Angka Kemiskinan Sumsel Turun, Lebih dari 29 Ribu Penduduk Keluar dari Garis Kemiskinan

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto. Foto: Tia

Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan signifikan dalam enam bulan terakhir, yakni sebanyak 29 ribu orang atau turun 0,36 persen dalam enam bulan terakhir.

Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto menyebut persentase kemiskinan turun dari 10,51 persen pada September 2024 menjadi 10,15 persen pada Maret 2025.

“Penurunan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk melimpahnya produksi gabah, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), tingginya harga komoditas ekspor, serta program diskon dari pemerintah,” ujar Wahyu, Jum’at (25/7/2025).

Ia mengatakan capaian tersebut dinilai sebagai langkah positif menuju target satu digit angka kemiskinan.

“Biasanya pemerintah daerah menginginkan kemiskinan berada di bawah 10 persen. Sekarang sudah mendekati. Menurunkan angka kemiskinan itu butuh upaya dan anggaran yang besar. Maka capaian 29 ribu ini cukup fantastis,” katanya.

Ia menjelaskan penurunan angka kemiskinan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor pada triwulan pertama 2025.

“Pengaruh penurunan ini antara lain produksi gabah yang melimpah, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), peningkatan harga komoditas ekspor, serta sejumlah kebijakan subsidi dan diskon dari pemerintah,” jeasnya.

Diketahui, garis kemiskinan pada Maret 2025 berada di angka Rp581.702 per kapita per bulan. Komponen pengeluaran makanan menyumbang sekitar Rp436.639 atau 75,06 persen, sedangkan pengeluaran non-makanan sebesar Rp145.063 atau 24,94 persen.

Komoditas pangan yang paling memengaruhi garis kemiskinan antara lain beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam, dan mi instan.

“Penurunan tingkat kemiskinan ini merupakan indikator keberhasilan program pengentasan kemiskinan dan pengendalian inflasi pangan yang dilaksanakan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah,” ucap dia.

Berita Terkait

APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 
Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta
BATIQA Hotel Palembang Hadirkan Paket MABAR, Makan Siang Sepuasnya Rp90 Ribu
Kuasa Hukum Minta Tersangka Penggelapan Mobil Segera Ditahan, Polsek Ilir Timur II Masih Evaluasi
Gelapkan Motor Teman, RF Berurusan Dengan Unit Ranmor
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Jumat, 11 September 2026 - 14:59 WIB

Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Jumat, 11 September 2026 - 14:55 WIB

Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta

Jumat, 11 September 2026 - 14:16 WIB

BATIQA Hotel Palembang Hadirkan Paket MABAR, Makan Siang Sepuasnya Rp90 Ribu

Berita Terbaru