SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Gerakan penggalangan sumbangan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mulai mengalir dari sekolah-sekolah di Kota Palembang. Sejak edaran resmi diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang, seluruh satuan pendidikan dari PAUD, SD hingga SMP bergerak cepat mengumpulkan donasi dari murid, orang tua, guru, dan pegawai sekolah.
Instruksi penggalangan donasi tersebut langsung disosialisasikan setiap sekolah melalui guru kelas, grup komunikasi orang tua, hingga papan informasi. Sejak pagi, sejumlah sekolah sudah membuka posko donasi atau menyediakan kotak sumbangan di area lobi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM., menyampaikan bahwa sumbangan bersifat sukarela tanpa nominal yang ditentukan. Bantuan berupa uang akan dihimpun melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) sebelum disalurkan ke lembaga resmi yang menangani penyaluran bantuan.
“Ini bentuk kepedulian kita sebagai saudara sebangsa. Donasi dilakukan dengan keikhlasan. Harapannya sedikit bantuan dari Palembang dapat meringankan beban warga Aceh, Sumbar, dan Sumut,” ujar Affan.
Ia menambahkan bahwa aksi donasi ini penting untuk menanamkan nilai empati dan solidaritas kepada peserta didik. Melalui praktik berbagi, siswa dapat belajar langsung makna kepedulian sosial.
Respons cepat terlihat di berbagai sekolah. Ada yang membuka meja penerimaan donasi di ruang guru, ada pula yang mengajak siswa menuliskan pesan doa untuk para korban. Orang tua menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mengajarkan anak-anak pentingnya berbagi.
Disdik menargetkan penggalangan sumbangan selesai dalam beberapa hari ke depan agar bantuan dapat segera dikirim. Affan memastikan seluruh proses pendataan dan penyaluran dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang, H. MGS. Syaiful Fadli, ST., menyampaikan apresiasi terhadap gerakan sumbangan yang dilakukan sekolah-sekolah.
“Langkah ini adalah bentuk nyata gotong royong dan kepedulian. Selain membantu korban bencana, kegiatan ini menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat Palembang ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. “Solidaritas menjadi fondasi persatuan bangsa. Mari kita saling menguatkan,” tutupnya.

















