Tag: Pemkab Muba

  • Pj Sekda Muba Terima Kunjungan PWI, Siap Dukung Kegiatan Hari Pers Nasional

    Pj Sekda Muba Terima Kunjungan PWI, Siap Dukung Kegiatan Hari Pers Nasional

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Penjabat Sekretaris Daerah Muba Drs Syafaruddin MSi menerima kunjungan silaturahmi dari para pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muba, Rabu (4/2/2026) di Ruang Rapat Sekda.

    Dalam kesempatan ini, Ketua PWI Muba Intan Heldiana mengatakan, bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan baik untuk bersilaturahmi dan menyampaikan rencana kegiatan PWI Muba. “Kami senang bisa bersilaturahmi dengan Pj Sekda Muba. Kami juga ingin menyampaikan bahwa PWI Muba akan menghadiri Hari Pers Nasional di Banten,” ujarnya.

    Intan juga menyampaikan bahwa sebanyak 30 orang akan berangkat pada hari Jumat tanggal 6 Februari mendatang. “Semoga kami dapat membawa harum nama Kabupaten Muba di manapun kami berada,” tambahnya.

    Pj Sekda Muba mengapresiasi peran aktif PWI Muba dalam menyebarkan informasi dan mempromosikan Muba. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif PWI Muba dalam menyebarkan informasi dan mempromosikan Muba. Kami berharap PWI Muba terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Irfan SH MSi menyampaikan, selaku pemerintah daerah, menyambut baik rencana peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 yang telah disampaikan oleh Ketua PWI tadi. PWI adalah mitra strategis pemerintah, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.

    “Kami berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PWI terus terjaga. Sekali lagi, selamat dan sukses kepada PWI dalam memperingati HPN. Semoga insan pers tetap profesional, menjaga integritas, dan semakin solid,”ucapnya.

  • Bupati Muba Hadiri Rapat Dewan Pengurus di Jakarta: Fokus pada Percepatan Lifting dan Transisi Energi

    Bupati Muba Hadiri Rapat Dewan Pengurus di Jakarta: Fokus pada Percepatan Lifting dan Transisi Energi

    SUARAPUBLIK.ID,ID.JAKARTA – Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha Tohet S.H., menghadiri Rapat Tahunan Dewan Pengurus Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Periode 2025-2030 yang digelar di Kantor Badan Penghubung Provinsi Jambi, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (03/02/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial bagi jajaran pengurus untuk memperkuat sinergi antardaerah penghasil migas dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Dewan Pengurus pusat, di antaranya Ketua Umum yang dijabat oleh Gubernur Jambi, serta para Wakil Ketua Umum yang terdiri dari Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, dan Gubernur Papua Barat. Selain Bupati Muba, unsur pimpinan daerah lain yang turut hadir sebagai jajaran Ketua meliputi Bupati Tabalong, Bupati Bojonegoro, Bupati Blora, Bupati Banggai, Bupati Teluk Bintuni, dan Bupati Lampung Timur.

    Rapat Dewan Pengurus yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi selaku Ketua Umum ini melahirkan sejumlah keputusan krusial yang akan menjadi peta jalan organisasi untuk periode kerja mendatang. Salah satu poin utama yang disepakati adalah komitmen penuh ADPMET dalam mendukung program percepatan lifting migas nasional. Langkah ini dibarengi dengan strategi transisi energi yang terukur melalui optimalisasi penggunaan gas bumi sebagai energi antara yang lebih bersih. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kedaulatan energi nasional sekaligus memastikan daerah penghasil tetap menjadi aktor utama dalam pembangunan industri hulu migas.

    Selain fokus pada produksi skala besar, rapat tersebut juga memberikan perhatian serius pada aspek ekonomi kerakyatan melalui pengelolaan sumur tua. ADPMET mendorong percepatan implementasi Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 dengan mengedepankan konsep KSO++ (Kerja Sama Operasi Plus). Skema ini dirancang agar pengelolaan sumur-sumur marginal dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi lapangan-lapangan tua di daerah.

    Keputusan penting lainnya menyentuh aspek hak-hak daerah terkait bagi hasil melalui percepatan proses penerimaan Participating Interest (PI) 10%. Dewan Pengurus menegaskan bahwa pemenuhan hak daerah sesuai regulasi terbaru adalah harga mati guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Sebagai langkah konkret untuk mengawal seluruh agenda strategis tersebut, ADPMET telah menetapkan jadwal Rapat Kerja (Raker) I tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Jambi pada medio April-Mei, serta Raker II yang direncanakan berlangsung di Bali pada Oktober-November 2026 mendatang.

    Bupati Muba, H. M. Toha Tohet S.H., yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua dalam jajaran Dewan Pengurus ADPMET 2025-2030, menegaskan pentingnya kolaborasi antara daerah dan pusat. Kehadiran Kabupaten Muba dalam forum ini memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pilar utama penghasil migas yang siap menyukseskan target produksi nasional 1 juta BOPD pada tahun 2030.

  • Pemkab Muba Perkuat Akses Keadilan, Maksimalkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Miskin

    Pemkab Muba Perkuat Akses Keadilan, Maksimalkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Miskin

    SAUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) dibawah komando Bupati Muba HM Toha SH dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat, khususnya fakir miskin.

    Hal ini diketahui saat Rapat Evaluasi dan Verifikasi Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin di Palembang, Selasa (3/02/2026).

    Dalam kesempatan rapat tersebut dipimpin langsung Asisten 1 Setda Muba Ardiansyah PhD yang Turut didampingi Kabag Hukum Yunita SH MH, Tim Ahli Bupati Muba Bidang Hukum Dr Konar Zuber SH MH, dan Kabag Kerjasama Irfan SH MSi.

    “Rapat ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi sekaligus memverifikasi berbagai nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Muba dengan lembaga bantuan hukum, agar implementasinya benar-benar tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Asisten 1 Setda Muba, Ardiansyah PhD.

    Ia menekankan bahwa bantuan hukum bukan sekadar kewajiban normatif Pemerintah Daerah, tetapi merupakan instrumen penting dalam menjamin hak konstitusional warga negara.

    “Evaluasi ini penting agar setiap kerja sama benar-benar memberi manfaat nyata, bukan hanya administratif,” ujarnya.

    Senada dikatakan Kabag Hukum Setda Muba Yunita SH MH menegaskan bahwa verifikasi dilakukan untuk memastikan lembaga mitra memenuhi standar profesional, integritas, serta memiliki komitmen kuat dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat kurang mampu.

    “Pemkab Muba berharap seluruh kesepakatan yang terjalin tidak hanya berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi mampu diterjemahkan dalam pelayanan hukum yang mudah diakses, responsif, dan berpihak pada keadilan sosial,” ulasnya.

    Lanjutnya, langkah ini sekaligus menegaskan posisi Pemkab Muba sebagai daerah yang konsisten membangun tata kelola Pemerintahan berbasis hukum dan perlindungan hak masyarakat.

  • Pelayanan Publik Muba Berhasil, Ombudsman Beri Opini Kualitas Tinggi

    Pelayanan Publik Muba Berhasil, Ombudsman Beri Opini Kualitas Tinggi

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA– Ombudsman RI mengeluarkan Opini Ombudsman terkait Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025. Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meraih Opini Kualitas Tinggi.

    Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H menyampaikan, rasa syukur dan bangga atas prestasi ini. “Alhamdulillah Muba dengan Opini Kualitas Tinggi. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Muba dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

    Bupati Muba juga menekankan bahwa, prestasi ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan bebas maladministrasi. “Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan bahwa hak-hak masyarakat terpenuhi,” tambahnya.

    H.M. Toha Tohet, S.H juga menyampaikan, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Muba,” katanya.

    “Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat Muba dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

    Penilaian maladministrasi ini merupakan inovasi pengawasan pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI untuk mengukur kualitas pelayanan yang bebas maladministrasi. Penilaian ini berdasarkan Peraturan Ombudsman Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

  • TP PKK Muba Gelar Rapat Pembahasan Program Kerja 2026, Fokus Sinkronisasi Program

    TP PKK Muba Gelar Rapat Pembahasan Program Kerja 2026, Fokus Sinkronisasi Program

    SUARAPUBLIK.ID,MUBA- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Pembahasan Program Kerja TP PKK Kabupaten Muba Tahun 2026. Pada acara yang bersamaan juga dilakukan perkenalan dan penyerahan SK penetapan tugas kepada ketua TP PKK Kecamatan yang ada di Kabupaten Muba, Rabu (28/01/2025).

    Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj Patimah Toha menyampaikan, bahwa rapat ini bertujuan untuk mensinkronisasikan rencana pelaksanaan program kerja TP PKK Kabupaten Muba dengan program kerja TP PKK kecamatan.

    “Tujuan dilaksanakannya rapat ini adalah untuk mensinkronisasikan rencana pelaksanaan program kerja TP PKK Kabupaten Muba dengan program kerja TP PKK kecamatan sehingga lebih efektif dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

    Hj Patimah Toha juga berharap bahwa melalui pertemuan ini, PKK kecamatan dapat membuat program kerja yang sinkron dengan program kerja PKK kabupaten, disesuaikan dengan potensi dan keunggulan di wilayah kecamatan masing-masing.

    “Saya berharap melalui pertemuan ini, PKK kecamatan dapat membuat program kerja yang sinkron dengan program kerja PKK kabupaten, disesuaikan dengan potensi dan keunggulan di wilayah kecamatan masing-masing,” tambahnya.

    Ketua TP PKK Muba juga menekankan, pentingnya dukungan penuh dari ketua pembina PKK kecamatan terhadap pelaksanaan kegiatan PKK di wilayahnya. “Kepada ketua pembina PKK kecamatan, saya harapkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan PKK di wilayahnya,” tandasnya.

  • Muba Siap Dukung Program Lisdes, Listrik Pedesaan Jadi Prioritas

    Muba Siap Dukung Program Lisdes, Listrik Pedesaan Jadi Prioritas

    SUARAPUBLIK.ID,MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan dan Dukungan Perizinan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di Provinsi Sumatera Selatan Secara Virtual, Senin (26/01/2026).

    Acara Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat proses perizinan dan meningkatkan dukungan bagi program Lisdes di Sumatera Selatan. Program Lisdes ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan dengan menyediakan akses listrik yang lebih baik.

    Pada kesempatan ini, Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Alva Elan SST MPSDA mengungkapkan, komitmennya untuk mendukung program Lisdes di Muba. “Kami menyambut dengan antusias atas program ini. Kami akan membantu semaksimal mungkin agar proses ini bisa berjalan dengan baik, sebagaimana mestinya,” ujarnya.

    Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, juga menekankan pentingnya percepatan dan dukungan perizinan untuk kesuksesan program Lisdes di Muba. “Kami siap mendukung agar program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

    Lanjutnya, “Muba siap menjadi bagian dari program ini dan memberikan kontribusi yang signifikan. Kabupaten Muba akan terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mendukung program-program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

  • Raih SPBE 3,78 dengan Predikat Sangat Baik, Nilai SPBE Kabupaten Muba Mengalami Peningkatan Tahun 2025

    Raih SPBE 3,78 dengan Predikat Sangat Baik, Nilai SPBE Kabupaten Muba Mengalami Peningkatan Tahun 2025

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA– Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba kembali menunjukkan prestasinya.

    Setelah sebelumnya mendapatkan nilai tertinggi di Sumatera Selatan pada Indeks Satu Data Indonesia (ISDI). Kominfo Muba kembali meraih prestasi, Kali ini nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Muba mengalami peningkatan yang signifikan, dari 3,62 menjadi 3,78 dengan predikat SANGAT BAIK di tahun 2025.

    Plt. Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Daud Amri SH menyampaikan, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. “Kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Ini merupakan bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas SPBE di Muba untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Dijelaskan Daud Amri, bahwasanya nilai SPBE yang telah diraih ini, telah dilakukan penilaian sebanyak 47 indikator, “Alhamdulillah Kabupaten mengalami peningkatan bahkan dengan predikat baik sekali, kami tentunya sangat berbangga hati dengan pencapaiannya. Ini merupakan hasil dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan meningkatkan kemampuan SDM di bidang teknologi,” katanya.

    Lanjutnya, peningkatan nilai SPBE di Muba ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan efisiensi birokrasi. “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas SPBE di Muba untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

  • Pemkab Muba Dukung Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

    Pemkab Muba Dukung Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) menegaskan dukungannya terhadap percepatan penyelesaian Areal Ganti Hutan Tanaman (AGHT) pada pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya pada ruas Betung–Tempino–Jambi yang melintasi wilayah Muba.

    Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang membahas kendala teknis dan administratif penyelesaian AGHT pada sejumlah ruas strategis JTTS di Sumatera Selatan, termasuk Ruas Kayu Agung–Palembang–Betung, Simpang Indralaya–Muara Enim (Junction Palembang), Betung–Tempino–Jambi, serta akses Pematang Panggang–Kayu Agung.

    Pj Sekretaris Daerah Muba, Drs Syafaruddin MSi, menegaskan Pemkab Muba siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mempercepat penyelesaian AGHT sesuai kewenangan daerah.

    “Keberadaan tol ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, percepatan penyelesaian AGHT menjadi kunci agar pembangunan ruas tol dapat berjalan sesuai target dan konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan hingga provinsi sekitar dapat segera terwujud.

    Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Seksi 1A Ruas Betung–Tempino–Jambi menyebutkan progres konstruksi Seksi 1A telah mencapai 51 persen dan ditargetkan tuntas serta terkoneksi pada awal 2027.

    “Untuk Seksi 2A, konstruksi telah berjalan sepanjang 13 kilometer dengan progres mencapai 21 persen,” jelasnya.

  • Sosialisasi Sistem Kerja ASN di Muba Siap Ubah Wajah Birokrasi, Fokus pada Agilitas dan Kolaborasi

    Sosialisasi Sistem Kerja ASN di Muba Siap Ubah Wajah Birokrasi, Fokus pada Agilitas dan Kolaborasi

    SUARAPUBLIK.ID,MUBA- Dengan adanya sistem kerja baru pasca penyederhanaan birokrasi yang berdampak pada perubahan dari struktur hirarkis ke sistem kerja yang lebih dinamis, kolaboratif dan fleksibel.

    Kendati hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Sosialisasi Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba, Rabu (21/01/2026) bertempat di Auditorium Pemkab Muba.

    Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H melalui Asisten Admistrasi Umum Setda Muba Drs Aidil Fitri MSi mengatakan, bahwasanya sosialisasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah krusial dalam transformasi tata kelola pemerintahan.

    “Sistem kerja baru yang di sosialisasikan hari ini menitikberatkan pada agilitas, di mana birokrasi tidak lagi kaku dalam kotak-kotak hierarki, kolaborasi yang merupakan kunci kerja lintas sektor dan serta digitalisasi. Kita harus memastikan bahwa perubahan ini tidak hanya menjadi perubahan administratif, tapi juga perubahan budaya kerja,” ujarnya.

    Asisten Admistrasi Umum Setda Muba, juga menginstruksikan kepada seluruh sekretaris untuk segera melakukan pemetaan ulang beban kerja di unit masing-masing pasca sosialisasi ini.

    “Kepada rekan-rekan pejabat fungsional, sistem kerja ini memberikan ruang bagi kalian untuk lebih mandiri dan profesional. Kinerja kalian tidak lagi hanya diukur dari kehadiran fisik, melainkan dari output dan outcome yang nyata bagi pelayanan publik,” tambahnya.

    Sementara, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Muba Hj Nurzahrawati SPd MT menyampaikan, bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk memastikan setiap ASN memahami perubahan mendasar dalam struktur dan metode kerja baru pasca penyederhanaan birokrasi.

    “Adapun narasumber kegiatan sosialisasi ini adalah pejabat administrator yang berasal dari internal di lingkungan Pemkab Muba, yaitu Kabid BKPSDM Kabupaten Muba, dan Kabag Organisasi Setda Kabupaten Muba. Peserta dari kegiatan ini, seluruh sekretaris perangkat daerah, Kasubbag Umum Kepegawaian, dan perwakilan pejabat fungsional pada masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba,” pungkasnya.

  • Dukung Program Nasional Pemasyarakatan, Bupati Muba Siap Hibahkan Lahan Bapas

    Dukung Program Nasional Pemasyarakatan, Bupati Muba Siap Hibahkan Lahan Bapas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dukungan konkret terhadap reformasi sistem pemasyarakatan nasional ditunjukkan Pemkab Musi Banyuasin. Kali ini, Bupati Muba HM Toha Tohet, SH menyatakan kesiapan menghibahkan lahan sebagai lokasi pembangunan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Muba.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Toha saat menerima audiensi jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Kamis (15/01/2026), di Kantor Perwakilan Pemkab Muba di Palembang.

    “Kami siap mendukung sesuai kewenangan dan kemampuan daerah. Ini demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Insyaallah lahannya ada dan akan kami hibahkan,” tegas Toha.

    Menurutnya, kehadiran Bapas di Muba memiliki nilai strategis dalam membangun kembali masa depan warga binaan, khususnya mereka yang menjalani pidana non-penjara.

    “Saya ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tapi juga mendapatkan pembinaan, keterampilan, dan kesempatan berkarya agar kelak bisa kembali menjadi bagian produktif di masyarakat. Kalau untuk kebaikan masyarakat dan bangsa, tentu akan kita dukung,” ujarnya.

    Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumsel, Erwedi Supriyatno, menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan dukungan konkret Pemkab Muba. Ia mengungkapkan, pembentukan Bapas di Muba merupakan bagian dari program nasional pembentukan 100 Balai Pemasyarakatan di seluruh Indonesia sesuai arahan Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan.

    “Di Sumatera Selatan, yang ditetapkan sebagai lokasi adalah Kota Prabumulih dan Kabupaten Muba. Wilayah kerja Bapas Palembang sangat luas, sehingga setelah evaluasi, Muba dinilai sangat layak memiliki Bapas sendiri,” jelas Erwedi.

    Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab Muba telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan untuk pembangunan gedung Bapas.

    Lebih lanjut Erwedi menjelaskan, dengan diberlakukannya KUHP baru, sistem pemidanaan Indonesia akan semakin menekankan pendekatan restorative justice, pidana kerja sosial, dan pengawasan non-penjara.

    “Bapas berperan penting dalam melakukan pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan terhadap pelaku tindak pidana ringan, khususnya yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Mereka bisa menjalani pidana kerja sosial, misalnya di panti asuhan atau fasilitas publik, dan petugas Bapas yang akan melakukan pendampingan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dukungan daerah seperti yang ditunjukkan Pemkab Muba menjadi kunci agar kebijakan nasional tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

    “Saya akan melaporkan hasil audiensi ini kepada Bapak Menteri. Dengan dukungan Bupati Muba, kami optimis Bapas di Muba dapat segera terealisasi dan beroperasi,” tandasnya.

  • Bupati Muba Pimpin Apel Gabungan Awal Tahun 2026 Tegaskan Komitmen Untuk Pengabdian Masyarakat

    Bupati Muba Pimpin Apel Gabungan Awal Tahun 2026 Tegaskan Komitmen Untuk Pengabdian Masyarakat

    SUARAPUBLIK,ID, MUBA– Kegiatan Apel Gabungan Bersama Pegawai Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di tahun 2026, secara perdana dipimpin langsung oleh Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H di Halaman Kantor Bupati Musi Banyuasin, Senin (5/1/2026).

    Dalam amanatnya bertindak sebagai pembina apel, Bupati Muba menekankan bahwa apel ini bukan sekedar rutinitas, namun menjadi momentum penting untuk menyatukan komitmen, meningkatkan disiplin, serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Muba.

    Bupati Muba juga menyampaikan penegasan terkait mutasi dan promosi jabatan yang telah dilakukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba pada tanggal 31 Desember 2025 kemarin.

    “Perlu saya tekankan bahwa mutasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta upaya untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Hal ini dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta penilaian kinerja, bukan semata – mata kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Untuk itu, para Pejabat yang baru dilantik, jangan terlalu eforia dan jangan berlebihan ataupun heboh. Tapi lakukanlah tugas kalian dengan baik dan penuh tanggungjawab,” ungkap Bupati Muba.

    Bupati H. M. Toha Tohet, S.H juga menekankan, pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga loyalitas, integritas, dan profesionalisme dalam bekerja.

    “Mari kita jadikan tahun ini sebagai momentum untuk introspeksi diri, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kinerja dan disiplin. Dengan kerja keras, kebersamaan, dan komitmen yang kuat. Saya yakin kita mampu mewujudkan pembangunan Kabupaten Muba yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.

  • Pemkab Muba-Kemenkum Sumsel Harmonisasi 4 Raperbup

    Pemkab Muba-Kemenkum Sumsel Harmonisasi 4 Raperbup

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Kementerian Hukum Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (9/12/2025) menggelar Rapat Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Selatan.

    Hal ini juga merupakan tindaklanjut surat dari Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor T100.3.2/108/III/2025 perihal Harmonisasi dan Pemantapan Konsepsi Rancangan Peraturan Bupati Musi Banyuasin.

    Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Muba, Ardiansyah SE MM PhD, merinci adapun 4 Raperbup diantaranya Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Musi Banyuasin tentang Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset Dan Inovasi Daerah.

    Kemudian, Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Musi Banyuasin tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Tahun 2025-2029, Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Musi Banyuasin tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 270 Tahun 2021 Tentang Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

    “Lalu, Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Musi Banyuasin tentang Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Badan Pendapatan Daerah,” urainya.

    Ia menambahkan, melalui Rapat tersebut diperoleh sejumlah masukan teknis dan yuridis untuk penyempurnaan rancangan.

    “Ini juga berguna memastikan keberlakuan Peraturan Bupati secara efektif, akuntabel, dan mampu memperkuat tata kelola kepegawaian di lingkup Pemkab Muba,” tuturnya.

    Sementara itu, Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Madya Kemenkum Sumsel, Narah Era Wati SH MSi menerangkan, rapat harmonisasi tersebut membuat seluruh peserta melakukan pendalaman terhadap muatan normatif, keterpaduan dengan peraturan yang relevan, serta kelengkapan unsur teknis perancangan.

    “Sehingga Pengharmonisasian ini dapat mendukung percepatan penetapan regulasi yang responsif, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah di Kabupaten Muba,” tandasnya.

    Dalam kesempatan tersebut juga turut dihadiri Plt Kepala BPPRD Muba Muhammad Hatta SE, Kepala Bagian Organisasi Nurzahrawati SPd MT, Perwakilan BKPSDM Muba, Perwakilan Bappeda, Perwakilan BPKAD, Perwakilan Dinsos, dan Perwakilan Bagian Hukum Setda Pemkab Muba.

  • Sebentar Lagi Muba Dapat Kucuran PI 10 Persen

    Sebentar Lagi Muba Dapat Kucuran PI 10 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Beberapa tahapan lagi Kabupaten Muba akan mendapatkan kucuran Participating Interest (PI) 10 persen. Ini merujuk pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 % (Sepuluh Persen) Pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

    Hal ini diketahui saat Sekretaris Daerah Muba Dr Apriyadi MSi mengikuti Rapat Tindaklanjut Proses Pengalihan PI 10 Persen Wilayah Provinsi Sumsel di Kantor Dinas ESDM Pemprov Sumsel Palembang, Senin (3/11/2025).

    Pada kesempatan tersebut Sekda Muba Dr Apriyadi MSi turut didampingi Kabag Hukum Yunita SH MH, Kabag Perekonomian M Aswin SSTP MSi, Kabag Sumber Daya Alam Yulius Adi SSTP MSi, Dirut PT Muba Energi Maju Berjaya Dr Donny Meilano.

    “Ini adalah harapan dan darah baru bagi Pemkab Muba dalam hal memperoleh sumber pendapatan, apalagi saat ini Pemerintah Daerah dituntut untuk improvisasi dalam upaya mencari sumber pendapatan baru,” ungkap Sekda Muba Dr Apriyadi MSi.

    Lanjutnya, kucuran PI 10 persen ini akan sangat membantu ditengah kondisi pemotongan anggaran TKD di Tahun Anggaran 2026 mendatang.

    “Pada rapat hari ini kita akan menentukan Lembaga Independen yang akan melakukan melakukan due diligence,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan, Hendriansyah ST MSi mengatakan untuk di wilayah Sumsel ada sebanyak 6 Kabupaten yang masuk pelamparan PI 10 persen.

    “Enam Kabupaten tersebut diantaranya Muba, PALI, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, dan Musi Rawas,” ujarnya.

    Saat ini, Lanjut Hendriansyah, proses tersebut sudah masuk ke tahapan enam menuju tahapan tujuh. “26 November 2025 deadline due diligence,” bebernya.

    Ia menambahkan, adapun 3 lembaga independen yang sudah mengajukan untuk melakukan due diligence yakni diantaranya Politeknik Akamigas Palembang, LAPI ITB, dan PT PALEOPETRO.

    “Nanti akan disepakati siapa yang akan melakukan due diligence diantara 3 Lembaga Independen tersebut,” tukasnya.

    Pada kesempatan tersebut juga dihadiri Direktur PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) Irham. Dalam rapat itu disepakati perwakilan 6 Pemkab di Provinsi Sumsel memutuskan Politeknik Akamigas Palembang menjadi Lembaga Independen yang melaksanakan due diligence karena dinilai memiliki kelengkapan administrasi, kemampuan fiskal, dan Sumber Daya Manusia.

  • Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba Pastikan Pembangunan Jembatan P6 Lalan Dilanjutkan

    Pemprov Sumsel dan Pemkab Muba Pastikan Pembangunan Jembatan P6 Lalan Dilanjutkan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG, – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya mencapai keputusan bersama terkait kelanjutan revitalisasi atau pembangunan kembali Jembatan P6 Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, yang ambruk akibat ditabrak tongkang batu bara milik PT APAU dan PT AMT pada 12 Agustus 2024 lalu.

    Keputusan bersama tersebut dihasilkan melalui Rapat koordinasi yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Palembang, Kamis (23/10/2025), dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru dan Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH, serta dipandu oleh Sekretaris Daerah Muba Dr H Apriyadi MSi.

    Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie SE MM, Anggota DPRD Muba Feri Yusmadi SE, unsur Forkopimda Sumsel dan Muba, pimpinan perusahaan pengguna alur Sungai Lalan, serta Asosiasi Pengguna Alur Pelayaran Sungai Lalan (AP6L).

    Keputusan bersama yang dihasilkan antara lain:

    1. Pembangunan Jembatan P6 Lalan tetap dilanjutkan sesuai rencana yang telah berjalan.

    2. Proses pengumpulan dana dilaksanakan sesuai komitmen bersama antara perusahaan penubruk dan pengguna alur Sungai Lalan.

    3. Jika hingga 31 Desember 2025 dana belum terkumpul 100 persen, maka mulai 1 Januari 2026 alur pelayaran Sungai Lalan akan ditutup sementara.

    4. Proses hukum akan ditempuh apabila pihak perusahaan penubruk atau pengguna alur tidak melaksanakan kesepakatan.

    5. Rekening pengumpulan dana akan diawasi bersama oleh Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk menjamin transparansi.

    Kesepakatan ini menjadi langkah nyata dalam menuntaskan persoalan pendanaan yang selama ini menjadi hambatan utama percepatan pembangunan kembali jembatan tersebut.

    Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas hasil keputusan bersama tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini menjadi tonggak penting agar revitalisasi Jembatan P6 Lalan dapat segera tuntas dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

    “Alhamdulillah, hari ini kita telah mencapai keputusan bersama yang konkret. Kami di Kabupaten Muba tentu sangat bersyukur, karena persoalan ini sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Dengan adanya komitmen bersama ini, kita bisa lebih fokus menyelesaikan pembangunan,” ujar Bupati Toha.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Muba bersama masyarakat siap mendukung penuh langkah pemerintah provinsi dalam mengawal pelaksanaan kesepakatan ini.

    “Kami akan terus berkoordinasi, memastikan laporan harian berjalan, dan semua pihak menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Semoga pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan kembali menghidupkan aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat Lalan,” ucapnya.

    Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru mengimbau agar seluruh pihak benar-benar melaksanakan hasil kesepakatan dengan penuh komitmen. Ia menilai, ambruknya Jembatan P6 bukan hanya kerusakan fisik semata, melainkan juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat Lalan.

    “Sehari setelah kejadian saya langsung ke lokasi. Saya melihat sendiri bagaimana kegiatan ekonomi terhenti, sekolah terganggu, dan masyarakat kesulitan beraktivitas. Karena itu, keputusan hari ini harus benar-benar dijalankan bersama agar pembangunan bisa segera rampung,” kata Deru.

    Sementara itu, Sekda Muba Dr H Apriyadi MSi yang memandu jalannya rapat menambahkan, bahwa Pemkab Muba akan terus berperan aktif dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai komitmen.

    “Kita tidak ingin ada keterlambatan lagi. Semua pihak yang terlibat sudah bersepakat dan kita akan lakukan pengawasan secara rutin. Pemerintah daerah akan mendampingi penuh proses ini agar pembangunan berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai target,” ungkap Apriyadi.

    Adapun revitalisasi Jembatan P6 Lalan dikerjakan oleh KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa – PT Pakuhaji Naga Perkasa dengan konsultan PT D’Konsindo. Masa kontrak berlangsung hingga 31 Desember 2025 dengan progres fisik saat ini mencapai 36–38 persen. Dengan pendanaan yang disepakati profesional 50 persen dari PT APAU dan PT AMT, 50 persen dari 35 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengguna Alur Pelayaran Sungai Lalan (AP6L).

    Dengan adanya keputusan bersama dan dukungan dari seluruh pihak, pemerintah optimistis pembangunan kembali Jembatan P6 Lalan dapat diselesaikan tepat waktu dan kembali menjadi urat nadi pergerakan ekonomi serta kehidupan masyarakat Kecamatan Lalan.

  • Toha Tinjau Venue Porprov di Sungai Lilin, Persiapan Rampung 100 Persen 

    Toha Tinjau Venue Porprov di Sungai Lilin, Persiapan Rampung 100 Persen 

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, S.H melakukan peninjauan langsung ke venue-venue yang akan digunakan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan 2025 di Kecamatan Sungai Lilin. Dalam kesempatan ini, Bupati Muba menyampaikan bahwa persiapan venue dan fasilitas pendukung lainnya sudah siap untuk menyambut para kontingen.

    “Kita sudah melakukan peninjauan dan hasilnya sangat memuaskan. Venue-venue yang akan digunakan untuk pertandingan sudah siap dan fasilitas pendukung lainnya juga sudah disiapkan dengan baik,” ujar Bupati Toha.

    Bupati Muba juga menekankan pentingnya keramahan dan pelayanan terbaik kepada para kontingen dan tamu yang akan hadir dalam Porprov nanti. “Kita harus menunjukkan bahwa Muba adalah tuan rumah yang baik dan ramah. Mari kita tunjukkan semangat dan kebersamaan dalam menyambut Porprov ini,” tambahnya.

    Sementara, Kadispopar Muba Dr. M. Fariz, SSTP., MM menyampaikan, bahwasanya persiapan di Sungai Lilin sudah rampung, baik venue maupun kepanitiaan daerah.

    “Bersama Bupati Muba, kami tinjau langsung venue yang akan digunakan untuk pertandingan Porprov. Alhamdulillah, semuanya sudah siap dan tinggal menunggu hari pelaksanaan,” ungkap Kadispopar.

    Di Sungai Lilin, terdapat tiga cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yaitu sepak bola, tinju (boxing), dan Wushu.

    “Kita pastikan bahwa kontingen akan datang pada 18 Oktober nanti sudah siap dengan venue dan fasilitas yang memadai. Ini adalah momen penting bagi Muba untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah yang baik,” tuturnya.

    Turut hadir, Para Asisten Setda Muba, Kepala Perangkat Daerah Muba yang terkait, Camat dan Kapolsek Sungai Lilin dan perwakilan dari PT Hindoli.

  • Sekda Apriyadi Rakor RDTR Muba dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid

    Sekda Apriyadi Rakor RDTR Muba dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Bupati Muba HM Toha Tohet SH yang diwakili Sekretaris Daerah Muba Dr Apriyadi MSi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanahan dan Tata Ruang di Provinsi Sumatera Selatan di Ruang VIP Sriwijaya 2 Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, Kamis (9/10/2025).

    Rakor tersebut dipimpin langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid dan Gubernur Sumsel Dr Herman Deru MM serta diikuti Kepala Daerah Walikota dan Bupati se-Sumatera Selatan.

    Turut mendampingi Sekda Muba Dr Apriyadi MSi yakni Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Arwin ST MSi.

    Dalam kesempatan itu, Sekda Muba Dr Apriyadi MSi melaporkan langsung Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada 2026 mendatang serta sejumlah persoalan yang dihadapi Kabupaten Muba termasuk persoalan Kawasan Hutan.

    “Ada beberapa permasalahan yang dihadapi terkait rencana kegiatan RDTR di Muba terutama persoalan masih banyaknya Desa dan Kelurahan di Muba yang ada di dalam Kawasan Hutan,” jelas Sekda Muba Dr Apriyadi MSi.

    Ia merinci, adapun permasalahan yang dihadapi diantaranya permasalahan batas administrasi Kabupaten Muba dengan Muratara terkait penyelesaian RTRW Kabupaten Muba, Permasalahan perbedaan luasan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) Muba dengan Provinsi Sumsel.

    “Kemudian, terdapat perbedaan batas administrasi Desa dari BIG dengan kondisi eksisting lapangan,” urainya.

    Kemudian, secara administrasi masih terdapat Desa atau Kelurahan yang berada dalam kawasan hutan, masih banyak pemukiman masyarakat dan lahan usaha masyarakat di dalam Kawasan Hutan.

    “Lalu, masih banyaknya kondisi infrastruktur Pemerintah dalam Kawasan Hutan, dimana Kawasan hutan di Muba ada seluas 646.906.03 hektar atau 44.07 persen dari luas Kabupaten Muba,” terangnya.

    Apriyadi berharap, agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang bisa memberikan solusi terkait permasalahan tersebut. “Dimana berdasarkan data BIG terdapat 115 Desa dan Kelurahan di Muba masih dalam Kawasan Hutan,” ucapnya.

    Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti semua laporan dari Kabupaten/Kota di Sumsel. “Nanti akan dipelajari, semua laporan akan kami tindaklanjuti segera,” ucapnya.

    Ia mengapresiasi, kepada Pemerintah Kabupaten Kota di Sumsel yang sangat pro aktif untuk menuntaskan persoalan agraria di wilayah masing-masing.

  • Bupati Muba Dukung Langsung Atlet di PORNAS XVII KORPRI 2025

    Bupati Muba Dukung Langsung Atlet di PORNAS XVII KORPRI 2025

    SIARAPUBLIK.ID, PALEMBANG, — Sebanyak 29 atlet dan tiga pelatih asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi bergabung dalam Kontingen Provinsi Sumatera Selatan pada Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (PORNAS KORPRI) XVII Tahun 2025, yang dibuka secara meriah di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (5/10/2025) malam.

    Provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PORNAS KORPRI ke-17, ajang olahraga dua tahunan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Indonesia. Acara pembukaan dihadiri ribuan peserta dan pejabat tinggi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

    Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH, yang memberikan dukungan langsung kepada para atlet Muba yang memperkuat kontingen Sumsel.

    “Kami datang langsung untuk memberikan semangat kepada para atlet Muba yang membawa nama daerah di ajang nasional ini. Ini bentuk dukungan penuh Pemkab Muba terhadap pembinaan ASN yang berprestasi dan berjiwa sportif,” ujar Bupati Toha Tohet disela opening cermony.

    Lanjutnya, keikutsertaan atlet dan pelatih asal Muba diberbagai cabang olahraga di ajang nasional merupakan kebanggaan tersendiri, sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ASN untuk aktif, sehat, dan berprestasi di berbagai bidang, tidak hanya dalam tugas kedinasan.

    “ASN Muba harus menjadi contoh bagi masyarakat, bukan hanya dalam pelayanan publik, tetapi juga dalam disiplin, semangat olahraga, dan kerja sama tim. Nilai-nilai olahraga itu sejalan dengan semangat ASN berintegritas,” tambahnya.

    Pembukaan PORNAS XVII KORPRI berlangsung khidmat dan meriah. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia.

    Dalam sambutannya, Purwadi membacakan pesan Wapres yang menekankan pentingnya ajang ini sebagai wadah mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat kebersamaan ASN dari seluruh Indonesia.

    “PORNAS bukan hanya ajang kompetisi, tetapi momentum untuk memperkuat jiwa korsa ASN yang tangguh, disiplin, dan berintegritas,” ujarnya

    Dalam kesempatan yang sama Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumsel sebagai tuan rumah. Ia berharap ajang ini menjadi penggerak semangat KORPRI di seluruh daerah.

    “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Semoga ajang ini mempererat persaudaraan dan membawa semangat baru bagi ASN di seluruh Indonesia,” kata Herman Deru.

    Sementara itu Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof Dr Zudan Arif Fakrullah SH MH, melaporkan bahwa PORNAS XVII KORPRI 2025 menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah.

    Sebanyak 9.305 atlet, 504 pelatih, dan 1.754 ofisial dari 102 kontingen yang terdiri dari 38 provinsi dan 64 kementerian/lembaga turut serta dalam kompetisi ini.

    Zudan juga mengumumkan bahwa Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah PORNAS XVIII KORPRI tahun 2027, sekaligus menjadi ajang penutup bagi kepengurusan KORPRI periode saat ini.

    “Dengan tema “KORPRI Bersinergi dalam Prestasi”, PORNAS XVII KORPRI diharapkan menjadi momentum bagi seluruh ASN untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan ASN yang tangguh, sehat, dan berintegritas tinggi,” pungkasnya.

  • Kepala DPPKB Muba Diakui, Raih Apresiasi Tertinggi Program GATI

    Kepala DPPKB Muba Diakui, Raih Apresiasi Tertinggi Program GATI

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Tak sekadar menjadi jargon, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak kini diakui sebagai bagian penting pembangunan keluarga. Hal ini dibuktikan dengan capaian membanggakan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), di mana Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Muba, Demoon Hardian Eka Suza, berhasil meraih Penghargaan Tertinggi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) pada ajang Reviu Program Bangga Kencana BKKBN Sumsel.

    Penghargaan prestisius ini diberikan dalam kegiatan Reviu Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, yang digelar Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Harper Palembang, Selasa (30/9/2025). Dengan mengusung tema “Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN untuk Indonesia Emas 2045 di Provinsi Sumatera Selatan”, forum ini menjadi momentum penting untuk evaluasi, konsolidasi, dan perumusan strategi percepatan pembangunan keluarga berkualitas serta penurunan angka stunting di Sumsel.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumsel yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dan menjadi bukti komitmen nyata Muba dalam mendorong keterlibatan ayah sebagai figur utama dalam pengasuhan anak.

    “Penghargaan ini adalah hasil kerja sama seluruh jajaran, tenaga lini lapangan, serta dukungan masyarakat Muba. GATI bukan hanya program, tetapi gerakan moral untuk menghadirkan ayah yang aktif, peduli, dan teladan bagi anak-anaknya,” ujar Demoon Hardian Eka Suza usai menerima penghargaan.

    Tak hanya itu, Demoon menegaskan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat program Bangga Kencana di Muba, terutama dalam menghadapi tantangan penurunan angka stunting di tingkat daerah.

    Sementara itu, Bupati Muba, H.M. Toha Tohet, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.

    “Penghargaan ini membuktikan bahwa Muba terus menjadi pelopor dalam pembangunan keluarga berkualitas. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan sangat penting, tidak hanya untuk tumbuh kembang anak, tetapi juga dalam membangun generasi Muba yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Ke depan, kami akan terus mendukung program Bangga Kencana agar sinergi penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga semakin nyata dirasakan masyarakat,” tegas Bupati.

  • Muba Dapat 5.143 Sambungan Jargas, Ajukan Tambahan 40 Ribu SR untuk 2026

    Muba Dapat 5.143 Sambungan Jargas, Ajukan Tambahan 40 Ribu SR untuk 2026

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menandatangani nota kesepakatan penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan distribusi gas (jargas) rumah tangga bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

    Penandatanganan dilakukan Bupati Muba H M Toha Tohet SH serentak bersama 14 pemerintah daerah lain, dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman ST MT.

    Usai menandatangani nota kesepahaman, Bupati Toha mengatakan bahwa tahun ini Muba memperoleh alokasi 5.143 sambungan rumah (SR). Namun, sebagai salah satu daerah penghasil migas, Pemkab Muba juga telah mengajukan tambahan kuota 40.523 SR untuk tahun 2026.

    “Banyak masyarakat yang awalnya menolak karena isu negatif. Namun kini mereka justru bersyukur karena pemanfaatan jargas terbukti aman, praktis, dan mampu menghemat pengeluaran rumah tangga,” ujar Toha.

    Menurutnya, keberadaan jargas mengurangi ketergantungan pada elpiji tiga kilogram yang kerap sulit didapat. “Dengan jargas, warga bisa menikmati pasokan gas 24 jam. Biaya rumah tangga yang biasanya habis untuk membeli gas bisa dialihkan untuk pendidikan anak atau kebutuhan usaha,” tambahnya.

    Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, menuturkan bahwa pembangunan jargas 2025–2026 merupakan lanjutan dari program yang sempat terhenti pada 2023–2024. Kontrak konstruksi dijadwalkan dimulai pada November 2025.

    “Rencana ini sudah disiapkan sejak 2024. Terima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah, Kementerian Keuangan, Bappenas, KLHK, Kemendagri, Pertamina, PGN, dan pihak lain. Semoga pembangunan ini memberi manfaat nyata dan menjadi kontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman ST MT, menyampaikan bahwa jargas akan terus dikembangkan secara masif. Ia mengakui, selain lebih murah, jargas juga jauh lebih efisien dibanding energi berbasis tabung.

    “Kami menargetkan pembangunan 1 juta SR, dengan tahap awal 115.264 SR. Tentunya pembangunan ini membutuhkan koordinasi erat dengan pemerintah kabupaten agar tidak menimbulkan hambatan di lapangan, terutama saat pipa melintasi fasilitas umum,” kata Laode.

    Laode menambahkan, operator akan bertugas mengelola distribusi setelah infrastruktur selesai dibangun. “Mari bersama-sama memanfaatkan sumber daya alam untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meringankan beban rumah tangga,” pungkasnya.

  • Pemkab Muba Gelar Sosialisasi Pencegahan Banjir dan Tanah Longsor di Babat Supat

    Pemkab Muba Gelar Sosialisasi Pencegahan Banjir dan Tanah Longsor di Babat Supat

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba menegaskan pentingnya peran desa-desa rawan banjir untuk segera mengajukan proposal penanggulangan bencana, sekaligus mengimbau perusahaan sekitar agar ikut bertanggung jawab membantu masyarakat yang terdampak.

    Pesan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi & Antisipasi Pencegahan Banjir dan Tanah Longsor yang digelar Pemkab Muba melalui Kecamatan Babat Supat pada Rabu (17/09/2025) di Kantor Camat Babat Supat. Acara ini melibatkan Forkopimcam dan sejumlah instansi terkait.

    Hadir sebagai narasumber, Kalaksa BPBD Muba Marko Susanto, Kapolsek Babat Supat Iptu Marlin, Camat Babat Supat Debby Heryanto, serta perwakilan Danramil Sungai Lilin Peltu Ujang.

    Camat Babat Supat Debby Heryanto dalam sambutannya menyoroti beberapa wilayah yang kerap dilanda banjir, seperti Desa Sukamaju, Seratus Lapan, Tenggulang Baru, dan Sumber Jaya. Ia menuturkan, kecamatan bersama pihak terkait telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya normalisasi saluran primer dan sekunder.

    “Kami berharap BPBD Muba selalu sigap dan siap membantu jika terjadi bencana di wilayah Babat Supat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kalaksa BPBD Muba Marko Susanto selaku dinas terkait hadir langsung mewakili Bupati Muba HM.Toha Tohet, SH menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, langkah-langkah teknis seperti pembersihan drainase, perawatan saluran air, pembangunan tanggul, hingga penggunaan pompa air harus dilakukan secara berkelanjutan.

    “Setiap kepala desa di wilayah rawan bencana kami minta segera menyampaikan surat atau proposal kepada BPBD, yang nantinya akan diteruskan ke BNPB Pusat. Perusahaan di sekitar wilayah juga diharapkan berperan aktif dalam membantu masyarakat terdampak,” tegasnya.

    Kapolsek Babat Supat Iptu Marlin menambahkan, sinergi antar instansi adalah kunci dalam menghadapi bencana.

    “Melalui kegiatan ini, diharapkan semua pihak mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat dapat lebih aktif dalam mencegah dan menanggulangi bencana banjir maupun tanah longsor di Kecamatan Babat Supat,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan agar kepala desa terus mengedukasi warganya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kesadaran bersama adalah benteng pertama kita dalam menghadapi potensi bencana,” pungkasnya.

  • Muba Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XV Sumsel: Panitia Besar Terbentuk, Target Sukses Ganda

    Muba Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XV Sumsel: Panitia Besar Terbentuk, Target Sukses Ganda

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rapat Panitia Pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi digelar. Bertempat di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Selasa (16/09/2025), acara ini menandai langkah serius Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba dalam menyukseskan perhelatan olahraga akbar tersebut.

    Rapat penting ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Muba. Dari pihak Provinsi, hadir Ka. Dispopar Sumsel, Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., dan Sekda Prov. Sumsel juga sebagai Ketua Umum Porprov ke-XV, H. Edward Chandra. Sementara itu, delegasi dari Kabupaten Musi Banyuasin dipimpin oleh Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman. Beliau didampingi oleh beberapa kepala dinas, antara lain Kaban Kesbangpol Jhoni Martohonan, Ap., MM, Ka. BKPSDM H. Pathi Riduan, Se., Atd., Mm, Ka. Dispopar Dr. Muhammad Fariz, S.Stp., MM, dan Ka. Disperikanan Hendra Tris Tomi, S.Stp., M.Ec.Dev.

    Dari sektor olahraga, rapat ini juga melibatkan Ketua Koni Kab. Muba Marjoni Khalik, S.E dan Koni Sumsel H. Yulian Gunhar, SH. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai hal penting terkait koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

    Dalam pertemuan tersebut Gubernur Sumatera Selatan telah menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor: 547/KPTS/DISPORA/2025 tentang Pembentukan Panitia Besar Porprov XV Tahun 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin. Keputusan ini menegaskan komitmen Pemprov Sumsel dalam menunjuk Muba sebagai tuan rumah.

    Pada kesempatan itu Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, mengungkapkan kesiapan venue di Muba sudah mencapai 95%. Beberapa pembangunan venue masih dalam tahap finishing.

    “Insya Allah, pada 1 Oktober, venue-venue ini sudah bisa digunakan untuk latihan,” kata Kyai Rohman.

    Rencananya, upacara pembukaan Porprov XV akan diselenggarakan di Stadion Serasan Sekate, Sekayu. Sementara, untuk upacara pembukaan dan penutupan Perpaprov akan dilaksanakan di tempat terpisah.Selain itu, untuk menjamin kenyamanan para atlet dan official, Muba telah menyiapkan penginapan di hotel dan Wisma Atlet.

    Kadispopar Muba, Dr. Muhammad Fariz, S.STP., MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa Muba akan menjadi tuan rumah Porprov XV dan juga Pekan Paralympic Provinsi (Perpaprov) V Tahun 2025. Perhelatan ganda ini dijadwalkan berlangsung 18 hingga 31 Oktober 2025 serta 1 hingga 7 November 2025 untuk perpaprov.

    “Bukan hanya sebagai penyelenggara Porprov, tetapi juga sebagai tuan rumah Perpaprov. Ini adalah tugas ganda yang kami emban,” ujar Muhammad Fariz.Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur Sumsel. Berkat dukungan tersebut, beberapa cabang olahraga (cabor) dapat kembali menggunakan standar terbaik.

    Kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian utama. Perwakilan dari PLN menyatakan kesiapannya untuk memastikan suplai listrik terpenuhi di setiap venue dan siap melakukan backup suplai jika diperlukan. Begitu juga dengan Pertamina yang akan mengidentifikasi titik SPBU terdekat dengan venue untuk memastikan pasokan bahan bakar aman.

    Ketua Umum Porprov ke-XV, H. Edward Chandra, menekankan pentingnya koordinasi yang baik, pembagian tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), dan yang paling penting, menjaga keamanan.

    “Keamanan harus diperhatikan, terutama pada acara pembukaan dan penutupan. Kami ingin semua atlet, official, dan pengunjung merasa nyaman selama berada di Muba,” tuturnya.Ia juga berpesan agar panitia dapat memastikan tidak ada “atlet siluman” dan menjaga ketertiban yang menyangkut peralihan prestasi.

    Porprov XV dan Perpaprov V Tahun 2025 di Musi Banyuasin ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi dan silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muba selama event berlangsung.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Wabup Rohman Tekankan Profesionalisme Saat Serahkan SK Direksi Tirta Randik

    Wabup Rohman Tekankan Profesionalisme Saat Serahkan SK Direksi Tirta Randik

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Wakil Bupati Muba Kyai Rohman menekankan pentingnya kerja keras, integritas, dan profesionalisme jajaran Perumda Air Minum Tirta Randik.

    Pesan ini disampaikannya langsung saat menyerahkan SK Bupati Muba kepada Dewan Pengawas dan Direksi perusahaan daerah tersebut di ruang Serasan Sekate, Kamis (11/9/2025).

    Wabup Rohman menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, Perumda Tirta Randik harus hadir sebagai solusi, bukan menambah persoalan.

    “Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tirta Randik harus menjadi solusi, bukan masalah. Pastikan setiap tetes air yang disalurkan benar-benar membawa manfaat dan meningkatkan kesejahteraan warga Muba,” tegasnya.

    Adapun pejabat yang menerima SK, yakni: Erdiansyah, SP., MSi sebagai Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Randik, Heri Gunawan SE sebagai Dewan Pengawas Independen, dan Arsyad SH sebagai Dewan Pengawas, Roika SE sebagai Direktur Bidang Umum.

    Dalam arahannya, Wabup Rohman berharap formasi baru ini mampu membawa Perumda Air Minum Tirta Randik semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Muba.

    “Harapan kita, ke depan Perumda Air Minum Tirta Randik benar-benar menjadi perusahaan daerah yang sehat, mampu memberikan pelayanan prima, dan manfaat besar bagi masyarakat. Untuk itu diperlukan komunikasi yang baik, kerja keras, serta komitmen seluruh jajaran pengurus,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan jajaran baru untuk menjaga integritas dan kepercayaan yang telah diberikan.

    “Jabatan ini adalah amanah. Jangan disia-siakan. Dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, inovasi, serta langkah nyata agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat terpenuhi dengan baik,” tandas Wabup Rohman.

    Sementara itu, para pengurus baru menyatakan komitmen siap bekerja maksimal, berkolaborasi, dan membawa Tirta Randik sebagai perusahaan daerah yang semakin maju, mandiri, serta bermanfaat bagi seluruh masyarakat Muba.

  • Program Intervensi Kemiskinan di Muba Mampu Kurangi 19.333 Jiwa Penduduk Miskin

    Program Intervensi Kemiskinan di Muba Mampu Kurangi 19.333 Jiwa Penduduk Miskin

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Menjadi sejarah baru, komitmen dari pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk menargetkan turun satu digit angka kemiskinan dicapai sesuai target yang telah diharapkan.

    Dengan penurunan persentase penduduk miskin pada tahun 2025 ini, dari angka 12.88 % menjadi 9.97 % berapa di posisi tengah yang mematahkan stigma buruk yang telah melekat selama lebih dari 20 tahun. Bukan hanya keluar dari predikat salah satu Kabupaten termiskin di Provinsi Sumatera Selatan, dengan persentase penduduk miskin satu digit, untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin di Kabupaten Muba lebih rendah dari pada persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan.

    Bupati Muba H M Toha Tohet SH mengatakan, pencapaian atas penurunan satu digit angka kemiskinan di Kabupaten Muba tentunya merupakan komitmen dan upaya yang secara konsisten telah dilakukan oleh Pemkab.

    Program intervensi kemiskinan yang dilakukan oleh Pemkab Muba telah menyebabkan peningkatan kesejahteraan penduduk miskin dan penduduk rentan miskin di sekitar garis kemiskinan. Program intervensi kemiskinan ini juga telah berorientasi pada langkah-langkah percepatan penanggulangan kemiskinan yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TNP2K). Menurut TNP2K, untuk menanggulangi kemiskinan secara efektif, diperlukan program intervensi yang beragam (Multiple Interventions).

    Adapun program tersebut berupa,

    1. Stabilitas harga komoditas konsumsi orang miskin. Melakukan rapat TPID dan program Desa cantik serta melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga barang pokok ketika terjadi lonjakan harga.

    2. Menurunkan beban pengeluaran, seperti menyalurkan Bantuan Tunai (Bantu Umak), Bantuan Permakanan Penduduk Rentan (Bakul Nasi) dan Jaminan Sosial Jamkesda.

    3. Meningkatkan pendapatan melalui program Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia (Pedas Nia), KUBE/UEP, Program Keluarga Maju (PKM) dan Program Jaminan Ketenagakerjaan (Pakai Kelambu).

    4. Meminimalkan wilayah kantong kemiskinan. Peningkatan akses layanan dasar seperti Jamkesda pembangunan infrastruktur, perbaikan kualitas perumahan (bedah rumah) dan peralihan listrik dari MEP ke PLN pada tahun 2024 dan 2025.

    “Alhamdulillah kita sangat bersyukur atas capaian ini, semoga kedepannya kita bisa memiliki motivasi yang sama untuk terus melakukan penurunan, memberikan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat Muba,” tuturnya.

    Menurut data yang disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Muba Trio Wira Dharma SST MM, Kabupaten Muba telah kembali mencatatkan penurunan level kemiskinan yang lebih tajam dibandingkan dengan tahun 2024. Pada tahun 2025, BPS mencatat terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Musi Banyuasin sebesar 19.333 jiwa atau sekitar 2,91 persen poin.

    “Penurunan ini merupakan penurunan terbesar kedua di antara Kabupaten/Kota di Pulau Sumatera dan kedelapan secara Nasional,” bebernya.

    Sementara, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA, juga mengungkapkan hal yang sama bahwasanya sangat bangga atas pencapaian yang telah didapatkan Pemkab Muba yang sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Muba menjadi satu digit.

    Dikatakannya, “Selain program intervensi kemiskinan yang masif, turunnya tingkat kemiskinan Kabupaten Muba juga didukung kondisi ekonomi makro yang stabil, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muba yang baik pada triwulan I 2025 dan tidak terjadi peningkatan harga barang secara signifikan (inflasi) pada periode 2024 – 2025,”tandasnya.

  • Pemkab Muba Adakan Rapat Lanjutan Bahas Persiapan Hari Jadi Muba ke-69, Porprov XV dan Peparprov V

    Pemkab Muba Adakan Rapat Lanjutan Bahas Persiapan Hari Jadi Muba ke-69, Porprov XV dan Peparprov V

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengadakan rapat lanjutan peringatan hari jadi ke-69 Kabupaten Muba serta pembahasan tentang progres persiapan dan panitia daerah Porprov XV dan Peparprov V.

    Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Serasan Sekate. Dipimpin oleh Bupati Muba H M Toha Tohet melalui Wakil Bupati Muba Rohman, Senin (8/9/2025).

    Dalam arahannya, Wakil Bupati Muba Rohman menekankan agar semua pihak yang terlibat, dapat mempersiapkan segala yang menjadi kebutuhan. Serta dapat dikoordinasikan dengan seluruh perangkat daerah terkait. Sehingga rencana dari berbagai kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.

    “Jadi yang paling penting itu ialah koordinasi dan komunikasi yang baik diantaranya kita semua. Terlebih lagi yang benar-benar terlibat. Karena dari koordinasi dan komunikasi inilah semuanya bisa dibicarakan, mencapai titik temu dari semua pembahasan. Tanpa mementingkan ego masing-masing,” tegasnya.

    Wabup Muba juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari semua pihak. Yang pada kesempatan ini sudah memaparkan berbagai progres gambaran serta progres kinerja untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Muba, Porprov XV dan Peparprov V.

    “Mari kita bekerja dengan penuh keikhlasan, niat yang baik untuk mensukseskan berbagai acara ini.

    Untuk itu, mari kita saling mengingatkan kepada seluruh OPD yang terkait agar bisa bekerjasama dan bersinergi. Semoga segala rangkaian dari kegiatan ini bisa berjalan dengan khidmat dan sesuai dengan apa yang di harapkan,” tutur Rohman.

    Sementara, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Muba Ardiansyah SE MM PhD CMA mengatakan, Peringatan Harl Jadi Kabupaten Muba Ke-69 Tahun 2025 akan mengangkat Tema “Solid Kita Kuat, Jujur Kita Hebat, Berbudaya Kita Maju”. Dari tema yang di angkat ini, tentunya sangat diharapkan kerja sama tim yang solid karena acara ini dari kita untuk kita.

    “Adapun beberapa rangkaian yang akan dilaksanakan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Muba. Pada tanggal 16 – 18 September 2025 acara Festival Randik. Minggu 28 September 2025 pembukaan Muba Expo. Senin 29 September 2025 Sidang Paripurna kemudian dilanjutkan dengan Ramah Tamah bersama Gubernur Sumsel. Porprov XV akan dilaksanakan pada tanggal 18 – 31 Oktober 2025 dengan 34 Cabang Olahraga. Kita memiliki 1 tujuan dan 1 harapan dari event-event ini. Mari kita wujudkan ini untuk Muba,” tandasnya.

    Acara rapat turut dihadiri, Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Muba dan seluruh Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Muba yang terkait.

  • Bupati Toha Hadiri Rapat Paripurna, Serap Aspirasi Lewat Reses III DPRD untuk Percepatan Pembangunan

    Bupati Toha Hadiri Rapat Paripurna, Serap Aspirasi Lewat Reses III DPRD untuk Percepatan Pembangunan

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Suara rakyat dari berbagai pelosok dalam wilayah Kabupaten Muba mengalir ke ruang rapat paripurna DPRD. Aspirasi itu disampaikan dalam penyampaian hasil Reses III Tahun 2025, yang disimak langsung oleh Bupati H. M. Toha Tohet, SH dan Wakil Bupati Kyai Rohman, Selasa (02/9/2025) di ruang rapat paripurna DPRD Muba.

    Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat ke-18 Tahun 2025 Dalam Rangka Penyampaian Hasil Pelaksanaan Reses III DPRD Kabupaten Muba Tahun 2025 ini dipimpin oleh Ketua DPRD Afitni Junaidi Gumay SE didampingi wakil-wakil Ketua DPRD Muba dan dihadiri Sekda Muba Dr H Apriyadi Mahmud, anggota DPRD, Sekwan Muba Mirwan Susanto, para asisten, OPD perwakilan Forkopimda.

    Dalam rapat ini, ada 7 Dapil DPRD Muba menyampaikan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah pemilihan yang diperoleh saat pelaksanaan Reses III. Aspirasi tersebut menjadi bahan penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah.

    Ketua DPRD Muba, Afitni Junaidi Gumay, juga menyampaikan bahwa hasil reses kali ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    “Kami berharap seluruh masukan yang telah dihimpun bisa menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan ke depan,” ungkapnya.

    Sementara Bupati Muba H M. Toha Tohet menegaskan bahwa hasil reses DPRD adalah wujud nyata representasi suara rakyat yang harus dijadikan pijakan kebijakan pemerintah daerah. “Reses ini adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Setiap masukan yang disampaikan akan kami tindaklanjuti secara serius agar pembangunan di Muba lebih merata dan tepat sasaran,” ujarnya.

    Bupati Toha menambahkan, sinergi eksekutif dan legislatif menjadi kunci keberhasilan pembangunan. “Kami berkomitmen memperkuat kerja sama dengan DPRD agar aspirasi masyarakat dapat segera diwujudkan melalui program kerja yang terukur dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” terangnya.

    Sinergi antara Pemkab dan DPRD ini, lanjut Toha diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Muba sebagai daerah yang maju lebih cepat.

  • Pemkab Muba Ikuti Apkasi Otonomi Expo 2025, Pamerkan Gambo Muba, Produk Lokal Mengglobal

    Pemkab Muba Ikuti Apkasi Otonomi Expo 2025, Pamerkan Gambo Muba, Produk Lokal Mengglobal

    SUARAPUBLIK.ID, BANTEN- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali andil turut serta dalam rangkaian Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang digelar di Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tanggerang Provinsi Banten, Kamis (28/8/2025) yang dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

    Diketahui, Apkasi Otonomi Expo 2025 yang digelar pada 28–30 Agustus 2025 merupakan pameran komoditas, produk investasi, pengadaan, serta pelayanan publik dari pemerintah kabupaten se-Indonesia yang rutin digelar tiap tahun sejak 2005 oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

    Dalam kesempatan tersebut, dihadiri Bupati Muba HM Toha Tohet SH yang diwakili Sekda Muba Dr Apriyadi MSi dan turut didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Dr Iskandar Syahrianto MH, Asisten II Setda Muba Alva Elan SST MPSDA, dan Plt Kadisdagperin Nwardi Endang.

    “Hari ini Pemkab Muba sebagai bagian dari anggota Apkasi turut hadir di ajang Apkasi Otonomi Expo 2025, dan memamerkan produk Gambo Muba,” ungkap Sekda Muba Dr Apriyadi MSi.

    Ia menambahkan, Gambo Muba akan terus menjadi produk fashion alternatif yang ramah lingkungan dan menarik perhatian nasional bahkan Internasional. “Ini harus terus kita pertahankan dan lestarikan karena produk khas yang Muba miliki,”

    Menurutnya, ajang Apkasi Otonomi Expo bagian dari untuk mengenalkan potensi produk lokal di Muba yang berpotensi berdaya saing global. “Semoga produk lokal di Muba dapat mengglobal,” tuturnya.

    Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi mengajak seluruh anggota Apkasi untuk komitmen memajukan produk lokal yang memberikan dampak baik untuk pengusaha lokal dan UMKM.

    “Apkasi Otonomi Expo ini menjadi wadah untuk mewujudkan dan membawa produk lokal di Indonesia yang mendunia,” ucapnya.

    Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menjelaskan Apkasi Otonomi Expo 2025 yang mengangkat tema “Produk Lokal Mengglobal”, tidak hanya menampilkan ragam komoditas dan produk investasi dari seluruh kabupaten di Indonesia, tetapi juga berbagai layanan publik yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pengunjung pameran.

  • Pemkab- Kajari Muba Jalin Kerjasama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

    Pemkab- Kajari Muba Jalin Kerjasama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Tingkatkan efisiensi dan efektifitas penanganan masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Pemkab Musi Banyuasin dan Kejaksaan Negeri Muba melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) tentang penanganan permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara baik di dalam maupun di luar pengadilan.

    MoU yang diselenggarakan oleh Bagian kerjasama Setda Muba ini ditandatangani langsung oleh Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi dan Kepala Kejaksaan Negeri Muba Roy Riady SH MH., di Auditorium Pemkab Muba, Senin (15/7/2024) siang.

    Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi Kejaksaan Negeri Muba yang telah bersedia menjalin kerjasama dengan Pemkab Muba.

    “Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam proses penandatanganan MoU ini,”ujarnya.

    Penandatanganan kesepakatan bersama ini, lanjutnya merupakan sarana untuk menjaga dan mempererat hubungan antara Pemkab Muba dengan kejaksaan negeri Muba, agar bermanfaat dalam mewujudkan kesamaan pandang terhadap upaya dan langkah yang diperlukan dalam penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

    Sandi juga berharap dengan adanya MoU ini kita semua bisa mendukung program ini, dan semoga dapat memberikan manfaat besar, serta berkualitas bagi masyarakat luas.

    “Saya berharap dengan adanya Nota kesepakatan ini penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara, akan lebih cepat dan tepat sasaran. Pemkab Muba dan Kajari Muba akan melakukan koordinasi dan saling memberikan informasi dalam hal bantuan hukum, pertimbangan hukum, konsultasi hukum dan tindakan hukum lainnya, sehingga dapat antisipasi dalam upaya penegakan hukum di kabupaten Muba,”ungkap Sandi

    Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Muba Roy Riady, SH,MH dalam paparannya menyampaikan bahwa peran kejaksaan dalam mendukung 7 prioritas nasional rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2024. Diantaranya yaitu Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, Mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

    Selanjutnya, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.

    “Lingkup perjanjian kerja sama ini antara lain merupakan bagian dari kepentingan penegakan hukum, menciptakan kondisi yang mendukung dan mengamankan pelaksanaan pembangunan, melakukan kerjasama intelijen penegakan hukum dengan intelijen lainnya, melakukan pencegahan KKN dan pengawasan Multimedia.

    ” Untuk itu, Saya mendorong betul kepada bapak ibu agar paham tupoksi ini”pungkas Roy.

    Turut hadir dalam acara ini seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Sekayu, Sekretaris Daerah H.Apriyadi, para asisten bupati, serta kepala OPD pemkab Muba, camat dan jajaran.

  • Siapkan Anggaran BTT 60 Milyar Atasi Jalan dan Jembatan Rusak Dampak Banjir di Muba

    Siapkan Anggaran BTT 60 Milyar Atasi Jalan dan Jembatan Rusak Dampak Banjir di Muba

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Intesitas hujan yang tinggi beberapa pekan belakangan ini menyebabkan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Muba mengalami kerusakan berat. Hal ini juga dinilai mendesak berdampak kepada aktifitas masyarakat di Bumi Serasan Sekate.

    Untuk menanggulangi hal tersebut, Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi Melalui Sekda Muba Apriyadi Mahmud menjelaskan bahwa akan menyiapkan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp60 Miliar untuk mengatasi infrastruktur yang rusak tersebut dan anggaran tersebut belum tercover di dalam APBD Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2024.

    “Ada 11 titik ruas jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir di Muba, yang dirincikan membutuhkan anggaran sebesar Rp60 Miliar untuk mengatasi tanggap darurat melalui dana BTT,” ungkap Sekda Muba Apriyadi Mahmud saat memimpin Rapat Pembahasan Usulan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Pergeseran Anggaran pada Perangkat Daerah di Ruang Rapat Serasan Sekate, Selasa (23/4/2024).

    Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini menegaskan, agar 11 titik infrastruktur yang rusak tersebut tidak tercover dalam APBD Muba TA 2024. “Jadi ini memang sifatnya tanggap darurat,” tegasnya.

    Sementara itu, Kadis PUPR Alpa Elan SST MPSDA merinci, adapun 11 titik kerusakan infrastruktur akibat banjir di Muba yakni diantaranya Jalan sukarami-Tanah Abang, Jalan sekayu-TL Care, Jalan Tanjung Agung Timur menuju Tanjung Agung Barat, Jalan Sungai Guci-Danau Cala, Jalan Ulak Embancang- Muara Rawas, Jalan Macang Sakti-Ulak Embacang.

    “Kemudian, Jalan Kertajaya-Tebing Bulang, Jalan Simpang Kantor Statistik menuju Komplek DC Sekayu, Rehab jembatan Kelurahan Sungai Lilin, Pembangunan 1 unit jembatan beton Sumber Urip Desa Sialang Agung Plakat Tinggi, dan Pembangunan 1 box culvert Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan,” pungkasnya.

  • Akhiri Jabatan Pj Bupati, Apriyadi Maju Jadi Cabup Muba

    Akhiri Jabatan Pj Bupati, Apriyadi Maju Jadi Cabup Muba

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Teka teki pergantian Pj Bupati Apriyadi Mahmud oleh Sandi Fahlevi yang merupakan Kabiro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sumsel terjawab sudah.

    Dihadapan media, putra daerah asli Muba kelahiran Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang itu menegaskan dirinya akan maju sebagai Calon Bupati Muba periode 2024-2029 pada 27 November mendatang.

    Hal ini ditegaskan Apriyadi Mahmud saat diwawancarai awak media usai Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Penjabat Bupati Musi Banyuasin dan Penjabat Ketua TP. PKK Kabupaten Musi Banyuasin di Ruang Joglo Griya Agung Palembang, Senin (22/4/2024).

    “Bismillah saya sebagai putra daerah Muba akan mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Muba,” tegas peraih ranking Empat Pj Bupati di Indonesia tersebut.

    Ditanyai terkait kapan dirinya akan mundur sebagai ASN yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Muba, ia menegaskan sesuai ketentuan peraturan dirinya harus mundur dari ASN akan dilakukan pada September 2024 mendatang.

    “Sesuai Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas PKPU Nomor 3 Tahun 2017 Dalam aturan tersebut tercantum Pasal 4 ayat 1 mengenai pegawai negeri sipil (PNS) wajib menyatakan secara tertulis pengunduran diri sejak ditetapkan sebagai calon,” ungkap Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya itu.

    Lanjutnya, mulai Selasa (23/4/2025) dirinya akan mulai mrngambil formulir pendaftaran ke parpol di Kabupaten Muba. “Mulai besok saya akan mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Bupati Muba,” ulasnya.

    Ketua Umum Forum Sekretaris Daerah Se Indonesia (FORSESDASI) Sumsel ini mengaku, sudah ada beberapa parpol yang melakukan pendekatan untuk mengusung dan mendukung dirinya menjadi Cabup Muba.

    “Kalau soal Wakil Bupati nantinya saya akan istighosah dahulu, yang jelas punya niat sama untuk memajukan Kabupaten Muba,” tandasnya.