Tuntutan Kontroversi Pasukan Hitam Terhadap Gubernur, Soal Vaksin dan Dugaan KKN Menteri

- Redaksi

Jumat, 10 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bersatu yang mengatasnamakan Pasukan Hitam, mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (10/12/2021).

Puluhan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bersatu yang mengatasnamakan Pasukan Hitam, mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (10/12/2021).

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Puluhan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bersatu yang mengatasnamakan Pasukan Hitam, mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (10/12/2021).

Kedatangan Aliansi Pasukan Hitam menuntut Gubernur Sumsel, Herman Deru, terkait hak asasi masyarakat agar bisa memilih sendiri vaksin yang digunakan, serta hak untuk dilayani secara administratif dalam pelayanan publik tanpa persyaratan vaksin.

“Kami meminta agar vaksin itu bisa dipilih dengan apa yang kami inginkan, tidak langsung dipilihkan pihak Puskesmas,” kata Koordinator Lapangan (Korlap), Medi Susanto, di depan Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Medi juga mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tidak boleh memaksa agar masyarakat melakukan vaksinasi. “Jika ada masyarakat yang sakit dan tidak bisa melaksanakan vaksin, tidak mungkin dia dipaksa,” tegasnya.

Tak hanya itu, Aliansi Pasukan Hitam juga meminta usut tuntas dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri BUMN Erick Thohir atas dugaan bisnis tes polymerase chain reaction (PCR).

“Pemerintah itu tidak boleh berbisnis dengan masyarakatnya sendiri,” jelasnya.

Menangapi hal itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan vaksinasi itu adalah hak dari masyakarat Indonesia untuk melakukannya. “Jika tidak vaksinasi bisa saja merugikan yang sudah melakukan, karena tidak herd immunity di tempat keramaian,” terang Deru.

Terkait, usut tuntas dugaan KKN yang dilakukan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri BUMN Erick Thohir, atas dugaan bisnis tes PCR, Herman Deru tidak bisa bercomentar karena itu adaah wewenang Pemerintah Pusat.

“Kalau masalah itu, saya tidak bisa berkomentar karena itu adalah wewenang pemerintah pusat. Jadi saya tidak bisa berkomentar,” tegasnya. (ANA)

Berita Terkait

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang: Saksi Sebut Ada Permintaan “Jatah” 51 Persen Saat Pencairan Termin Proyek
Astra Motor Sumsel Resmi Perkenalkan New Honda Vario Evo 160
Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi
Sidang Perdana, Mantan PPK UIN Raden Fatah Didakwa Rugikan Negara Rp2,12 Miliar dalam Proyek Guest House
Diduga Dianiaya Saat di Dalam Kamar Mandi, Buruh Harian Polisikan Rekan Kerja
Pastikan Pagar Alam Hadir Dengan Wajah Terbaik Di Level Nasional, Wawako Hj. Bertha Tinjau Stan ICE APEKSI Medan
Gegara BPKB Motor, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Berdarah
Kisah Inspiratif Alumni BLK Sekayu: Mengudara ke Negeri Sakura, Naufal Yudha Utama Jadi Pemantik Semangat Generasi Unggul Muba

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:42 WIB

Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang: Saksi Sebut Ada Permintaan “Jatah” 51 Persen Saat Pencairan Termin Proyek

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:14 WIB

Astra Motor Sumsel Resmi Perkenalkan New Honda Vario Evo 160

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:07 WIB

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:05 WIB

Sidang Perdana, Mantan PPK UIN Raden Fatah Didakwa Rugikan Negara Rp2,12 Miliar dalam Proyek Guest House

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:03 WIB

Diduga Dianiaya Saat di Dalam Kamar Mandi, Buruh Harian Polisikan Rekan Kerja

Berita Terbaru

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kota Palembang

Bobol Rumah Saat Korban Berjualan, Pria di Palembang Dibekuk Polisi

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:07 WIB