SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Suasana upacara bendera di SMA Muhammadiyah 2 Desa Karang Tengah, Kecamatan Buay Madang Timur, terasa berbeda dari biasanya pada Senin (24/08/2026) pagi.
Kehadiran jajaran Polsek Buay Madang Timur (BMT) di tengah-tengah barisan guru dan siswa bukan untuk melakukan penindakan, melainkan hadir sebagai sosok “kakak dan orang tua” yang siap merangkul dan melindungi masa depan para pelajar.
Melalui program Cooling System dan “Goes To School”, Ps Kanit Binmas Polsek BMT Bripka Ari Wicaksono, mewakili Kapolsek Iptu Swisspo, berdiri di podium upacara bukan sekadar memberikan instruksi, melainkan menyampaikan pesan menyentuh hati.
Pihak kepolisian mengajak para siswa untuk merenungkan kembali perjuangan orang tua mereka di rumah yang telah bersusah payah membiayai sekolah demi melihat anak-anaknya sukses.
Dalam amanat yang disampaikan secara sejuk dan dialogis, kepolisian mengingatkan para siswa agar menjaga jemari dan pikiran di media sosial.
Mereka diajak mengambil hikmah dari berbagai fenomena sosial akhir-akhir ini agar tidak mudah terprovokasi ke dalam aksi anarkisme yang hanya akan merugikan masa depan mereka sendiri.
Pendekatan persuasif ini sengaja dipilih untuk menyentuh sisi emosional para remaja. Polsek BMT ingin menanamkan bahwa kedisiplinan, rasa hormat (attitude) kepada guru, dan menjauhi bahaya seperti narkoba, judi online, hingga perundungan (bullying), adalah bentuk nyata dari rasa sayang kepada diri sendiri dan keluarga.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Kehadiran polisi di sekolah ini berhasil menghapus kesan kaku, memicu motivasi para siswa untuk berani menggantungkan cita-cita setinggi langit di pundak mereka masing-masing.
Penulis : Mamat
Editor : Aan Wahyudi















