Sumsel Targetkan Peningkatan Produksi Beras Melalui Program Cetak Sawah

- Redaksi

Senin, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkomitmen untuk menambah 100 ribu hektare lahan pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi beras hingga 1 juta ton. Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional pada tahun 2025.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan pemetaan kesesuaian lahan yang akan digunakan untuk cetak sawah. Empat kabupaten telah dipilih sebagai lokasi prioritas, yaitu Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

“Pemetaan lahan telah selesai dan telah diverifikasi oleh ATR BPR Sumsel. Kami akan memaksimalkan potensi lahan yang ada untuk mendukung cetak sawah ini,” ujar Bambang pada konferensi pers, Senin (4/11/2024).

Saat ini, produksi beras di Sumsel mencapai 1,73 juta ton per tahun, dengan konsumsi rata-rata penduduk sekitar 840 ribu ton. Dengan adanya optimalisasi lahan, diharapkan Surplus beras dapat meningkat, dan Sumsel dapat berkontribusi lebih besar terhadap kebutuhan pangan nasional.

Bambang menambahkan, saat ini hanya sekitar 20 persen lahan di Sumsel yang dapat ditanam dua kali dalam setahun, sedangkan sisanya hanya bisa satu kali. Melalui program ini, diharapkan indeks pertanaman dan produktivitas beras akan meningkat, seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan bantuan bagi kelompok tani.

“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kami optimis Sumsel dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Dengan inisiatif ini, Sumsel bertekad tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berperan aktif dalam penyediaan beras untuk provinsi lain di Indonesia.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung
Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim
Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret
Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen
Motor Milik Irpansyah Raib Didepan Counternya Sendiri
Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang
BI Sumsel Hadirkan Layanan Penukaran Uang di Masjid Agung Palembang pada 9–12 Maret 2026
Pria di Kertapati Palembang Tewas Ditusuk, Pelaku Masih Diburu

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:57 WIB

Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:40 WIB

Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:37 WIB

Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang

Berita Terbaru