Tingkatkan Level Pencegahan Anda Dengan Pemeriksaan Genomik, Promo Buy 1 Get 1

- Redaksi

Jumat, 17 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK, Palembang – Sebelum pandemi sampai saat ini terus terjadi peningkatan tren penyakit tidak menular, terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan kanker. Peningkatan tren ini juga diikuti oleh pergeseran pola penyakit, dulu lebih umum terjadi pada usia lanjut, namun kini mulai banyak mengancam usia produktif.

Sudah sering kita dengar bahwa untuk pencegahan penyakit dianjurkan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat seperti diet sehat dan rutin berolahraga. Akan tetapi, tahukah bahwa setiap orang memiliki variasi genetik berbeda yang ternyata dapat memengaruhi risiko penyakit yang ditimbulkan. Begitu pula dalam hal pengelolaan kesehatan seperti diet dan olahraga, variasi genetik yang dimiliki pada setiap orang juga dapat memengaruhi respon yang berbeda terhadap nutrisi atau hasil dalam berolahraga yang dijalaninya. Maka jangan heran, jika ada orang yang sering makan banyak namun tubuhnya tidak gemuk atau sebaliknya. Atau, ada orang yang baik-baik saja minum kopi, sementara orang lain mengalami efek samping jika meminumnya. Atau, ada orang yang melakukan jenis olah raga kardio dapat langsung memperoleh manfaat penurunan berat badan, namun ada orang yang tidak merasakan manfaat apapun dengan melakukan jenis olah raga kardio.

Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan secara personal untuk pengelolaan kesehatan agar dapat melakukan tindakan preventif yaitu pencegahan sedari dini secara lebih optimal. Pendekatan secara personal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan pendekatan genomik. Singkatnya, pendekatan genomik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tubuh diri sendiri dan bagaimana variasi genetik mempengaruhi risiko penyakit serta respon terhadap pengelolaan kesehatan yang dijalani sehingga dapat lebih tepat dan sesuai dalam upaya mencapai tujuan kesehatan.

Prodia Genomics merupakan pemeriksaan dengan pendekatan genomik untuk memprediksi risiko penyakit dan panduan gaya hidup lebih sehat sebagai investasi kesehatan masa depan. Prodia Genomics terbagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu predictive & preventive genomics dan lifestyle genomics. Predictive & preventive genomics adalah pemeriksaan genomik yang bertujuan untuk memprediksi risiko penyakit, seperti kanker, diabetes, autoimun, kardiovaskular, dan sebagainya berdasarkan profil genomik. Semetara, lifestyle genomics adalah pemeriksaan genomik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gaya hidup, termasuk kesehatan kulit dan rambut, pemilihan jenis olahraga dan diet berdasarkan profil genomik.

Ermayanti Branch Manager Prodia Sumsel mengatakan, tes Prodia Genomics dapat dilakukan mulai dari usia 18 tahun dan cukup satu kali saja seumur hidup. Tes ini bersifat preventif dan disarankan untuk konsultasi dengan dokter spesialis agar mendapatkan rekomendasi tindakan pencegahan dan manajemen kesehatan yang lebih optimal.

“Kita juga ada penawaran khusus Buy 1 Get 1* untuk semua tes Prodia Genomics selama bulan Juni 2022. Penawaran khusus ini berlaku untuk transaksi langsung di cabang Prodia dan pemesanan online melalui aplikasi Prodia Mobile. Manfaatkan juga fitur layanan Home Service dan gratis chat dengan dokter hanya di aplikasi Prodia Mobile. Informasi lebih lanjut kunjungi www.prodia.co.id atau hubungi Kontak Prodia melalui layanan WhatsApp 0855 1500 830 atau call center 1500 830. *) Syarat dan ketentuan berlaku,”promosinya.(ril)

Berita Terkait

Motor Driver Ojol Raib Digondol Maling
KKJ Soroti Gugatan terhadap 25 Media di Palembang: Dinilai Ancam Kemerdekaan Pers
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Polsek Buay Madang Timur Pantau Debit Air Sungai Macak dan Irigasi BK
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Buay Madang Timur Kawal Penyaluran 5 Ton Jagung ke Bulog
Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Pagar Alam Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi 

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:06 WIB

Motor Driver Ojol Raib Digondol Maling

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:47 WIB

KKJ Soroti Gugatan terhadap 25 Media di Palembang: Dinilai Ancam Kemerdekaan Pers

Senin, 25 Mei 2026 - 21:12 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Buay Madang Timur Kawal Penyaluran 5 Ton Jagung ke Bulog

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:54 WIB

Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying

Berita Terbaru

Motor Driver Ojol Raib Digondol Maling

Kota Palembang

Motor Driver Ojol Raib Digondol Maling

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:06 WIB