Akibat Jerambah Amruk, Puluhan Ton Hasil Kebun Sulit Dibawa

- Redaksi

Jumat, 11 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ismail

AMBRUK : Jerambah Ayek Penindaian berada di Desa Penandingan, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi ambruk setelah diterjang banjir bandang, Jumat (11/3/2022).

Foto : Ismail AMBRUK : Jerambah Ayek Penindaian berada di Desa Penandingan, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi ambruk setelah diterjang banjir bandang, Jumat (11/3/2022).

Suarapublik.id, Lahat – Akhir Desember 2021 silam, di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, tepatnya di Desa Penandingan terjadi banjir bandang, sehingga jerambah (Jembatan, red) Ayek Penindaian sepanjang lebih kurang 10 meter dan lebar 4 meter ambruk. Sehingga puluhan ton hasil bumi berupa kopi dan padi sulit dibawa keluar.

Merlysa Oktavera (38) warga Desa Penandingan membenarkan, kejadian ambruknya jerambah tersebut sebenarnya dua kali, peristiwanya pada tahun yang sama.

“Pertama waktu bulan puasa, itupun kondisinya sudah setengah ambruk, tetapi, kendaraan roda dua dan empat masih bisa melintas,” terangnya, Jumat (11/3/2022).

Dirinya menambahkan, barulah banjir bandang ke dua, diakhir Desember 2021 betul-betul ambruk dengan kedalaman 3 meter.

“Akses tersebut, merupakan jalan usaha tani (JUT), setidaknya ratusan hektar sawah dan kebun ada disana. Kini warga harus menempuh jalan kaki, dan kendaraan mesti ditinggalkan mengingat jerambah tidak bisa digunakan lagi,” beber Merlysa.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Penandingan, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Leo Andika SE membenarkan, ambruknya jembatan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kecamatan maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Mereka (BPBD Lahat, red) telah turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi jembatan dimaksud,” ulasnya.

Dirinya berharap, agar kiranya instansi terkait dapat memperbaiki Jembatan Ayek Penindaian, sebab, banyak warga berkebun dan bercocok tanam padi.

“Ada akses lain, akan tetapi, jarak tempuhnya terlalu jauh menuju ke sawah dan kebun. Oleh karena itulah, besar harapan kami, supaya segera diperbaiki,” pungkas Leo Andika.

Berita Terkait

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat
Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat
Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat
Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB