Tinggal Bersama Ayam dan Kucing di Rumah Reyot, Romla Berharap Bantuan Pemerintah

- Redaksi

Sabtu, 19 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tinggal di rumah kayu yang reyot dan nyaris roboh, Romla (67), warga Jalan Faqih Usman Lorong Murni RT 05 Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, terpaksa harus bertahan hidup di tengah keadaan ekonomi yang kurang berkecukupan.

Dimana dari pantauan wartawan yang datang langsung ke kediamannya, Sabtu (19/3/2022), terlihat tidak hanya rumah tersebut nyaris roboh, keadaan di dalam rumahnya pun sangat memprihatinkan.

Sebab, wanita lansia yang tinggal bersama kedua anak dan kakaknya tersebut, hidup bersama ayam dan kucing. Suara kokokan ayamnya tak henti-hentinya terdengar di dalam rumah.

Romla mengatakan, keadaan yang dialaminya ini sudah 15 tahun dia jalani pasca suaminya meninggal dunia. “Sudah 15 tahun kami tinggal di rumah yang miring ini akibat terpaan angin dikala hujan datang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, selama 15 tahun tinggal di rumah tersebut sudah ada upaya dari sanak keluarga dan tetangga mengusulkan bantuan. Namun, apa daya sampai dengan saat ini tidak ada satu bantuan pun yang datang.

Tidak hanya itu kondisi tubuh ibu Romla yang bergetar karena sakit, ia bertahan demi menghidupi kedua anak dan kakaknya. Wanita lansia tersebut harus banting tulang menghidupi keluarganya tersebut dengan berjualan ikan asin di pasar. Puluhan ribu setiap hari ia dapatkan dari jualan ikan asin hanya cukup untuk makan sehari hari saja.

“Jual ikan asin dapat paling Rp60 ribu sampai Rp100 ribu. Aku sisihkan separuhnya untuk modal jual lagi dan untuk biaya makan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap, Pemerintah Kota Palembang dapat memberikan bantuan kepada dirinya agar di kala hujan datang atau hujan lebat dirinya tidak takut atau harus pindah ke dapur tempatnya masak. (ANA)

Berita Terkait

Sidang Korupsi BTN e-Batara Pos: Saksi Kerap Jawab ‘Lupa’, Kuasa Hukum Pertanyakan Kredibilitas
Kejari Palembang: Penyidikan Korupsi Lampu Jalan dan Solar Cell Terus Dikebut. 
Ahli Dewan Pers: Sengketa Jurnalistik Harus Diselesaikan di Dewan Pers, Sidang Gugatan 25 Media Ditunda Lagi
Diserang Pria Bersenjata Tajam Saat Jemput Teman, Pemuda di Palembang Alami Luka Robek di Kepala
Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Bocah 6 Tahun Alami Iritasi Mata, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Kejari Palembang Periksa 69 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Lampu Jalan, Delapan Anggota DPRD Sudah Dimintai Keterangan
GRANSI dan Forum LSM Bersatu Desak Kejari Palembang Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI
Kebakaran Hanguskan Counter HP dan Warung Seblak di Plaju, Tiga Bedeng Ikut Terdampak

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Sidang Korupsi BTN e-Batara Pos: Saksi Kerap Jawab ‘Lupa’, Kuasa Hukum Pertanyakan Kredibilitas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Kejari Palembang: Penyidikan Korupsi Lampu Jalan dan Solar Cell Terus Dikebut. 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Ahli Dewan Pers: Sengketa Jurnalistik Harus Diselesaikan di Dewan Pers, Sidang Gugatan 25 Media Ditunda Lagi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Diserang Pria Bersenjata Tajam Saat Jemput Teman, Pemuda di Palembang Alami Luka Robek di Kepala

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Bocah 6 Tahun Alami Iritasi Mata, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru