Banyuasin Telah Tetapkan Status Siaga Karhutla

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana. Foto: Reza Mardiansyah

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana. Foto: Reza Mardiansyah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut saat ini sudah ada lima wilayah yang telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya adalah Kabupaten Banyuasin.

“Sekarang Kabupaten Banyuasin telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Jadi, saat ini sudah lima daerah di Sumsel telah menetapkan status tersebut,” kata Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyabana pada, Jum’at (13/6/2025).

Sebelumnya, empat daerah yang lebih lebih dahulu menetapkan status siaga karhutla yaitu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih.

oleh sebab itu, dengan ditetapkannya status siaga darurat karhutla di empat kabupaten tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan langsung menaikkan status siaga darurat karhutla.

Ia mengatakan jika pihaknya akan menargetkan kenaikan status itu pada bulan ini juga, mengingat sejumlah parameter indikasi terjadinya karhutla sudah ada.

“Tentunya, keputusan tergantung dari tanda tangan Gubernur Sumsel,” katanya.

Kemudian, jika keputusan tersebut telah ditetapkan oleh oleh gubernur, pihaknya akan mengajukan bantuan penanganan karhutla ke pemerintah pusat.

“Setelahnya, kami akan mengajukan bantuan ke pusat berupa tiga helikopter pembom air dan satu helikopter patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Kami juga akan apel siaga yang dilakukan akhir Juni nanti,” tegasnya.

Ia mengungkapkan pihaknya mengajukan satu helikopter patroli dan tiga helikopter untuk operasi water bombing untuk penanganan karhutla selama musim kemarau Tahun 2025.

“Dalam rapat bersama Menkopolhukam diputuskan untuk sementara kami mengajukan satu helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing. Nantinya, keberadaan helikopter ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan di Sumatera Selatan,” ungkap dia.

Berita Terkait

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional
Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang
KTP Dipinjam Bos, Siti Malah Diteror Debt Collector Pinjol Rp3,5 Juta
Tim Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pelaku Curanmor dalam OPS SIKAT-I MUSI 2026
Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Abdul Karim Divonis 1 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan JPU
Warga Lampung Tewas Dikeroyok di Palembang, Alami Luka Tusuk di Dada dan Punggung

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:48 WIB

SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KTP Dipinjam Bos, Siti Malah Diteror Debt Collector Pinjol Rp3,5 Juta

Berita Terbaru