Terkendala Administrasi, 15 Warga Sumsel Masih Tertahan di Kamboja

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang. Foto: Pemprov Sumsel

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang. Foto: Pemprov Sumsel

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Harapan keluarga untuk segera memeluk kerabatnya yang saat ini masih terjebak di Kamboja dan Viral beberapa waktu lalu masih harus bersabar. 15 warga Sumatera Selatan tersebut, hingga kini belum dapat dipulangkan dari karena terkendala proses administrasi dan aturan keimigrasian setempat

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemprov terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna mempercepat proses kepulangan para pekerja tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulangan bisa segera terealisasi,” ujarnya dalam Rapat Paripurna XXXI di DPRD Sumatera Selatan, Senin (2/3/2026).

Menurut Cik Ujang, ke-15 warga tersebut dikategorikan sebagai pekerja bermasalah atau berstatus ilegal di Kamboja.

Kondisi itu membuat proses pemulangan tidak dapat dilakukan secara instan karena harus mengikuti prosedur hukum negara setempat.

“Saat ini, mereka tengah menjalani proses penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai dokumen pengganti paspor untuk melengkapi administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia,” katanya.

Selain berkoordinasi dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Pemprov juga menggandeng jajaran Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Sumsel serta Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang guna memastikan proses berjalan sesuai aturan.

Pemerintah daerah juga telah mengumpulkan perwakilan keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus membahas langkah lanjutan.

Upaya ini dilakukan agar keluarga mendapatkan informasi yang jelas terkait perkembangan pemulangan.

“Kita berharap seluruh tahapan administrasi di Kamboja dapat segera rampung, sehingga para warga bisa dipulangkan dengan aman dan kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” tutupnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Pos Terminal KM 12
KUR Bank Sumsel Babel Rp4,42 Miliar Masuk Meja Hijau, Tiga Terdakwa Jalani Sidang Perdana
Tampil Beda dengan Gaya Sendiri, Honda Scoopy Temani Aktivitas Harian
Diduga Korsleting Listrik, Motor Terbakar dan Menjalar ke Tiga Rumah
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kehangatan Hari Pelanggan Nasional Lewat 1.000 Porsi Ayam Kecap Nusantara
Rotasi Ditubuh LBH Bima Sakti, DR Cornie Pania Putri Sah Tidak menjabat Wadir Bima Sakti 
Demi Keselamatan Pengendara, Tol Palembang Sempat Buka-Tutup Akibat Kabut Pagi
Terbongkar, Pria 38 Tahun Diduga Cabuli Tiga Anak di Palembang

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:12 WIB

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Pos Terminal KM 12

Senin, 7 September 2026 - 16:10 WIB

KUR Bank Sumsel Babel Rp4,42 Miliar Masuk Meja Hijau, Tiga Terdakwa Jalani Sidang Perdana

Senin, 7 September 2026 - 16:08 WIB

Tampil Beda dengan Gaya Sendiri, Honda Scoopy Temani Aktivitas Harian

Senin, 7 September 2026 - 13:25 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Motor Terbakar dan Menjalar ke Tiga Rumah

Minggu, 6 September 2026 - 21:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kehangatan Hari Pelanggan Nasional Lewat 1.000 Porsi Ayam Kecap Nusantara

Berita Terbaru

Kota Palembang

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Pos Terminal KM 12

Senin, 7 Sep 2026 - 16:12 WIB

Kota Palembang

Tampil Beda dengan Gaya Sendiri, Honda Scoopy Temani Aktivitas Harian

Senin, 7 Sep 2026 - 16:08 WIB