Target 280 Miliar, Pj Walikota Dorong Optimalkan Pendapatan Pajak Bumi Bangunan

- Redaksi

Senin, 5 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya memaksimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor pajak, diantanya dengan melakukan Rapat Kerja Koordinasi dan Evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2024 di Aula Bapenda, Senin (5/8/2024) siang.

Rapat tersebut dipimpin langsung Pj Walikota A Damenta serta menghadirkan langsung narasumber dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yakni Raden An’an Andri Hikmat selaku Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdirektorat Pendapatan Daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang, target PBB tahun 2024 sebesar Rp 280 miliar.

Sedangkan per 2 Agustus 2024 telah terealisasi sebesar Rp 132 Miliar lebih atau sekitar 47,26 persen.

Pj Walikota A Damenta mengungkapkan, berbagai sarana-prasarana terus bertambah hal ini tentu saja ditunjang dengan daya beli masyarakat yang semakin baik.

“Keadaan ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Palembang yang tentunya menunjang perekonomian di Kota Palembang,” ucapnya.

Ia menuturkan bahwa PBB berperan sebagai salah satu sumber pendapatan besar bagi Kota Palembang, oleh karena itu penerimaan dari sektor ini masih harus dioptimalkan melalui berbagai sarana.

“Dari tahun ke tahun target PBB semakin meningkat, namun kenaikan itu belum diiringi dengan peningkatan capaian realisasi penerimaan. Hal ini menjadi tantangan karena masih kurangnya keasadaran masyarat tentang pentingnya bayar pajak untuk pembangunan daerah,” bebernya.

A Damenta meminta jajaranya untuk bersemangat mencapai target yang realistis dengan kompak di lapangan.

“Jangan bikin target yang muluk-muluk tapi yang realistis bisa dicapai, kemudian mengidentifikasi potensi- potensi baru untuk pendapatan pajak,” bebernya.

Adapun yang perlu menjadi perhatian yakni keasadaran, data, pengawasan dan regulasi.

“Kesadaran masyarakat perlu menjadi perhatian penting, untuk itu kita terus lakukan advokasi kemudian publikasi. Kita terus berusaha dan sekarang hampir mencapai optimal,” tutupnya.

Berita Terkait

Dituding Terlibat Impor Ilegal, SWM Group Buka Suara: Kami Hanya Penyedia Jasa Kapal, Bongkar Muat dan Angkutan
Bukan Cuma Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Punya Rumah Lewat Program MLT
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel Secara Aklamasi, Joncik Muhammad Tekankan Soliditas dan Profesionalisme
134,31 Hektare Lahan Karhutla Masuk Penanganan Polda Sumsel, 53 Orang Jadi Tersangka
Astra Motor Sumsel Tetapkan Dua Guru Inspiratif Terbaik, Siap Melaju ke Seleksi Nasional
KY Gelar Diskusi Publik di Palembang, Bahas Penguatan Kewenangan dan Integritas Peradilan
Dua Pelaku Penembak Anggota Satres Narkoba Palembang Ternyata Pernah Curi Motor di SU I
Iming-Imingi Uang Rp5 Ribu, Pria 49 Tahun Diduga Cabuli Bocah 10 Tahun hingga Lima Kali
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Dituding Terlibat Impor Ilegal, SWM Group Buka Suara: Kami Hanya Penyedia Jasa Kapal, Bongkar Muat dan Angkutan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Bukan Cuma Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Punya Rumah Lewat Program MLT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel Secara Aklamasi, Joncik Muhammad Tekankan Soliditas dan Profesionalisme

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Astra Motor Sumsel Tetapkan Dua Guru Inspiratif Terbaik, Siap Melaju ke Seleksi Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:05 WIB

KY Gelar Diskusi Publik di Palembang, Bahas Penguatan Kewenangan dan Integritas Peradilan

Berita Terbaru