Baru 24% Warga RI Divaksin Covid-19

- Redaksi

Senin, 2 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi vaksin. Foto: net

Ilustrasi vaksin. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA | Pemerintah melaporkan, sebanyak 67 juta dosis vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada masyarakat di Indonesia, atau setara dengan 24,49% dari total populasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual melalui Siaran Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (1/8/2021) dilansir dari cnbc indonesia.

Indonesia sendiri hingga saat ini telah menyuntikkan lebih dari 67 juta dosis vaksin covid atau tepatnya 67.761.337 dosis atau sekitar 24,49% dari total populasi di Indonesia,” jelas Retno.

Berdasarkan pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom, Retno menyampaikan bahwa masih terjadi kesenjangan vaksinasi pada tingkat global.
Jumlah dosis tidak sebanding dengan banyaknya populasi di dunia. Misalnya saja di kawasan Eropa yang baru menyuntikkan vaksinasi kepada 84,9% rakyatnya. Sementara di kawasan Amerika Utara sebesar 82,5%.

Sementara di kawasan negara berkembang seperti Afrika Selatan baru mencapai 4,6% penyuntikan vaksin dan kawasan ASEAN baru mencapai 21,7%.
Kendati demikian, pemerintah optimistis dengan adanya kedatangan vaksin Covid-19 dari berbagai sumber, Indonesia bisa dapat mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat.

“Dan diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka kematian. Dengan bekerja keras dan disiplin, seraya berdoa Indonesia bisa keluar dari krisis ini,” jelas Retno.

Dalam kesempatan yang sama, Retno juga menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 dunia. Menurutnya, seminggu terakhir, dunia masih menghadapi kenaikan kasus global sebesar 9%
“Pada 30 Juli 2021, Dirjen WHO bahkan menyampaikan bahwa dalam empat minggu terakhir, kenaikan kasus global meningkat 80% akibat varian delta,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak negara khususnya di bagian Asia Tenggara mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Maka dari itu, kerja keras bersama penting untuk dilanjutkan agar tren penurunan dapat terjadi termasuk di Indonesia.
Angka kematian dunia akibat Covid-19, kata Retno juga mengalami kenaikan sebesar 10% dibandingkan minggu lalu, lanjut Retno.

“Pada periode 19 sampai 25 Juli 2021 WHO juga mencatat jumlah kematian sebesar 69.000 orang atau naik 21% dibanding minggu sebelumnya,” kata Retno melanjutkan. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

fhoto : edusksi b2sa goes to schol oleh dkpp lota pagar alam

Pagar Alam

Pagar Alam Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi 

Senin, 25 Mei 2026 - 17:40 WIB