SUARAPUBLIK.ID, PALI – Pemerintah Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan kegiatan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Rabu (15-10-2025).
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Srikandi, Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, yang dihadiri oleh Asisten II, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan sekitar 30 perusahaan yang beroperasi di wilayah PALI.
Bupati PALI Asgianto ST Mempertahankan sejauh mana dana CSR yang benar-benar dirasakan masyarakat kepada seluruh perusahaan mana CSR yang kamu serap, untuk siapa, dan di mana dampaknya.

“Jangan asal lapor sudah menyalurkan, tapi masyarakat di sekitar justru tidak merasakan manfaatnya menurutnya, penyaluran CSR tidak bisa dilakukan semaunya perusahaan” Ujar Asgianto.
Asgianto menjelaskan Pemerintah Daerah telah menyiapkan prioritas pembangunan sosial mulai dari infrastruktur Desa pemberdayaan ekonomi hingga pengentasan kemiskinan.
“Kami sudah siapkan tinggal perusahaan memilih bidang mana yang ingin dibantu bukan sebaliknya, perusahaan menentukan sendiri arah CSR tanpa melihat kebutuhan nyata masyarakat,” Jelas Asgianto.
Asgianto mengungkapkan kekecewaan karena banyak perusahaan yang hadir hanya mengutus perwakilan tanpa kewenangan mengambil keputusan padahal undangan disampaikan langsung oleh Bupati PALI.

“Kita inggin membangun Kabupaten PALI dengan bersama-sama tapi kalau yang datang hanya perwakilan tanpa bisa memutuskan apa-apa, bagaimana kita bisa duduk bersama membangun komitmen nyata” Ujar Asgianto.
Asgianto menegaskan Pemkab PALI dengan tegas arah pembangunan yang berkeadilan dan berkepribadian. Pemerintah terbuka bagi investasi, namun investasi yang beradab dan bertanggung jawab.
Karena pada akhirnya, pembangunan yang berkelanjutan bukan hanya tentang menambah angka ekonomi, tetapi tentang membangun martabat manusia dan menjaga keseimbangan lingkungan
“Maka kita akan adakan rembuk bersama dulu untuk membentuk forum CSR independen tujuannya agar setiap perusahaan bisa bersinergi, tidak tumpang tindih, dan benar-benar menyalurkan CSR pada sasaran yang tepat,” tegas Asgianto.
Asgianto Mengatakan Forum CSR ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri Pemerintah Daerah membutuhkan kolaborasi nyata dari dunia usaha CSR bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tolok ukur kejujuran, empati, dan komitmen moral perusahaan kepada rakyat. (Adv)

















