oleh

20 Anggota Arisan, Rampas Barang-Barang Berharga Milik Bandar

-Hukum, Polda Sumsel-31 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Melati Suci Murni (27), warga jalan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), harus menelan pil pahit.

Pasalnya, peserta arisan online melakukan perampasan atau pencurian barang-barang berharga miliknya. Melati sendiri diketahui selaku bandar arisan online

Aksi yang dilakukan lebih dari 20 orang itu, terjadi pada 19 September 2022 sekitar pukul 13.29 WIB di kediaman korban dan mertuanya. Dan peristiwa ini dilaporkan korban bersama kuasa hukumnya M Aminuddin SH MH ke SPKT Polda Sumsel, Rabu (21/9/2022).

Amin Tras, selaku pengacara Melati mengatakan, bahwa sebelum kejadian, korban bersama suaminya mendatangi kantor Advokat pengacara Amin Tras dan Associates di jalan Bungaran, Kecamatan Jakabaring pada 17 September 2022 lalu.

Baca Juga  Antisipasi Peredaran, Polda-Polrestabes Tambah Kampung Anti Narkoba

Usai melakukan penandatanganan kuasa, kliennya memberikan pengumuman di grup Facebook, WhatsApp mengenai permasalahan arisan online.

“Di sana kliennya membuat pengumuman akan bertanggung jawab atas arisan onlinenya tersebut dengan mencantumkan nomor saya sebagai kuasa hukumnya,” ungkapnya.

Usai mencantumkan nomor tersebut dia mengungkap, peserta arisan menghubunginya, sehingga disitu ia menyampaikan amanat kliennya untuk bertanggung jawab.

“Pada 18 September 2022 klien kami mempunyai itikad baik dengan mencicil uang peserta arisan online via rekening,” ungkapnya.

Namun, pada 19 September 2022 sebagian peserta arisan lebih kurang 20 orang lebih mendatangi rumah kliennya, mertuanya, dan toko kliennya untuk merampas dan mencuri mobil, isi rumah hingga dua toko korban.

Baca Juga  Antisipasi Peredaran, Polda-Polrestabes Tambah Kampung Anti Narkoba

“Mobil dan dua toko itu dirampas oleh peserta arisan online, dan dari informasi yang kami dapatkan bahwa usai kejadian tersebut, orang tua suami klien kami shock hingga dilarikan ke rumah sakit,” bebernya.

Oleh karena itu pihaknya melaporkan anggota arisan online berinisial EV, orang pertama kali melakukan perampasan mobil milik kliennya sehingga diikuti oleh peserta arisan online lainnya.

“Hal ini kami duga mereka tidak sabar untuk meminta uangnya kembali. Kami juga sudah melakukan pendekatan dan mencoba untuk mencicil tapi mereka tidak terima,” tambahnya.

Baca Juga  Antisipasi Peredaran, Polda-Polrestabes Tambah Kampung Anti Narkoba

Untuk jumlah yang ikut arisan, sekitar 200 orang, dan melakukan perampasan sekitar kurang lebih 20 orang lebih, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 200 juta.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi melalui Kasubbid Penmas Bid Humas, AKBP Erlangga membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah diterima anggota SPKT kami dan akan segera ditindak lanjuti oleh anggota kami “pungkasnya. (*)

Komentar