Sekda Apriyadi Rakor RDTR Muba dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Apriyadi Rakor RDTR Muba dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid

Sekda Apriyadi Rakor RDTR Muba dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Bupati Muba HM Toha Tohet SH yang diwakili Sekretaris Daerah Muba Dr Apriyadi MSi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pertanahan dan Tata Ruang di Provinsi Sumatera Selatan di Ruang VIP Sriwijaya 2 Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, Kamis (9/10/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid dan Gubernur Sumsel Dr Herman Deru MM serta diikuti Kepala Daerah Walikota dan Bupati se-Sumatera Selatan.

Turut mendampingi Sekda Muba Dr Apriyadi MSi yakni Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Arwin ST MSi.

Dalam kesempatan itu, Sekda Muba Dr Apriyadi MSi melaporkan langsung Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada 2026 mendatang serta sejumlah persoalan yang dihadapi Kabupaten Muba termasuk persoalan Kawasan Hutan.

“Ada beberapa permasalahan yang dihadapi terkait rencana kegiatan RDTR di Muba terutama persoalan masih banyaknya Desa dan Kelurahan di Muba yang ada di dalam Kawasan Hutan,” jelas Sekda Muba Dr Apriyadi MSi.

Ia merinci, adapun permasalahan yang dihadapi diantaranya permasalahan batas administrasi Kabupaten Muba dengan Muratara terkait penyelesaian RTRW Kabupaten Muba, Permasalahan perbedaan luasan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) Muba dengan Provinsi Sumsel.

“Kemudian, terdapat perbedaan batas administrasi Desa dari BIG dengan kondisi eksisting lapangan,” urainya.

Kemudian, secara administrasi masih terdapat Desa atau Kelurahan yang berada dalam kawasan hutan, masih banyak pemukiman masyarakat dan lahan usaha masyarakat di dalam Kawasan Hutan.

“Lalu, masih banyaknya kondisi infrastruktur Pemerintah dalam Kawasan Hutan, dimana Kawasan hutan di Muba ada seluas 646.906.03 hektar atau 44.07 persen dari luas Kabupaten Muba,” terangnya.

Apriyadi berharap, agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang bisa memberikan solusi terkait permasalahan tersebut. “Dimana berdasarkan data BIG terdapat 115 Desa dan Kelurahan di Muba masih dalam Kawasan Hutan,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti semua laporan dari Kabupaten/Kota di Sumsel. “Nanti akan dipelajari, semua laporan akan kami tindaklanjuti segera,” ucapnya.

Ia mengapresiasi, kepada Pemerintah Kabupaten Kota di Sumsel yang sangat pro aktif untuk menuntaskan persoalan agraria di wilayah masing-masing.

Berita Terkait

Foto Tanpa Busana Dijadikan Status, IRT di Palembang Tempuh Jalur Hukum
Rayakan HUT ke-76 Sumsel, Wyndham Opi Hotel Palembang Tawarkan Paket Menginap Spesial dengan Sajian Kuliner Gratis
Sarasehan Forkopimda Sumsel, Kapolda Tegaskan Polri Tidak Ambil Alih, Tapi Percepat Solusi
Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah
Respons Kilat Polrestabes Palembang Tangani Kasus Pecah Kaca Mobil di Ilir Barat I
Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang
Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:44 WIB

Foto Tanpa Busana Dijadikan Status, IRT di Palembang Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:52 WIB

Rayakan HUT ke-76 Sumsel, Wyndham Opi Hotel Palembang Tawarkan Paket Menginap Spesial dengan Sajian Kuliner Gratis

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Sarasehan Forkopimda Sumsel, Kapolda Tegaskan Polri Tidak Ambil Alih, Tapi Percepat Solusi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:45 WIB

Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:41 WIB

Respons Kilat Polrestabes Palembang Tangani Kasus Pecah Kaca Mobil di Ilir Barat I

Berita Terbaru