3,4 Juta Pelanggan Sudah Normal, PLN Masih Cari Sebab Pasti Terjadinya Gangguan Transmisi

- Redaksi

Rabu, 5 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manager Komunikasi dan TJSL PLN S2JB, Iwan Arisetiyadhi. Foto : Reza

Manager Komunikasi dan TJSL PLN S2JB, Iwan Arisetiyadhi. Foto : Reza

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT PLN UID Sumsel, Jambi dan Bengkulu (S2JB) mengkonfirmasi jika saat ini sebanyak 3,4 Juta pelanggan yang terkena dampak gangguan pemadaman listrik telah kembali Normal.

“Dari 4,3 pengguna yang terdampak, sudah 3,4 atau 80 persen lebih yang telah kembali normal, di wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu,” kata Manajer Komunikasi dan TJSL Iwan PLN S2JB.

Menurutnya, hingga saat ini masih pemulihan. Untuk di Sumsel sudah 74 persen menyala, Bengkulu sudah 80 persen, Jambi baru sebagian, Lampung baru 60 persen yang menyala dan Babel sudah normal.

“Dari keseluruhan wilayah S2JB, tinggal 1 Juta pelanggan yang masih belum normal,” ungkapnya.

Iwan menegaskan, saat ini timnya masih mencari penyebab pasti pemadaman akibat gangguan transmisi SUTT 275 kV Linggau – Lahat yang berimbas di Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi dan Bengkulu.

“Kita masih belum bisa memastikan apa penyebab utama gangguan transmisi tersebut, petugas kita saat ini masih berusaha dengan optimal mendalami untuk menelusuri penyebab pastinya. Tapi saat ini kamis fokus dalam pemulihan kembali 100 persen,” jelasnya.

Gangguan yang berimbas merata di seluruh wilayah pulau Sumatera, juga diakui Iwan sebagai dari dampak dari gangguan transmisi yang sama. “Kerena PLN saat ini sudah ter-interkoneksi, jadi Gangguan itu juga berimbas pada Provinsi lain di Sumatera dari Lampung hingga Aceh, Namun sudah ada yang kembali normal seperti Babel dan Aceh,” jelasnya.

Sedangkan adanya Daya yang naik turun yang dialami pelanggan selama proses pemulihan. Doaku Iwan memang terjadi karena masih dalam proses penstabilan dan memang butuh waktu. “Jadi Kami sedang mengupayakan agar stabil. Kalau secara sistem yang tadinya sudah normal mati jadi kembali ke awal lagi. Jadi ibarat timbangan suplai dan demand harus imbang. Itu yang masih dalam proses penormalan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sudah 9 Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Palembang Belum Ada Penangkapan
Warga Sungai Keruh Apresiasi Respon Cepat Bupati HM Toha Tohet, Jalan Keramat Jaya Kembali Normal
Slank – HS Apresiasi Budak Palembang: Tetap Aman Meski Penonton Konser Membludak!
Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Sambang Warga, Sosialisasikan Program ‘Quick Response’ dan Zona Zero Kriminalitas
Polsek Buay Madang Timur Monitoring Pertashop, Pastikan Distribusi BBM Aman dan Cegah Antrean
Bank Sumsel Babel dan Polda Sumsel Perkuat Sinergi Pengamanan Layanan Perbankan
Ketika Santri Zidny Ilma Belajar Menerjemahkan Alquran Kata demi Kata
Romantisme Owner HS Haji Suryo: HS Rokoknya Orang Sumatera

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:50 WIB

Sudah 9 Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Palembang Belum Ada Penangkapan

Senin, 25 Mei 2026 - 10:43 WIB

Warga Sungai Keruh Apresiasi Respon Cepat Bupati HM Toha Tohet, Jalan Keramat Jaya Kembali Normal

Senin, 25 Mei 2026 - 08:08 WIB

Slank – HS Apresiasi Budak Palembang: Tetap Aman Meski Penonton Konser Membludak!

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:31 WIB

Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Sambang Warga, Sosialisasikan Program ‘Quick Response’ dan Zona Zero Kriminalitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:25 WIB

Polsek Buay Madang Timur Monitoring Pertashop, Pastikan Distribusi BBM Aman dan Cegah Antrean

Berita Terbaru