PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial di SMK Negeri Sumatera Selatan (Sumsel). Melalui rangkaian kegiatan amaliah Ramadan, sekolah ini tak sekadar mengisi bulan suci dengan agenda seremonial, tetapi menghadirkan aksi nyata yang menyentuh langsung siswa kurang mampu.
Kepala SMK Negeri Sumsel, Zulkarnain, menegaskan bahwa kegiatan amaliah Ramadan dirancang sebagai wadah pendidikan karakter sekaligus bentuk empati terhadap sesama.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan berbagi kepada siswa yang kurang mampu. Kami ingin memastikan tidak ada peserta didik yang merasa sendiri, apalagi di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.
Menurut dia, Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas ibadah. Sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai solidaritas, gotong royong, dan kepekaan sosial kepada seluruh siswa. Karena itu, program amaliah tidak hanya berupa pembagian bantuan, tetapi juga melibatkan siswa dalam proses penggalangan dan penyaluran, agar mereka belajar langsung arti berbagi.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari pengumpulan donasi, pembagian paket sembako, hingga santunan bagi siswa yang membutuhkan. Seluruh civitas sekolah guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik ikut ambil bagian.
Zulkarnain menekankan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter.
“Ramadan adalah ruang terbaik untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian. Kami ingin siswa tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial,” katanya.
Ia berharap, kegiatan amaliah Ramadan ini mampu mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah sekaligus menjadi tradisi yang terus dijaga setiap tahun. Dengan semangat berbagi, SMK Negeri Sumsel berupaya memastikan bahwa keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama tanpa terkecuali,” tutupnya.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Jaks

















