Nama : Cinta Raniah Rafifah
Prodi : D-3 Kebidanan
Menemukan Pancasila dalam Pengalaman Hidup Saya
Dahulu, saya mengira bahwa Pancasila hanya sebatas dasar negara yang harus dipelajari di sekolah. Namun, setelah melihat kembali berbagai pengalaman yang telah saya lewati, saya mulai menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pada sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, pengalaman yang paling saya ingat adalah ketika saya sedang berusaha mengejar perguruan tinggi. Pada masa itu, saya tidak hanya belajar dan mempersiapkan diri, tetapi juga semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Setiap hari saya berdoa dan berharap diberikan jalan terbaik. Alhamdulillah, saya diterima di Poltekkes Kemenkes Palembang dan sekarang menjalani pendidikan sebagai mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan. Dari hal tersebut, saya semakin percaya bahwa usaha perlu disertai doa dan keyakinan kepada Tuhan.
Pada sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, saya berusaha tidak membeda-bedakan orang. Saya senang berteman dengan siapa saja, meskipun tetap mempertimbangkan pengaruh lingkungan bagi diri saya. Jika ada teman yang mengalami kesulitan dan saya mampu membantu, saya akan berusaha membantu. Saya sering berpikir, bagaimana jika saya berada di posisi mereka? Hal tersebut membuat saya belajar memahami dan menghargai orang lain.
Pada sila ketiga, “Persatuan Indonesia”, ketertarikan saya terhadap seni memberikan banyak pengalaman tentang persatuan. Selama SMA, saya mengikuti berbagai kegiatan secara berkelompok dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki karakter berbeda. Dari situ, saya belajar menyesuaikan diri, bekerja sama, dan mencapai tujuan yang sama meskipun tidak selalu memiliki pendapat yang sama.
Pada sila keempat, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, mengingatkan saya pada pengalaman mengikuti OSIS. Kami belajar berdiskusi sebelum menentukan keputusan, membagi tugas, menjalankan program kerja, dan melakukan evaluasi. Saya juga belajar menghargai pendapat serta bersikap adil kepada seluruh anggota tanpa melihat jabatannya.
Terakhir, sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, membuat saya memahami pentingnya keadilan. Selama SMA, saya terbiasa membagi tugas kelompok secara adil agar setiap anggota dapat berpartisipasi. Sebagai calon bidan, saya berharap dapat memberikan pelayanan kepada setiap ibu dan bayi tanpa melihat latar belakang mereka. Menurut saya, Pancasila bukan hanya sesuatu yang dipelajari, tetapi juga nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan.















