SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Di bawah terik matahari siang, derap langkah kaki aparat TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan terdengar di antara rimbunnya pohon karet Desa Pengandonan, pada Selasa (25/08/2026).
Tanpa sekat jarak, Tim Gabungan 3 Pilar Kecamatan Buay Madang Timur ini masuk ke dalam area perkebunan warga bukan untuk menindak, melainkan untuk merangkul dan melindungi ruang hidup masyarakat dari ancaman kabut asap.
Sambil membawa pamflet bertuliskan “STOP KARHUTLA”, Kapolsek BMT Iptu Swisspo, Camat Ramadhan Agusten, dan Serka I Wayan menyapa para petani yang sedang menyadap karet.
Menggunakan pendekatan humanis yang hangat, petugas mengajak warga berdialog mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar, yang tidak hanya merusak kesuburan tanah tetapi juga mengancam kesehatan anak-cucu mereka.
Momen kebersamaan terlihat saat petugas bahu-membahu bersama perangkat desa memasang stiker maklumat di batang pohon karet.
Langkah preventif ini menegaskan komitmen bersama bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab kolektif. Melalui edukasi yang menyentuh hati ini, diharapkan kesadaran masyarakat tumbuh secara organik, sejalan dengan komitmen Polsek BMT untuk selalu menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah warga.
Penulis : Mamat
Editor : Aan Wahyudi


















