Terungkap, Penyebab Konsulen Anestesi RSMH Lakukan Perundungan Terhadap PPDS Unsri

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama RSMH, dr Siti Khalimah. (Photo: Suci)

Direktur Utama RSMH, dr Siti Khalimah. (Photo: Suci)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial S, mendapat perundungan oleh Konsulen Anestesi RSMH Palembang dr YS. Adapun penyebab YS melakukan perundungan disebabkan oleh ketidakpuasan kinerja S.

“Yang bersangkutan (dr YS) merupakan Konsulen atau pengajar yang bertanggungjawab terhadap kemajuan peserta didik, ingin peserta didik mempunyai kemampuan yang baik dalam penanganan pasien. Tetapi memang yang bersangkutan ini tidak sabaran dan emosional, sehingga terjadilah perundungan,” ujar Direktur Utama RSMH dr. Siti Khalimah, Kamis (24/4/2025).

Adapun perundungan itu terjadi pada Minggu 20 April 2025 lalu, di mana Konsulen melakukan kekerasan fisik terhadap PPDS berupa penendangan ke arah selangkangan yang mengenai organ kemaluan (testis) sehingga terjadi hematom testis sebelah kiri.

“Peristiwa perundungan ini terjadi di ruang ICU, alhamdulillah kondisi korban sudah pulih, dan sudah beraktifitas seperti biasa,” ungkap Khalimah.

Saat ini kata Khalifah, yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari kegiatan pelayanan dan Pendidikan di RS Mohammad Hoesin Palembang.

“Segala tanggungjawab yang selama ini dilaksanakan oleh dr YS diserahkan ke Konsulen  lain, baik perawatan pasien, mahasiswa bimbingan, menguji mahasiswa dan kegiatan lainnya,” kata Khalimah.

Dan berdasarkan hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak hanya PPDS yang menjadi korban. “Namun, juga sebagian besar perawat di ICU pernah mengalami perundungan verbal yang dilakukan oleh Konsulen tersebut,” tutur Khalimah. (ANA)

Berita Terkait

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi
Terbongkar! Jaringan Angkutan Batubara Tanpa Dokumen di OKU Timur Digulung, 12 Orang Diamankan
Dua Pria Tak Dikenal Pepet dan Aniaya IRT di Palembang, Korban Lapor Polisi
Pegawai Baru Diduga Bobol Warung Pecel Lele R&R, Empat Tabung Gas dan Speaker Raib
Residivis Curanmor Dibekuk di Palembang, Polisi Temukan Senpi Rakitan dan Diduga Sabu
Istri dan Anak Hilang Usai Pamit ke Salon, Buruh Harian Lapor Polisi
Pria Ini Ditembak Temannya Pakai Senapan Angin
Polda Sumsel Bongkar Modus Situs Pendaftaran Fiktif Bhayangkara Run 2026, Dua Pembuatnya Diciduk di Riau

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:56 WIB

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:16 WIB

Terbongkar! Jaringan Angkutan Batubara Tanpa Dokumen di OKU Timur Digulung, 12 Orang Diamankan

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:11 WIB

Dua Pria Tak Dikenal Pepet dan Aniaya IRT di Palembang, Korban Lapor Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:23 WIB

Pegawai Baru Diduga Bobol Warung Pecel Lele R&R, Empat Tabung Gas dan Speaker Raib

Senin, 13 Juli 2026 - 17:43 WIB

Residivis Curanmor Dibekuk di Palembang, Polisi Temukan Senpi Rakitan dan Diduga Sabu

Berita Terbaru

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi

Kota Palembang

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi

Selasa, 14 Jul 2026 - 15:56 WIB

Empat Lawang

Enam Siswa Empat Lawang Raih Beasiswa Penuh ke SMA Kebangsaan Lampung

Selasa, 14 Jul 2026 - 15:48 WIB