA)

  • Warkop Agam Spesial Mie Bangladesh Kini Hadir di Jalan A. Yani

    Warkop Agam Spesial Mie Bangladesh Kini Hadir di Jalan A. Yani

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hadir cabang yang ke dua Warung kopi (Warkop) Agam spesial Bangladesh buka cabang baru di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

    Pembukaan cabang baru ini ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh CEO Warkop Agam Spesial Mie Banglades Muri Rizki didampingi Lurah 9/10 Ulu Muksin, Selasa (12/12/2023).

    “Ya terima kasih untuk kepada bapak-ibu yang telah hadir menyambut baik usaha ini. Tujuan kita, untuk meramaikan industri kuliner di bidang pariwisata,” ungkap Muri dalam sambutannya.

    Dia berharap, usaha yang ditekuninya itu dapat bermanfaat bagi warga sekitar lokasi, dan meningkatkan pendapatan anggaran daerah (PAD) Kota Palembang.

    “Semoga dapat meningkatkan PAD Kota Palembang. Kami senang, dapat disambut baik oleh warga. Sudah terbukti, di cabang pertama di Radial, dapat bermanfaat bagi warga sekitar,” ujarnya .

    Sementara itu, ditempat yang sama, Lurah 9/10 Muksin mengatakan, dibukanya Warkop Agam Spesial Mie Bangladesh ini dapat memajukan pariwisata Kota Palembang di bidang kuliner.

    “Semoga kota Pembang semakin maju, dan PAD bertambah. Kedepan, apabila ada hal-hal yang harus dikerjasamakan, yang harus dikoordinasikan silahkan  datangi kami,” ungkap Muksin.

    Sebelumnya, Warkop Agam Spesial Bangladesh berada cabang yang pertama berada di kawasan Jalan Radial, Kecamatan IB I Palembang. (ANA)

  • Promosi Via Medsos, Dapur Cik Nin Kirim Durian Kupas Jenis Tembaga dan Montong hingga ke Jabodetabek

    Promosi Via Medsos, Dapur Cik Nin Kirim Durian Kupas Jenis Tembaga dan Montong hingga ke Jabodetabek

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Saat musim panen durian tiba, Dapur Cik Nin Pasar Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, sibuk mengemas buah durian ke wadah plastik makanan.

    Tidak hanya terbatas memenuhi pesanan dari sekitaran Tebing Tinggi, Empat Lawang Lawang saja, tetapi sampai ke liar Provinsi. Della, pemilik Dapur Kupas Cik Nin bisa mengirim durian kupas hingga ke wilayah Jabodetabek.

    Ia bercerita dalam seharinya itu dirinya bisa mengirim hingga 50 boks durian kupas, yang salah satunya juga ia tawarkan melalui media sosial (Medsos).

    “Rata-rata bisa sampai 50 boks pe harinya di kirim hingga ke Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu, bahkan sampai Jakarta,” ungkal Della, Rabu (15/11/2023).

    Kata Della, untuk durian kupas dengan tujuan pengiriman yang cukup jauh, ia tidak memilih durian yang matang jatuh. Sebab lebih cepat lembek karena sudah terlalu matang.

    Oleh sebab itu, untuk pembeli cukup jauh ia akan memilihkan buah durian tua yang sebelumnya sudah dipetik terlebih dahulu.

    “Walaupun lokasi pengiriman cukup jauh dengan batas Jabodetabek, duriannya dijamin masih bagus tidak benyek atau hancur. Dengan syarat jangan lebih dari 24 jam,” terangnya.

    Adapun untuk harga per boksnya dijual dengan harga Rp35 ribu, dengan jaminan sudah pasti manis. Jenis durian yang ditawarkan pun beragam, dengan warna kuning mulai dari durian tembaga hingga durian montong. Untuk pemesanan dapat menghubungi di no Whatsapp 0821-8356-1442. (ANA)

  • Harga Cabai Meroket, Harga Model Kuah Merah tidak Berubah

    Harga Cabai Meroket, Harga Model Kuah Merah tidak Berubah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Akibat dari kenaikan harga cabai, pedagang model kuah merah Bik Beng harus menambah modal dagangannya.

    “Untuk dampak yang utama itu pastinya modal ya bertambah. Karena model dan tekwan kami ini ciri khasnya kuah merah, jadi modal yang awalnya hanya satu juta karena cabai naik menjadi satu juta setengah. Bahkan menyentuh dua juta,” ungkap Taher, owner Tekwan Model Bik Beng saat ditemui di kedainya di Jalan Rukun Plaju Palembang, Senin (6/11/2023).

    “Karena memang harga cabai di pasaran mengalami kenaikan hingga berkali kali lipat,” sambung Taher.

    Kendati cabai naik. Namun, harga model dan tekwan jualan Taher tidak mengalami kenaikan.

    “Untuk harga tidak naik ya, model tahu kuah biasa Rp 6 ribu, untuk model tahu kuah merah Rp 8 ribu, sedangkan model telur kuah biasa Rp8 ribu, dan untuk model telur kuah merah Rp10 ribu,” ujar Taher.

    Selain tidak menaikan harga, Taher mengaku juga tidak mengurangi takaran. “Untuk takaran juga tidak dikurangi, karena kami ingin mempertahankan cita rasa,” terang Taher.

    Dalam satu hari, kata Taher, membutuhkan 7 kilo cabai untuk kedai di cabang Plaju. “Kami ada 4 cabang, sehingga dalam satu hari itu butuh cabai setan sebanyak 28 kilogram,” kata Taher.

    Taher berharap, harga cabai segera turun. “Yah harapannya cabai segera turun, karena sudah satu bulan ini harga cabai tidak turun-turun,” jelas Taher. (ANA)

  • Mau Minuman Sehat untuk Tubuh? Kunjungi Wedangan Rempah

    Mau Minuman Sehat untuk Tubuh? Kunjungi Wedangan Rempah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wedang adalah minuman yang terbuat dari rempah. Banyak manfaat yang didapat dari secangkir minuman tradisional khas Jawa tersebut.

    Untuk menikmati wedang, kalian tidak perlu jauh-jauh menyeberang ke daerah Jawa, karena saat ini di Palembang sudah terdapat warkop yang menyediakan berbagai racikan minuman rempah sesuai permintaan konsumen, yakni Wedangan Rempah.

    Dedy Sutendy pemilik Warkop Wedangan Rempah mengungkapkan bahwa awalnya ia menyasar orang tua sebagai market awal. Namun, seiring waktu, generasi muda juga banyak yang terpikat dengan minuman rempah ini.

    ”Dan kami sebut ini peluang yah, karena belum banyak yang menjual minuman rempah lengkap seperti ini di Palembang, paling banter jual bandrek,” ungkap Dedy, Senin (6/11/2023).

    Di Wedang Rempah juga terdapat beberapa menu seperti Kopi Jahe, Jahe Geprek, Kunyit Kencur, Ultimated, Rempah, Mpon- Mpon, dan lainnya, pengunjung juga bisa minta untuk dibuatkan racikan sesuai keluhan yang dirasakan.

    “Pengunjung bisa request rempah untuk batuk, pegal linu, kolesterol, melancarakan peredaran darah, insomnia hingga ramuan khusus stamina pria agar lebih perkasa, di Wedang Rempah juga terdapat aneka macam kopi,” ujar Dedy.

    Tidak tanggung-tanggung, salah satu bahan  rempah  yang digunakan harus ia pesan dari luar kota seperti jahe hitam yang khusus didatangkan dari Pulau Jawa.

    “Jahe hitam ini biasa untuk kanker atau tumor, dan harganya cukup mahal bisa mencapai Rp 300 hingga Rp 400 ribu. Begitu juga  kunyit putih jarang yang jual, makanya kami tanam sendiri,” kata Dedy.

    Adapun untuk harga, semua minuman di Wedang Rempah dibanderol mulai dari Rp 10.000 hingga harga paling mahal untuk stamina Rp 25.000.

    “Di Wedang Rempah juga tersedia berbagai macam camilan sehat seperti pisang kukus, ubi jalar, singkong yang dibanderol dengan harga Rp 2.000,” tutur Dedy.

    Dedg berharap, dengan adanya Warkop Wedangan Rempah generasi muda lebih mengenal dan mencintai hasil bumi Indonesia yang memiliki banyak manfaat.

    “Biasa bahan-bahan rempah ini ada di dapur, anak muda ini kan jarang ke dapur. Bahkan mereka tidak tahu yang mana namanya jahe, kencur, dan lainnya, mereka juga beranggapan bahwa minuman rempah ini pahit, nah mindset ini yang akan kami ubah, kalau wedang itu tidak semuanya pahit,” kata Dedy.

    Untuk menikmati minuman di Wedangan Rempah, kalian bisa datang langsung ke Ruko Poligon Bukit Sejahtera Palembang mulai pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB. (ANA)

  • LE Minang Jadi Alternatif Rumah Makan Padang di Kawasan Bandara SMB II

    LE Minang Jadi Alternatif Rumah Makan Padang di Kawasan Bandara SMB II

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hadir di jalan arah bandara SMB II Palembang, Rumah Makan L.E Minang terletak di Jalan Gubernur H Asnawi Mangku Alam samping Balai KIPM kelas II seberang Hotel Santika Premiere, Kecamatan Sukarami.

    Andri Wijaya selaku pengelola rumah makan LE Minang mengatakan, hari ini, Senin (6/11/2023), Rumah Makan L.E Minang sudah rampung 100 persen dan siap dibuka. Sore hari ini sudah siap melayani konsumen yang ada di sekitar bandara SMB II.

    “Kita siap melayani konumen yang ada di wilayah sekitar bandara SMB II, seperti Talang Jambe, Kebun Sayur, dan lainnya. Dari pagi hingga malam hari,” katanya.

    Andri Wijaya mengungkapkan, bahwa Rumah Makan L.E Minang membuka harga dimulai dari Rp10 ribu dengan menu terdiri dari Rendang, Ayam, macam – macam Ikan yang dimasak masakan Padang.

    “Menu andalan kita disini Rendang, dengan menggunakan daging khas dengan bumbu 100 persen rempah – rempah, dan santan murni berupa santan Pati yang memang perasan pertama,” jelasnya.

    Lanjutnya, sasaran konsumen dengan target dari pegawai SMB II, driver taxi, dan juga pengunjung yang mau ke bandara serta warga sekitar bandara.

    “Rumah Makan L.E Minang dibuka mulai Pukul 07.00 WIB sampai dengan Pukul 21.00 WIB. Selain makanan disini juga disediakan minuman seperti kopi, teh, dan berbagai jus bisa disediakan nongkrong di malam hari,” ungkapnya.

    Lebih jauh Andri Wijaya mengatakan, Rumah Makan L.E Minang juga melayani pesan antar dan juga nasi bungkus, nasi kotak untuk pesta, ulang tahun dan lainnya. “Bisa menghubungi Telpon ke nomor 0711-3006035 dan WA nomor 0853-6668-8686,” jelasnya.

    Sementara pantauan langsung di lapangan, hari pertama grand opening, konsumen terlihat ramai mencoba rasa masakan di rumah makan tersebut, dan tidak dipungut biaya alias gratis.

    Sementara itu, Kamil warga plaju yang turut menikmati makanan di rumah makan LE Minang  mengatakan bahwa dia sangat menikmati rendangnya yang sangat renyah.

    “Rendangnya sangat berbeda,renyah dan lembut dengan dibalut bumbu rendang yang sedikit kental dan pedas, ini baru rendang asli padang,” ucapnya. (ANA)

  • Ganjar Pranowo Mendadak Jadi Chef, Belajar Buat Kue Maksuba

    Ganjar Pranowo Mendadak Jadi Chef, Belajar Buat Kue Maksuba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Republik Indonesia, Ganjar Pranowo, mendadak menjadi koki masak ketika berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Minggu (5/11/2023).

    Mengenakan pakaian selayaknya chef dengan balutan kain Tanjak melingkar di kepalanya, Ganjar nampak antusias belajar membuat kue Maksuba, salah satu makanan khas Kota Palembang.

    Untuk diketahui, Kue Maksuba merupakan salah satu makanan khas Kota Palembang. Maksuba termasuk ke dalam kue basah dan memiliki rasa manis, dan juga gurih. Memilki ciri khas berwarna kekuningan dan garis-garis kehitaman di tengahnya yang nampak seperti kue lapis.

    “Kue Maksuba merupakan kue yang sangat berkualitas. Di mana bahan-bahannya dominan menggunakan telur dan gula pasir. Nah kedua bahan inilah yang membuat kue Maksuba memiliki cita rasa yang legit,” ungkap Ganjar, ditemui usai  acara UMKM Live Cooking Bunda Rayya di Palembang.

    Meski bahan dasarnya sederhana, namun Ganjar mengaku pembuatan kue Maksuba dibutuhkan kesabaran yang lebih. “Karena Maksuba ini kan membuatnya selapis demi selapis. Itulah kenapa memakan waktu cukup lama,” ujarnya.

    Ganjar menyebut bahwa makanan khas dari Palembang memiliki citarasa yang enak dan ciri khasnya tersendiri.

    “Saya sudah mencicipi kue-kue khas Palembang, rasanya enak-enak. Tetapi yang paling saya suka Pempek dan Kerupuk, karena adek ipar saya juga dari Palembang,” kata Ganjar.

    Mengenai tujuan kunjungannya ke kota Pempek, Ganjar menyebut bahnya hanya untuk bersilaturahim dengan masyarakat Palembang.

    “Tujuan saya ke sini untuk bersilaturahim dengan warga Palembang, termasuk dengan para UMKM yang ada di kota ini,” aku Ganjar. (ANA)

  • Mau Dessert yang Enak dan Murah? Bake House Tempatnya

    Mau Dessert yang Enak dan Murah? Bake House Tempatnya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Setelah makan makanan berat, sebagian orang akan mencari makanan penutup, contohnya ngedessert. Nah di Palembang sendiri terdapat dessert yang enak dan murah, yah Bake House.

    Ada berbagai macam dessert yang tersedia di Bake House seperti Poured tiramisu, Tiramisuku, Mille Crepes, Minis Dessert Box, Poured Mille Crepes, dan lain-lain.

    “Harga dessert sendiri start from Rp 19 ribu, 40 ribu hingga Rp 95 ribu,” ujar Pipit Permatasari selaku owner Bake House, Senin (30/10/2023).

    Selain dessert, di Bake House juga terdapat aneka macam puding, camilan, dan kue ulang tahun.

    “Jadi selain dessert, kami juga jual churros Rp 18 ribu, donat dan kue ulang tahun, untuk kue ulang tahun pengunjung juga bisa custome mau tema apa saja bisa,” ungkap Pipit.

    “Di Bake House juga ada chees cake original, chees cakenya juga bisa didekor sesuai dengan permintaan pembeli,” sambung Pipit.

    Istimewanya, resep chees cake di Bake House didapat langsung dari Jepang.

    “Untuk resepnya aku langsung ambil dari Jepang, ngobrol langsung sama orang di sana, jadi rasanya benar-benar original seperti chees cake dari Jepang, mulai dari jenis tepung, butter, semuanya sama, tetapi ada satu yang menbedakan yakni telur yang dipakai kita sama mereka itu beda, mungkin itu sih yang sedikit mengaruh,” terang Pipit.

    Selain chees cake, di Bake House juga menjual aneka macam kue ulang tahun.

    “Untuk kue ulang tahun juga bisa custome apa saja sesuai permintaan pembeli,” jelas Pipit.

    Nah bagi Anda yang ingin membeli dessert, kue dan aneka macam snack box bisa pesan terlebih dahulu.

    “Untuk display kue kami tidak ada, karena semua made by order ada customer, sekalipun ada contoh itu di Instagram, jadi kalau ditanya kue apa saja yang ready, kue di toko kami ready semua, tinggal pembelinya saja mau kue seperti apa nanti akan kami buatin. Jadi, semua kue dan dessert di Bake House benar-benar fresh semua, dan untuk pemesanan di hari H juga bisa,” beber Pipit.

    “Untuk pemesanan kue dan dessert di Bake House bisa hubungi ke Nomor WhatsApp 0813-1515-7287 atau DM ke akun Instagram@bakehouse_plm,” tutur Pipit.

    Sebagai informasi, dalam waktu dekat, Bake House akan menyediakan pelayanan makan di tempat, dengan konsep toko kue yang Instagramable, dan terdapat tempat bermain bagi anak-anak.

    Selain itu, di Bake House nantinya juga terdapat tempat untuk birthday party, cooking class, dan work shop. (ANA)

  • Yuk Cobain Pempek Buah, Kreasi Kuliner Baru di Palembang

    Yuk Cobain Pempek Buah, Kreasi Kuliner Baru di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pempek umumnya berwarna putih. Lalu bagaimana jika makanan yang menjadi ciri khas Kota Palembang tersebut diberi pewarna buah dan sayur.

    Yah, seorang penjual kue di Palembang berna Unisia (65) mencoba memberikan warna pada makanan yang menjadi ciri khas Bumi Sriwijaya tersebut.

    Warna pada pempek Unisia berasal dari pewarna buah-buahan, seperti buah naga, ubi jalar ungu dan sayur bayam.

    “Pempek itu kan warna itu, karena saya bosan lihat warnanya, saya coba kasi pewarna buah-buahan,” ujar Unisia, Jumat (20/10/2023).

    Kata Unisia, pembuatan pempek buah-buahan sama seperti pempek pada umumnya, berbahan dasar ikan giling dan tepung sagu.

    “Sama ya seperti pempek pada umumnya, hanya dikasih pewarna buah dan sayur saja,” kata Unisia.

    Untuk satu pempek buah Unisia dibanderol dengan harga Rp 1.500. “Untuk pempek buah ikan kakap Rp 1.500, dan untuk gabus Rp 300 ribu,” terang Unisia. (ANA)

  • Unik, Kue Lapis Tenun Ala Unisia Cocok untuk Hantaran Pernikahan

    Unik, Kue Lapis Tenun Ala Unisia Cocok untuk Hantaran Pernikahan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Lapis biasanya lapis bercorak rainbow, dan pelangi, kali ini seorang pembuat kue di Palembang mengkreasikan lapis dengan teknik menenun. Yah, namanya lapis tenun.

    Unisia (46) pembuat kue lapis tenun mengungkapkan bahwa dirinya sudah puluhan tahun membuat aneka macam kue.

    “Sudah puluhan tahun ya buat kue, tetapi untuk lapis tenun ini baru, dan itu saya dapatkan dari kursus pembuatan kue,” ungkap Unisia, Jumat (20/10/2023).

    Kata Unisia, pembuatan lapis tenun hampir sama dengan kue lapis pada umumnya, hanya saja lapis tenun diiringi dengan penataan campuran adonan warna untuk menenun.

    “Pembuatan lapis tenun ini memakan waktu satu jam lebih ya, karena proses membuat corak seperti kain itu yang buatnya lama, tetapi terbayarkan saat melihat lapis tenun

    memiliki corak yang cantik dan manis,” kata Unisia.

    Dengan corak yang cantik dan manis tak heran lapis tenun Unisia banyak dipesan untuk hantaran pernikahan. “Yang pesan lapis tenun ini banyak, tetapi rata-rata untuk hantaran pernikahan,” ujar Unisia.

    Untuk satu loyang lapis tenun dibanderol seharga Rp 80 ribu. Bagi yang ingin membeli lapis tenun ala Unisia

    bisa pesan melalui no WhatsApp 082186381665 atau bisa datang langsung ke alamat di Perumahan Al-Hafiz 3 Kalidoni Palembang.

    Berikut bahan dan cara pembuatan lapis tenun ala Unisia:

    Bahan: 

    Santan 1700 ml 

    Tepung tapioka 500 gram

    Tepung beras 2500 gram

    Garam 1 sdt

    Gula 500 gram

    Minyak sayur untuk mengoles loyang

    5 macam pewarna makanan

    Cara pembuatan:

    Masukan bahan-bahan seperti tepung tapioka, tepung beras dan garam halus ke dalam santan yang sudah dicampur gula, lalu haluskan. Ambil 150 ml adonan ke dalam dua botol dan satu botol 100 ml.

    Adonan keempat 400 ml, adonan kelima 400 ml, masing-masing adonan dibotol diberi pewarna merah tua, orange, ungu, dua adonan lagi berwarna biru.

    Kemudian, oleskan minyak di loyang lalu panaskan, sembari itu masing-masing adonan ditambahkan tepung tapioka secukupnya. Lalu ambil secukupnya lagi pewarna putih untuk dicampur ke adonan yang masih tersisa.

    Masukkan adonan bewarna biru secara bertahap, lalu dikukus selama 5 menit untuk satu lapisan, lakukan secara bertahap sampai lima lapisan. Barulah mulai teknin tenun dengan membuat 5 garis di warna yang berbeda, empat lapis atas dan 5 lapis bawah.

    Lalu dicampur rata lagi adonan atau ditutup 16 lapis terdiri dari 10 lapis tenun, setelah itu dikukus kembali selama 2 menit. Jika sudah matang diiris, lapis tenun siap disantap bersama keluarga di rumah. (ANA)

  • Tak Perlu Jauh-Jauh ke Yogya, Sate Klathak Kini Ada di Palembang, Yuk Cobain

    Tak Perlu Jauh-Jauh ke Yogya, Sate Klathak Kini Ada di Palembang, Yuk Cobain

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sate klathak merupakan makanan khas Yogyakarta. Kini untuk menikmati jajanan tersebut, kalian tidak perlu jauh-jauh ke kota yang dijuluki kota pelajar itu.

    Karena saat ini sate klathak sudah buka cabang di Palembang atau tepatnya di Jalan Basuki Rahmat. Dicky pemilik Sate Klathak Sani menyebutkan, sate klathak miliknya pertama ada di Palembang.

    “Sate khas Yogyakarta ini pada dasarnya memiliki rasa yang manis, nah untuk menyesuaikan dengan lidah orang Palembang, kami memberikan sentuhan sedikit rasa pedas,” sebut Dicky, Kamis (19/10/2023).

    Menurut Dicky, untuk pemilihan daging kambing mempunya trik sendiri, seperti kambing yang dipakai berusia mulai dari tujuh hingga sembilan bulan.

    “Kalau usia segitu, tekstur daging kambing masih lembut, jadi kalau dinikmati dagingnya tidak terlalu kejal, masih empuk,” ungkap Dicky.

    Sebelum diolah, daging melalui proses marinasi dulu dengan bumbu khusus minimal selama dua jam, kemudian ditusuk dengan besi lalu dibakar.

    Satu porsi sate klathak dengan dua tusuk sate berukuran besar termasuk kuah gulai dibanderol dengan harga Rp 35.000.

    “Kalau mau lebih sedap, sate disantap bersama nasi putih, cukup tambah Rp 5.000 saja,” kata Dicky.

    Meski baru dibuka beberapa hari lalu, antusias masyarakat cukup tinggi dengan sate klathak khas Yogya tersebut.

    “Selain sate klathak, juga tersedia menu varian kambing lainnya, seperti Tengkleng Kepala Kambing, Tengkleng Kambing, Tongseng Kambing, Sate Kambing, Mie Jawa, Mie Godok, Nasi Goreng Kambing, dan lainnya yang ditawarkan mulai dari harga Rp 35.000 per porsi tanpa nasi ya,” tutur Dicky. (ANA)

  • Ingin Sensasi Makan Pedas? Yuk Mampir ke Angkringan WD

    Ingin Sensasi Makan Pedas? Yuk Mampir ke Angkringan WD

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Buat pencinta kuliner di kota Palembang, kini hadir angkringan yang berlokasi strategis dan terfavorit di kalangan masyarakat untuk menghabiskan waktu luang. Ragam makanan serta minuman ringan dijual untuk disajikan menemani saat bersantai.

    Angkringan WD beralamat di Jalan Radio RRI, tepatnya depan Mapolda Sumsel, Kelurahan 20 Ilir D IV, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang. Angkringan ini menyajikan nasi dengan ciri khas sambal cobek yang pedas dan enak.

    “Sambal cobek itu, sambal terasi matah. Ada tiga bahan, cung kediro, cabai dan terasi. Sambal cobek yang menjadi ciri khas kita,” ucap Windy, selaku Pemilik Angkringan WD diwawancarai awak media di lokasi, Sabtu (22/7/2023).

    Windy menyebutkan, harga pun relatif murah dan terjangkau untuk semua kalangan. Nasi pecel lele dan nasi pecel ayam dibanderol harga Rp15 ribu per porsi. Meski harganya sangat murah, namun sudah mampu membuat lidah bergetar bagi penggemar kuliner pedas.

    Tak hanya itu, lanjut Windy, yang didampingi Chef Teras di Angkringan WD juga tersaji menu sate taichan yang merupakan perpaduan sate korea dan sate madura.

    “Kalau sate madura, bumbunya pakai bumbu kacang. Nah, kalau sate taichan bumbunya adalah bumbu sambal ayam geprek. Sudah terbayangkan betapa lezat dan pedasnya. Kalau soal harga, cuma Rp20 ribu per 10 tusuk,” tutur Windya.

    Windy menambahkan, untuk jam operasional dibagi menjadi dua. Di hari Senin sampai Jum’at, buka dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Berbeda dengan Sabtu, maupun hari libur, bukan pukul 14.00 WIB dan tutup pukul 02.00 WIB dini hari.

    “Kita sudah kerjasama dengan aplikator ojek online. Jadi, untuk masyarakat bisa pesan secara online. Kita juga sedang mencoba menu baru, nasi goreng babat. Di Palembang nasi goreng babat belum ada,” tuturnya. (ANA)