Benih Padi Bantuan Pemerintah di Pagar Alam Belum Ditanam, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Jumat, 20 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. (Photo: Delta Handoko)

Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Intensitas curah hujan yang dinilai masih rendah, membuat sejumlah petani di wilayah kota Pagar Alam menunda tanam padi. Hal ini membuat serapan bantuan benih padi kepada kelompok tani (Poktan), belum seluruhnya disemai.

“Bantuan benih padi yang sudah digelontorkan beberapa waktu lalu oleh petani penerima, masih ada yang menunggu penghujan untuk melakukan penanaman,” ujar Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson, Jum’at (20/8/2021).

Dia menyebutkan, jika bantuan benih sebanyak 25 ton jenis Ciherang dan Mekongga tersebut untuk kebutuhan tanam mencapai sekitar 1.000 hektar. Dengan kebutuhan benih hingga 25 kilogram per hektar tanamnya.

Sisi lain, untuk mencukupi kebutuhan benih tidak menutup kemungkinan sebagian petani membuat benih padi sendiri. Sementara untuk musim penghujan, diperkirakan sekitar Agustus atau September ini petani mulai melakukan tanam.

“Sebab, bulan-bulan sebelumnya curah hujan tidak memungkinkan melakukan tanam di beberapa pertanian yang ada di wilayah Pagar Alam. Sejauh ini, dari 25 ton bantuan benih dari Kementan RI pada Juni, baru sekitar 200 hektar yang sudah melakukan tanam,” terangnya.

Sementara untuk bantuan benih padi sebanyak 25 ton dengan varietas Mekongga dan Ciherang, ditujukan kepada sekitar 73 kelompok tani. Bantuan ini dengan varietas permintaan petani di Pagar Alam, dengan varietas 16,5 ton benih Mekongga dan 8,5 ton benih Ciherang.

Ia mengatakan, adanya bantuan benih padi ini bukan untuk pertama kalinya, namun tahun-tahun sebelumnya sudah dilakukan. Petani terbantu dengan adanya bantuan benih mereka tak lagi membeli benih padi.

“Yang jelas, mengurangi cost atau biaya tanam yang dilakukan petani, karena ada bantun benih,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Disambangi Ketua ARSADA, Wawako Bertha Berharap RSD Besemah Naik Kelas
Walikota Pagar Alam Benahi Sistem Angkut Sampah, Siapkan Tong Sampah dari Ban Dozer Anti Maling
Pagar Alam Gaspol Benahi Layanan Publik, 5 OPD Jadi Lokus Prioritas PEKPPP 2026
Dari Pemadaman ke Pencegahan ,Pagar Alam dan TNI Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Sejak Dini
Warga Pematang Bango Kompak Dukung Dan Kawal Polres Pagar Alam Usut Tuntas Kasus Curas, Siap Turun Tangan Jika Ada Penghalang
Buru Pelangsir !60 Personel Polres Pagar Alam Dikerahkan ke SPBU
Hiburan Malam Berujung Petaka, 1 Nyawa Melayang di Sandar Angin Pagar Alam
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:56 WIB

Disambangi Ketua ARSADA, Wawako Bertha Berharap RSD Besemah Naik Kelas

Rabu, 16 September 2026 - 19:40 WIB

Walikota Pagar Alam Benahi Sistem Angkut Sampah, Siapkan Tong Sampah dari Ban Dozer Anti Maling

Selasa, 15 September 2026 - 21:00 WIB

Pagar Alam Gaspol Benahi Layanan Publik, 5 OPD Jadi Lokus Prioritas PEKPPP 2026

Selasa, 15 September 2026 - 16:29 WIB

Dari Pemadaman ke Pencegahan ,Pagar Alam dan TNI Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Sejak Dini

Senin, 14 September 2026 - 19:19 WIB

Warga Pematang Bango Kompak Dukung Dan Kawal Polres Pagar Alam Usut Tuntas Kasus Curas, Siap Turun Tangan Jika Ada Penghalang

Berita Terbaru

Foto korban saat di TKP

Kriminal

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Senin, 21 Sep 2026 - 18:06 WIB

Kota Palembang

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 Sep 2026 - 17:19 WIB