Nama : Sakina Adya Muthia
NIM : PO7124126006
Prodi : D III Kebidanan
Pancasila Sebagai Fondasi Karakter Hidup Kita
Pancasila bukanlah sekedar teks sejarah atau simbol yang dipajang didinding kelas. Pancasila adalah jiwa, pandangan hidup, dan idemtitas sejati bangs Indonesia. Oleh karna itu, menjadikan Pancasila sebagai fondasi karekter hidup kita. Saya menyakini bahwa lima nilai dasar Pancasila adalah refleksi nyata dari cara saya berfikir, bersikap, dan bertindak dakam lingkungan sosial.
Penerapan nilai Pancasila dalam karakter diri saya Pertama, nilai ketuhanan yang maha esa berarti pengakuan terhadap kedaulatan tuhan serata kewajiban moral religious. Bagi diri saya pribadi, nilai spiritual ini diwujudkan melalui komitmen menjalankan ibadah, serta menumbuhkan sikap toleransi untuk selalu menghormati perbedaan agama teman-teman disekitar saya, tidak menjauhi teman yang beragama lain dan tidak mengejek-ngejek teman yang beragama lain. Bagi saya itu tidak boleh itu adalah hal yang tak menerapkan nilai Pancasila ini.
Kedua, kemanusian yang adil dan beradab dalam deskripsi kepribadian, saya menerapkannya mengembangkan empati, memanusiakan manusia dengan adil dan beretika, bertutur kata sopan, serta menghargai harkat martabat sesame tanpa membedakan status sosial mereka. Dan kita harus membantu sesame yang sedang kesulitan tanpa mengharapkan imbalan, menolak kekerasan segala bentuk perundungan (bullying) di sekitar saya.
Ketiga, persatuan Indonesia kuat menjaga kerukunan nasional diatas perbedaan. Hal ini tercermin nyata dalam kehidupan saya yang selalu mengutamakan kepentingan bersama, aktif menjaga keharmonisan orang sekitar saya, serta serta menghindari perpecahan komunitas.Dan kita harus berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, ras, atau status sosial, dan saya bangga menggunakan produk-produk buatan kota saya maupun daerah saya untuk mendukungnya.
Keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dalam organisasi, saya selalu mengedepankan ruang diskusi terbuka, mendengar pendapat orang lain dengan lapang dada, bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah bersama, dan menekan ego pribadi demi mencapai keputusan terbaik seperti menerima hasil keputusan orang lain dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Bagi saya, nilai ini diwujudkan melalui aksi nyata saling membantu sesama yang membutuhkan, bersikap hemat, serta menghargai hasil karya orang lain. Secara keseluruhan, lima Pancasila ini telah menyatu dan membentuk jati diri saya yang seutuhnya. Pancasila bukan lagi sekedar hafalan teori formal, melainkan jiwa aktif yang menuntun saya menjadi pribadi peduli dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.









