SPPG Palembang Tegaskan Menu MBG Bukan Tahu Melain Olahan Ikan

- Redaksi

Rabu, 8 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SPPG Ilir Barat I Palembang M Dicky Alghaffar saat diwawancari, Rabu (8/1/2025). (Foto: Tia)

Kepala SPPG Ilir Barat I Palembang M Dicky Alghaffar saat diwawancari, Rabu (8/1/2025). (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan menegaskan jika menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di SD Negeri 25 pada, Senin 6 Januari 2025 lalu bukan tahu melainkan olahan ikan yang dibalut tepung.

“Banyak masyarakat beranggapab bahwa lauknya hanya tahu dan tempe. Padahal menu program MBG saat simulasi di SDN 25 hari Senin kemarin itu lauknya bukan tahu melainkan olahan ikan gabus. Kemudian, lauk tambahannya ada tempe, sayur, dan buah pisang,” ujar Kepala SPPG Ilir Barat I Palembang M Dicky Alghaffar, Rabu (8/1/2025).

Dicky menjelaskan olahan ikan gabus itu dipotong kotak dan dibalut tepung sehingga menyerupai tahu. Sehingga, tampilannya itu tampak seperti tahu.

“Awalnya kami ingin ikan gabus ini dimasak dengan cara dikukus. Akan tetapi, kami memutuskan ikan ini untuk digoreng agar tidak gampang basi. Namun, saat digoreng ternyata olahan ikan ini tampak seperti tahu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pihaknya memilih ikan gabus sebagai salah satu menu MBG karena Kota Palembang terkenal dengan makanan dengan olahan ikan, sepeti pempek.

“Kita olah ikannya sebaik mungkin agar bisa menjadi menu untuk lauk yang tetap bergizi, karena ikan ini tidak hanya bisa diolah menjadi makanan khas seperti pempek,” ungkapnya.

Kemudian, terkait dengan nilai anggaran per porsi makanan program MBG itu dipastikan di atas Rp6.000. Sebab, bahan baku yang disedikan di menu itu tidak murah.

“Ada yang beranggapan nilai per porsi makanan program MBG Rp6.000. Hal ini tidak benar, karena anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit. Sebab, harga seperti ikan, nasi, dan lainnya tidak murah. Anggaran yang sebenarnya tidak dapat kami sebutkan, namun dapat dipastikan nilainya diatas Rp6.000,” tegasnya.

Ia mengatakan menu MBG itu yang pasti setiap harinya bervariasi, hal itu agar anak-anak tidak merasa bosan dengan lauk yang disuguhkan.

“Tentunya menu yang kami beri akan bervariasi, karena kami memikirkan anak-anak. Jika menunya hanya itu-itu saja, pasti mereka akan bosan dan tidak mau makan,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Berita Terbaru