Status Gunung Dempo Normal, Jarak Aman Radius 1 Kilometer

- Redaksi

Senin, 6 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Api Dempo Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Gunung Api Dempo Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Meskipun berdasarkan sieamograph sering terekam noise dan indikasi adanya angin kencang serta badai di puncak, namun sampai saat ini status Gunung Api Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan, masih normal atau berada pada level I.

Hal ini diungkapkan Kepala POS Pemantau Gunung Api Dempo, Megian Nugraha, Senin (6/12/2021). “Sementara untuk kegempaan hanya tercatat beberapa kali tektonik jauh dan gempa hembusan,” terang Megian.

Megian mengungkapkan, terkait dengan aktivitas pendakian, berdasarkan rekomendasi PMVBG Palembang, bahwa jarak aman berada di radius 1 kilometer dari puncak kawah.

“Pos pemantau juga mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tetap waspada tidak mendekati jarak aman radius 1km, mengingat kawah sbg pusat letusan dan gas vulkanik,” serunya.

Dirinya juga mengatakan, terkait dengan meletusnya Gunung Api Semeru yang meletus tidak mempengaruih aktifitas kekinian Gunung Api Dempo, Karena antara gunung yang satu tidak ada hubunganya dengan gunung yang lain.

Ia mengatakan Beradasarkan pantauan secara visual atau langsung, kondisi cuaca di kawasan puncak Dempo terkadang cerah namun seringpula ditutupi awan tipis. Aktifitas vulkanik terpantau tidak ada sejak sepekan lalu.

“Namun kami belum bisa memprediksi kondisi kekinian ke depan, pasalnya kegiatan fenomena alam alias aktifitas vulkanik yang tidak bisa ditebak walaupun bisa dideteksi sejak dini. Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktifitas kegempaan dari Gunung Dempo. Sejauh ini Gunung Api Dempo adem ayem, sementara ini tidak ada aktifitas seismig,” jelas Megian.

Pos Pemantau Gunung Api Dempo tetap mengintensifkan pengawasan terhadap kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. Terutama jika tejadi letusan sewaktu-waktu terhadap gunung.

“Sehingga paling tidak dapat meminimalisir dampaknya, baik itu materil hingga korban jiwa yang ditanggung masyarakat yang masuk dalam radius kawasan dampak bencana letusan,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor
Puluhan Hektar Lahan Area Bandara Atung Bungsu Jadi Santapan Si Jago Merah, Armada STN Turut Berjibaku Lakukan Pemadaman
Ratusan Pendaftar Siap Pecahkan Rekor Bentangkan 2026 Meter Sang Saka Di Atap Dempo 
Pemkot Pagar Alam Dukung Pecahkan Rekor di Atas Awan! Bentang Bendera 2026 Meter di Puncak Dempo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Sumsel

Menemukan Pancasila dalam Pengalaman Hidup Saya

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:26 WIB

Empat Lawang

Bupati Joncik Kukuhkan Paskibraka Empat Lawang

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:51 WIB