SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Memasuki tahun 2026, PT Hakaaston (HKA) tancap gas untuk memperkuat posisinya di industri manajemen aset infrastruktur.
Anak usaha PT Hutama Karya (Persero) ini optimis dapat meraih target pendapatan sebesar Rp 1,701 triliun, meningkat sekitar 14,2 persen dibandingkan capaian tahun lalu.
Angka tersebut bukan sekadar target finansial. HKA berkomitmen untuk menjawab tantangan pemilik konsesi jalan tol yang menginginkan standar pemeliharaan tinggi namun tetap efisien, demi kenyamanan pengguna jalan dalam jangka panjang.
Plt. Direktur Utama HKA M. Rozi Rinjayadi menjelaskan bahwa strategi tahun ini difokuskan pada stabilisasi kinerja operasi dan perluasan jenis layanan teknis.
“Bagi kami, kenaikan pendapatan adalah tanda bahwa layanan HKA semakin relevan dan dipercaya oleh para pemilik konsesi jalan tol. Kami ingin memastikan setiap jengkel jalan tol yang kami kelola memiliki kualitas yang terjaga,” ujar Rozi, pada Minggu (01/03/2026).
HKA tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Di tahun 2026 ini, perusahaan semakin memperkuat penggunaan sistem digital terintegrasi. Mulai dari perencanaan hingga pemantauan tim di lapangan, semuanya dilakukan secara real-time.
“Teknologi ini membantu tim kami di lapangan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Jika ada kendala di ruas tol, penanganannya bisa dilakukan lebih lincah,” tambah Rozi.
Tak hanya soal aspal dan mesin, HKA juga memberikan perhatian khusus pada aspek keberlanjutan. Beberapa poin utama dalam rencana kerja 2026 meliputi:
Menjamin kepastian pemeliharaan aset dalam waktu lama, memastikan personel di lapangan memiliki kesiapan mental dan teknis yang mumpuni serta melanjutkan pengelolaan limbah, penggunaan material hasil daur ulang, serta program lingkungan bersama warga di sekitar jalan tol.
“Dengan visi menjadi Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IMVIAM), HKA terus bertransformasi dari sekadar penyedia jasa menjadi mitra strategis dalam pengelolaan infrastruktur nasional,” kata Rozi singkat.
Penulis : Uci
Editor : Aan Wahyudi

















