Sumsel–ICRAF Luncurkan SiALAM, Akselerasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru Didampingi oleh Dierektur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata (kiri) usai peluncuran sistem informasi SiALAM pada kegiatan Inovasi Perhutanan Sosial Menuju Ketahanan Iklim di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Selasa (9/12/2025). Foto: Tia

Gubernur Sumsel, Herman Deru Didampingi oleh Dierektur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata (kiri) usai peluncuran sistem informasi SiALAM pada kegiatan Inovasi Perhutanan Sosial Menuju Ketahanan Iklim di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Selasa (9/12/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Upaya percepatan perhutanan sosial di Sumatera Selatan memasuki babak baru dengan diluncurkannya Sistem Informasi Akses Lahan Perhutanan Sosial (SiALAM), sebuah platform digital yang dirancang untuk mempercepat layanan dan memperkuat transparansi pengelolaan hutan. Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan langkah ini dapat membantu mendorong realisasi perhutanan sosial yang hingga kini masih jauh dari potensi maksimal.

Hingga tahun 2023, realisasi izin perhutanan sosial di Sumsel baru mencapai sekitar 27 persen dari total potensi 493 ribu hektar. Berdasarkan data Peta Indikatif Perhutanan Sosial (PIAPS), izin yang terbit tercatat sekitar 134 ribu hektar. Kondisi ini dinilai membutuhkan terobosan agar implementasi perhutanan sosial lebih cepat dan merata.

SiALAM dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Sumsel dengan World Agroforestry (ICRAF). Program ini turut mendapat dukungan Global Affairs Canada (GAC) melalui inisiatif Land4Lives yang fokus pada penguatan ketahanan iklim dan tata kelola lahan.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyambut peluncuran platform ini sebagai langkah penting menuju pengelolaan hutan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan teknologi informasi tidak hanya mempermudah layanan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam.

“Bagaimana kita mengelola hutan secara cerdas. Ini tanggung jawab kita sebagai manusia agar generasi berikutnya mewarisi alam dalam kondisi terbaik,” ujar Deru saat menghadiri kegiatan bertajuk Inovasi Perhutanan Sosial Menuju Ketahanan Iklim di Grand Atyasa Convention Center, Palembang, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan bahwa Sumsel memiliki kekayaan hayati yang luar biasa sehingga diperlukan komitmen bersama dalam menjaga keseimbangannya. Penghargaan dan apresiasi terhadap para penggiat lingkungan, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.

“Hadiah dan penghargaan ini mungkin kecil, tetapi saya berharap dapat menjadi motivator bagi masyarakat lain agar semakin sadar pentingnya menjaga alam. Alam menjaga kita, maka kita harus menjaga alam,” ujarnya.

Direktur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, menjelaskan bahwa SiALAM dirancang untuk mempermudah pemantauan, pengambilan keputusan, hingga meningkatkan akurasi data dalam pengelolaan perhutanan sosial. Platform tersebut telah melalui rangkaian pelatihan bagi pemangku kepentingan sebelum resmi diluncurkan ke publik.

Melalui laman sialam.sumselprov.go.id, pengguna dapat mengakses berbagai fitur seperti data perhutanan sosial, regulasi, prasyarat perizinan, analisis spasial, penapisan kriteria, hingga modul pembelajaran dan layanan konsultasi dua arah. Fitur ini diharapkan menjadikan SiALAM bukan hanya alat teknis, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat

Inovasi digital tersebut dikembangkan Dinas Kehutanan Sumsel bersama CIFOR-ICRAF Indonesia sebagai langkah strategis dalam mempercepat realisasi perhutanan sosial. Selain itu, sistem ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan iklim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

“Perhutanan sosial adalah pendekatan penting dalam pengelolaan hutan berkelanjutan dengan tujuan mengatasi kemiskinan dan membuka peluang usaha berbasis hasil hutan,” pungkas Andree.

Berita Terkait

Bupati Toha Sambut Sinergi RRI untuk Perluas Informasi Muba.
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang
Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga
Rutan Kelas IIB Baturaja Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama APH
Polisi Bekuk Pemuda 21 Tahun, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan Anak di OKU
Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu
PLN ULP Sekayu Akan Tertibkan Kabel Internet di Tiang PLN, Beri Waktu Tiga Bulan 

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:15 WIB

Bupati Toha Sambut Sinergi RRI untuk Perluas Informasi Muba.

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Senin, 21 September 2026 - 17:27 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang

Senin, 21 September 2026 - 17:19 WIB

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 September 2026 - 15:23 WIB

Polisi Bekuk Pemuda 21 Tahun, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan Anak di OKU

Berita Terbaru

Foto korban saat di TKP

Kriminal

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Senin, 21 Sep 2026 - 18:06 WIB

Kota Palembang

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 Sep 2026 - 17:19 WIB