Ungkap Kematian Remaja 13 Tahun, Forensik Gunakan Pemeriksaan Toksikologi dan Patologi

- Redaksi

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Penyebab kematian remaja 13 tahun berinisial ANF, yang tewas usai berkompetisi minum jamu dengan kakak iparnya berinisial RK sampai saat ini masih misterius.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra Nasution mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian dari ANF.

Oleh karena itu, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan dengan menggunakan dua metode yakni metode Toksikologi dan Patologi Anatomi.

“Organ dalam kita ambil untuk dilakukan  pemeriksaan Toksikologi dan juga kita lakukan pemeriksaan Patologi Anatomi karena kita lihat organ dalam tadi ada kelainan,” kata dia saat ditemui usai Autopsi jenazah ANF, Kamis (19/12) dini hari.

Dr Indra menjelaskan, pemeriksaan Toksikologi dilakukan untuk mengetahui apakah ANF tewas karena diracun. Sedangkan pemeriksaan Patologi Anatomi dikarenakan paru-paru korban tidak seperti biasanya.

“Kita ambil organ dalam untuk memeriksa racun tadi, Toksikologi. Karena ada organ yang kelainan, kita jika pemeriksaan Patologi Anatomi. Perubahan pada organ paru, tidak seperti biasa, makanya kita lakukan pemeriksaan Patologi Anatomi,” jelas dia.

Untuk itu, dia pun masih menunggu hasil pemeriksaan Toksikologi untuk mengetahui penyebab kematian ANF. Apakah diracun atau ada penyebab lainnya.

“Keracunan itu kita masih menunggu pemeriksaan toksikologi lagi. Kalau keracunan, tergantung di pakai racun yang mana, yang asam atau basah, kan tipe beda-beda. Maka itu periksa Toksikologi tadi,” jelas dia.

“Kalau dia punya kantung tabung penuh berisi sisa makanan, itulah yang kita kirim. benar atau tidak (diracun) belum tahu,” tegas dia.

Namun untuk hasil pemeriksaan luar, dr Indra menyebutkan ada tanda-tanda kekerasan. Akan tetapi, dirinya tidak mengetahui luka itu dikarenakan terjatuh atau dipukul orang.

“Ada lecet di dahi, dagu, kaki kiri kanan,  dari pemeriksaan luar. Bibir biru, ibu jari dibawah tangan biru juga, menandakan matinya kekurangan oksigen. Tapi untuk penyebab kematian tidak tahu,” jelas dia. (ANA)

Berita Terkait

Senggolan Motor Berujung Tragis, Petani di Banyuasin Tewas Ditusuk
Unit Reskrim Polsek Plaju Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Nenek 
Parkir Mobil Spion Mobil RH Raib Dicuri
Viral Diduga Hendak Mencuri Motor, Pelaku Ditangkap Warga 
Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta
Gelapkan Motor Teman, RF Berurusan Dengan Unit Ranmor
Kapolsek Sukarami Bergerak Cepat Salah Satu Pelaku Pemalakan Viral Diringkus
Jual Sabu, Muhammad Sangaji Divonis 6 Tahun 6 Bulan dan Denda Rp1 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:30 WIB

Senggolan Motor Berujung Tragis, Petani di Banyuasin Tewas Ditusuk

Sabtu, 12 September 2026 - 15:27 WIB

Unit Reskrim Polsek Plaju Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Nenek 

Sabtu, 12 September 2026 - 15:25 WIB

Parkir Mobil Spion Mobil RH Raib Dicuri

Sabtu, 12 September 2026 - 15:23 WIB

Viral Diduga Hendak Mencuri Motor, Pelaku Ditangkap Warga 

Jumat, 11 September 2026 - 14:55 WIB

Dibilang Akun Shopee Diretas, Syadiah Tertipu Hingga Rp 10 Juta

Berita Terbaru