Sumsel Resmi Luncurkan Kurikulum Muatan Lokal Kemandirian Pangan

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Momentum penting bagi dunia pendidikan dan ketahanan pangan di Sumatera Selatan berlangsung di Hotel Novotel Palembang, Kamis (23/10/2025). Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta ICRAF Indonesia secara resmi meluncurkan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Kemandirian Pangan untuk jenjang SMA dan SMK. Peluncuran yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, S.H., M.M., menjadi penanda komitmen kuat daerah ini dalam menumbuhkan kemandirian pangan berbasis pendidikan dan kearifan lokal.

Mulok Kemandirian Pangan merupakan hasil kolaborasi riset-aksi Land4Lives yang dijalankan oleh ICRAF Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kanada.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi membuka dan meluncurkan kurikulum Mulok tersebut dengan pemutaran video dokumenter serta penyerahan simbolis dokumen Mulok Kemandirian Pangan. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menerima penghargaan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) dan plakat apresiasi dari ICRAF Indonesia, disusul dengan foto bersama dan konferensi pers.

Deru menegaskan bahwa peluncuran kurikulum ini sejalan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang telah dicanangkan sejak 2021. “Gerakan ini bukan sekadar mengenal jenis tanaman atau hewan pangan, tapi bagaimana menumbuhkan pola pikir kemandirian. Dunia pendidikan kini menjadi bagian penting dari gerakan tersebut,” kata Deru. Ia juga berpesan agar generasi muda menjadikan semangat kemandirian pangan sebagai bekal hidup agar tak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen pangan lokal di masa depan.

Direktur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, menambahkan bahwa edukasi pangan lokal yang menyasar generasi muda merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim. “Melalui Mulok Kemandirian Pangan, siswa diajak mengenal ragam pangan lokal, memahami gizi seimbang, menanam dan mengolah hasil bumi, hingga memasarkan produk pangan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Rinna Syawal, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan BAPANAS, dalam paparannya menekankan pentingnya potensi pangan lokal Sumatera Selatan yang sangat beragam, sebagai modal besar mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondyaboni, SE, S.Kom, M.Si, M.Pd, melaporkan bahwa kurikulum Mulok Kemandirian Pangan merupakan hasil kolaborasi riset-aksi Land4Lives yang dijalankan oleh ICRAF Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kanada.

“Program ini sudah diuji coba di 34 sekolah di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan melibatkan lebih dari 8.000 siswa. Hasilnya, lebih dari 80 persen sekolah mendukung penerapan Mulok ini, dengan peningkatan pengetahuan gizi, minat bercocok tanam, dan kebiasaan makan sehat di kalangan siswa,” ujar Mondyaboni dalam laporannya

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi praktik baik dari sekolah-sekolah uji coba, menampilkan karya siswa dan pameran produk pangan lokal. Tak hanya itu, peserta juga diajak berpartisipasi dalam sesi interaktif seperti games B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) dan desain kebun sekolah berbasis agroforestry.

Peluncuran kurikulum Mulok Kemandirian Pangan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal serta mendukung Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 22 Tahun 2022 tentang Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra pembangunan seperti CIFOR-ICRAF serta Yayasan Kehati, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan pendidikan berbasis pangan lokal yang berkelanjutan, serta menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan kurikulum serupa.

Berita Terkait

Pelaku Pembacokan Ditangkap saat Berobat di RS Siti Fatimah
Teguran Berujung Maut, Lansia di Palembang Tewas Dibacok Tetangga
Oknum Anggota DPRD Muara Enim dan Anak Jalani Tahap II Kasus Dugaan Suap Proyek Irigasi
Kejati Sumsel Tahan Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel di OKU Timur, 41 Saksi Sudah Diperiksa
Hampir Setahun Bergulir, Kasus Dugaan Penipuan FF Masuk Tahap Penyidikan, Kembali Diperiksa
Aliansi Mahasiswa Beri Kartu Merah ke Presiden saat Demo di DPRD Sumsel
PST dan SIRA Gelar Nazar Potong Sapi, Apresiasi KPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Bupati Muara Enim
1.254 Personel Gabungan dan Unit K9 Diterjunkan, Polda Sumsel Amankan Aksi Mahasiswa di Palembang-Lubuklinggau

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Pelaku Pembacokan Ditangkap saat Berobat di RS Siti Fatimah

Senin, 15 Juni 2026 - 20:42 WIB

Teguran Berujung Maut, Lansia di Palembang Tewas Dibacok Tetangga

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Oknum Anggota DPRD Muara Enim dan Anak Jalani Tahap II Kasus Dugaan Suap Proyek Irigasi

Senin, 15 Juni 2026 - 20:37 WIB

Kejati Sumsel Tahan Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel di OKU Timur, 41 Saksi Sudah Diperiksa

Senin, 15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Hampir Setahun Bergulir, Kasus Dugaan Penipuan FF Masuk Tahap Penyidikan, Kembali Diperiksa

Berita Terbaru

Foto : pelaku usai berobat di RS Siti Fatimah

Kota Palembang

Pelaku Pembacokan Ditangkap saat Berobat di RS Siti Fatimah

Selasa, 16 Jun 2026 - 09:24 WIB

Foto : korban d Rumah sakit RSMP

Kota Palembang

Teguran Berujung Maut, Lansia di Palembang Tewas Dibacok Tetangga

Senin, 15 Jun 2026 - 20:42 WIB