Batal Berangkat Umrah, Sembilan Jemaah Lapor Polisi

- Redaksi

Senin, 30 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yulian Rais mewakili delapan rekannya melapor ke SPKT Polrestabes Palembang usai batal berangkat umrah. (Photo: Kiki Nardance)

Yulian Rais mewakili delapan rekannya melapor ke SPKT Polrestabes Palembang usai batal berangkat umrah. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Merasa telah dibohongi, Yulian Rais (48) bersama delapan jamaah umroh lainnya mendatangi ruang pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Minggu (29/12) malam.

Kedatangan para jamaah umroh ini untuk melaporkan PT Bin Bilal Indonesia (BBI) selaku Biro Jasa Perjalanan Travel Umroh dan Haji atas tuduhan penipuan dan penggelapan uang jamaah umroh.

Ditemui usai membuat laporan polisi, Yulian mengatakan mereka telah mendaftarkan diri dan menyetorkan sejumlah uang kepada PT Bin Bilal Indonesia untuk berangkat umroh pada 21 Desember 2024.

Menjelang keberangkatan umroh, dia bersama jamaah umroh tak kunjung diberikan informasi. Hingga akhirnya, pada Jum’at (20/12) siang, mereka mendatangi kantor BBI di Jalan AKBP Cek Agus, Kecamatan IT III Palembang.

“Pas disana, baru diberitahu kalau jadwal keberangkatan umroh yang semula dijadwalkan pada 21 Desember 2024 harus ditunda hingga 18 Januari 2025,” kata Yulian saat diwawancarai awak media.

Masih dikatakan Yulian, dia bersama delapan jamaah umroh lainnya merasa keberatan dengan pembatalan sepihak yang dilakukan oleh PT Bin Bilal Indonesia, sehingga membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Kita yang baru melapor sembilan orang. Kita sudah mendatangi pihak travel dan kami tidak terima pembatalan itu. Alasan mereka hotel penuh. Kami minta kembalikan uang tempo 3 hari, tetapi mereka tidak ada jawaban,” jelasnya.

Akibat dari kejadian itu, kesembilan jamaah umroh ini harus mengalami kerugian mencapai Rp324 juta. “Satu orang tidak tentu berapa sudah setorkan uang, bervariasi jumlahnya,” imbuh Yulian.

Kini laporan korban telah diterima petugas piket SPKT Polrestabes Palembang dengan nomor LP/B/3583/XII/2024/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel. (ANA)

Berita Terkait

Ditikam Besi Lancip, Pemuda di Kertapati Bersimbah Darah Diduga Jadi Korban Dendam Mantan Rekan Kerja
Dirudapaksa Oleh Kakek Sendiri AT  Laporan Polisi
Anggota Samapta Polrestabes Palembang Amankan 5 Jukir Meresahkan Warga
Pelaku Curanmor diringkusi Unit Ranmor Polrestabes Palembang
Tak Terima Dipolisikan Terkait Dugaan Penganiayaan, Fauzan Layangkan Laporan Balik
Gasak Genset di Teras Rumah, Pemuda Asal Pangkalan Bulian Diciduk Polisi
Terciduk Suami Bersama Pria Lain di Kamar Homestay, Ini Penjelasan Istri
Polda Sumsel Bongkar Tambang Batubara Ilegal di Muba

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 16:58 WIB

Ditikam Besi Lancip, Pemuda di Kertapati Bersimbah Darah Diduga Jadi Korban Dendam Mantan Rekan Kerja

Senin, 16 Februari 2026 - 16:37 WIB

Anggota Samapta Polrestabes Palembang Amankan 5 Jukir Meresahkan Warga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:21 WIB

Pelaku Curanmor diringkusi Unit Ranmor Polrestabes Palembang

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:50 WIB

Tak Terima Dipolisikan Terkait Dugaan Penganiayaan, Fauzan Layangkan Laporan Balik

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:01 WIB

Gasak Genset di Teras Rumah, Pemuda Asal Pangkalan Bulian Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Jakarta

TNI AL Gelar Latihan Anti Akses Dan Anti Amfibi

Senin, 16 Feb 2026 - 17:01 WIB