Bayi Lahir dengan Dua Kepala dan Satu Tubuh, Meninggal

- Redaksi

Sabtu, 15 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses operasi cesar yang dilakukan, Jumat (14/1/2022).
Foto: ist

Proses operasi cesar yang dilakukan, Jumat (14/1/2022). Foto: ist

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bayi lahir di ruang operasi sentral RSMH Palembang dengan operasi caesar, pada Jumat (14/1/2022), pukul 08.20. Terlahir dengan dua kepala dan satu tubuh, akhirnya tidak dapat bertahan.

Saat lahir, bayi berjenis kelamin laki-laki itu langsung dibawa ke ruang perawatan intensif bayi baru lahir. Berat lahirnya 3600 gram, panjang badan 44 cm, dan lingkar kepala kedua bayi, 33 cm. Namun pasca dilahirkan, keadaanya semakin memburuk. Dan akhirnya meninggal pada pukul 11.20. Wib, Jumat (14/1/2022). Atau setelah 3 jam dilahirkan.

Menurut Dr. Indrayadi, Sp.A (K), penyebab kematian diduga karena kondisi paru yang tidak normal. Sebab di satu kepala hanya 1 paru, lalu juga ada kelainan jantung bawaan yang biasanya hampir selalu terdapat pada bayi kembar siam.

Dr. Indrayadi, SpA (K) menyatakan, saat lahir bayi tidak langsung menangis sehingga dilakukan pertolongan bantuan napas. Bayi kemudian bisa kembalo bernapas dan dibawa ke ruang perawatan intensif bayi baru lahir.

Di ruang intensif, bayi kembali tidak bernapas, kemudian dilakukan pemasangan selang bantu napas ke kedua kepala bayi dan dihubungkan ke mesin bantu napas.

Ketika diberi bantuan napas di kepala kanan, tampak hanya dinding dada kanan yang bergerak, dan suara napas hanya terdengar di sebelah kanan. Ketika diberi bantuan napas untuk kepala kiri, hanya dinding dada kiri yang bergerak dan suara napas hanya terdengar di dada kiri. Sehingga dicurigai satu kepala terhubung ke satu paru-paru.

Saat dilakukan foto rontgen tampak 2 tenggorokan, 2 paru, 1 jantung, 2 tulang belakang, 2 lambung, 1 tulang pinggul, 2 lengan dan 2 tungkai. Bayi belum sempat dilakukan pemeriksaan ekokardiografi.

Kondisi bayi semakin alami perburukan, bantuan mesin bantu napas dimaksimalkan, diberikan obat obatan penunjang pompa jantung. Tapi tetap tidak tertolong dan meninggal pukul 11.20 wib. Penyebab kematian diduga karena kondisi paru yang tidak normal (1 kepala hanya 1 paru). Dan adanya kelainan jantung bawaan yang biasanya hampir selalu terdapat pada bayi kembar siam. (Rel)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kota Palembang

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:07 WIB