Sosok Teknokrat Muda Edwin Mauladi, Siap Bawa Muara Enim ke Era Baru yang Lebih Baik

Muaraenim886 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, MUARAENIM – Sosok Edwin Mauladi muncul sebagai salah satu calon Bupati Muara Enim di Pilkada mendatang.

Hal ini terlihat dari sejumlah baliho yang dipasang di sejumlah kawasan wilayah Muara Enim, menampilkan Edwin dengan tagline Muara Enim BERSIH, sebuah akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah, dan Hebat.

Tagline ini mencerminkan visi dan misi Edwin dalam membawa perubahan positif bagi Muara Enim. Dalam visi dan misinya, Edwin Mauladi berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang transparan dan bersih dari korupsi.

Hal ini akan dilakukannya dengan mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Edwin diketahui pula fokus pada menjaga kelestarian lingkungan dan membangun infrastruktur yang indah dan ramah lingkungan.

Dalam penelusuran, Edwin Mauladi diketahui merupakan seorang teknokrat, alumni dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

Edwin menjadi salah satu sosok di balik realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu.

PLTMH yang dibangun oleh UMP bersama para alumninya ini berhasil mengaliri listrik untuk lebih dari 300 kepala keluarga (KK) dan SD Negeri 14 Rantau Dedap.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Edwin Mauladi dalam mengimplementasikan visinya untuk memanfaatkan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dapat Apresiasi dan Dukungan Masyarakat 

Muhamat (34), salah satu warga Desa Keranji, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim mengatakan, pembangunan di Kabupaten Muara Enim sejauh ini belum merata dirasakan oleh masyarakat.

Permasalahan korupsi dan mental pejabat yang terjadi selama ini membuat pemerintahan di Bumi Serasan Sekundang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Dari dulu yah seperti ini saja. Jalan masih minim penerangan. Ada juga yang bertahun rusak tapi belum diperbaiki. Itu yang kami rasakan,” ujar Muhamat saat dibincangi, Sabtu (15/6).

Apalagi, wilayah Muara Enim yang cukup luas, membuat pemerintah maupun Penjabat (pj) Bupati yang ada selama ini tidak fokus menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat.

Padahal selaku warga, dirinya memiliki impian dusunnya bisa maju seperti daerah lain. Meskipun tidak punya sumber daya alam seperti batu bara, tetapi wilayah desanya juga merupakan bagian dari Muara Enim.

Sebagian besar warga desanya selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil sadapan karet. Sayangnya, harga jual karet saat ini masih rendah.

“Yang dibangun jangan hanya yang punya sumber daya alam (batu bara) saja. Tapi kami juga menginginkan pembangunan yang maju sehingga bisa membuka peluang ekonomi lainnya,” ungkap Muhamat.

Permasalahan akhlak dalam kepemimpinan Muara Enim yang korup beberapa tahun ke belakang cukup dipertanyakan. Oleh sebab itu, jelang Pilkada Muara Enim ini, warga menginginkan pemimpin yang mampu membawa perubahan. Pemimpin yang memiliki visi perbaikan kesejahteraan bagi warga.

“Cari pupuk masih susah. Kalaupun ada, harganya mahal. Tidak sebanding dengan harga jual karet saat ini. Kami benar-benar menginginkan pemimpin yang betul-betul memikirkan rakyatnya. Datang dan lihat sendiri kondisi kami lalu cari solusinya apa,” ucap Fauzan, warga lainnya.

Dari sejumlah calon Bupati yang muncul, baru sosok Edwin Mauladi yang datang ke Desa Keranji, menawarkan visi dan misi serta program yang diusungnya.

Dia menilai, sosok Edwin merupakan pribadi yang cerdas dan punya visi membangun Muara Enim. “Yang sudah punya program jelas ke arah perubahan baru pak Edwin saja. Makanya, kami warga Desa Keranji sangat antusias untuk mendukungnya,” terangnya.

Harapannya, visi Muara Enim Bersih yang diusung Edwin dapat terwujud. Sehingga, petani karet seperti dirinya dapat terbantu melalui berbagai program yang telah diusung. “Sejauh ini baru pak Edwin yang datang dan mesosialisasikan programnya. Kami harap, kedepannya dapat membantu kemenangan pak Edwin di Pilbup Muara Enim,” ungkapnya.

    Komentar