Pengajian FORSAPSS Muaranim : Merawat Silaturahmi, Menjaga Hati

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption FOTO : *TAUSIYAH* - Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M.Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muaraenim, sedang menyampaikan tausiyah dalam acara Pengajian Rutin Bulanan (FORSAPSS) Di Masjid Agung Muaraenim, Jumat (24/4/2026). Foto.Dok.FORSAPSS / Surtini

Caption FOTO : *TAUSIYAH* - Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M.Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muaraenim, sedang menyampaikan tausiyah dalam acara Pengajian Rutin Bulanan (FORSAPSS) Di Masjid Agung Muaraenim, Jumat (24/4/2026). Foto.Dok.FORSAPSS / Surtini

MUARAENIM, SUARAPUBLIK.ID – Di siang yang teduh, Jumat (24/4/2026), halaman Masjid Agung Muara Enim dipenuhi langkah-langkah ringan para ibu.
Sebagian datang berkelompok, sebagian lagi menyapa satu sama lain dengan senyum yang lama tak bersua.
Di dalam masjid, suara salam bersahutan, hangat, seolah menghapus jarak yang mungkin sempat renggang oleh waktu.
Hari itu, FORSAPSS Kabupaten Muara Enim kembali menggelar pengajian rutin bulanan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal.
Bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ruang batin untuk saling menguatkan—antara iman, ilmu, dan amal.
Dari berbagai penjuru Muara Enim, jamaah hadir: perwakilan majelis taklim, organisasi perempuan seperti TP PKK, Bunda Zakiah mewakili Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Bunda Salimah dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muaraenim, hingga FORSAPSS dari kecamatan-kecamatan terdekat.
Diantarnya, hadir tim FORSAPSS dari Kecaatan Tanjung Enim, Tanjung Agung, Ujanmas, Benakat, dan Gunung Megang, serta perwakilan Majelis taklim se-Kabupaten Muaraenim pun turut ambil bagian.
Mereka datang membawa satu tujuan yang sama: mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus merawat ukhuwah.
Ketua Umum FORSAPSS, Hj. Misliyani, S.Ag, M.Pd.I dalam sambutannya mengingatkan bahwa pengajian bukan sekadar rutinitas. “Di sinilah kita menata hati. FORSAPSS hadir untuk menguatkan iman, menambah ilmu, dan menumbuhkan amal dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya lembut.
Suasana kemudian hening ketika tausiyah dimulai. Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M.Hum berdiri di hadapan jamaah, menyapa dengan gaya sederhana, namun mengena. Ia mengajak hadirin merenungkan kembali makna Halal Bihalal—tradisi khas Indonesia yang sarat nilai, tetapi perlahan diuji oleh zaman.
“Dulu, kita saling memaafkan dengan hati. Sekarang, sering kali selesai di salaman saja. Setelah itu, kita membuka ponsel, melihat status orang lain, lalu hati kembali terusik,” ujarnya, disambut senyum kecil para jamaah yang merasa dekat dengan realitas itu.
Di sinilah, menurutnya, ujian silaturahmi justru hadir. Bukan lagi di ruang pertemuan, tetapi di layar-layar kecil yang setiap hari digenggam.

Ustadz Imron menyebutnya sederhana, tetapi dalam: menjaga jempol.
Jempol, kata dia, bisa menjadi jembatan silaturahmi, tetapi juga bisa menjadi sumber perpecahan. Pesan yang diteruskan tanpa tabayyun, status yang ditulis dalam emosi, atau kata-kata yang melukai—semuanya bisa merusak apa yang telah dibangun dengan susah payah.
Namun tausiyah itu tidak berhenti pada kritik zaman. Ia bergerak lebih dalam, menyentuh akar kehidupan: keluarga.
Perempuan, sebagaimana Hadis Rasul adalah tiang negara. “Perempuan adalah tiang negara. Bila baik perempuan baik negara. Bila buruk perempuan maka rusaklah negara.
Peran perempuan sebagai ibu, mulai dari rumah tangga yang sederhana, masa depan bangsa dibentuk. “Ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari sinilah lahir generasi yang baik atau sebaliknya,” ujar Imron — Alumnus Pondok Pesantren Modern Islam As-Salaam (PPMIA) Sukoharjo Jawa Tengah ini.
Lebih lanjut, Ustadz Ia mengingatkan, menjaga negara tidak selalu berarti hal besar. Ia bisa dimulai dari hal yang paling dekat: menjaga suami dalam kebaikan, mendidik anak dengan akhlak, serta memastikan teknologi hadir sebagai manfaat, bukan mudarat.
Di sudut-sudut masjid, beberapa jamaah tampak mengangguk pelan. Barangkali mereka sedang mengingat anak-anak di rumah, atau pesan-pesan yang sering kali datang tanpa sempat disaring.
Menjelang akhir tausiyah, suasana kembali menghangat. Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi menyentuh inti: silaturahmi adalah cermin iman.
“Kalau masih ada benci, dendam, atau sakit hati, itu tanda iman kita sedang menurun. Maka bersihkan hati, sebagaimana kita membersihkan debu di kaca,” tuturnya, mengutip hikmah ulama.
Seusai acara, para jamaah kembali bersalaman. Namun kali ini, mungkin dengan kesadaran yang berbeda. Bukan sekadar ritual, tetapi ikhtiar memperbaiki hati.
Ketika lepas Ashar, di luar, matahari mulai condong ke barat. Satu per satu jamaah melangkah pulang, membawa bukan hanya ilmu, tetapi juga tekad kecil: menjaga silaturahmi, menjaga hati, dan—seperti pesan yang terngiang—menjaga jempol.
Di tengah dunia yang semakin riuh, masjid tetap menjadi tempat pulang. Tempat di mana manusia belajar kembali menjadi manusia.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Menanti Jalinan Ukhuwah di Serambi Masjid
New Generation Taekwondo Sumsel Juara Umum Kejuaraan Ksatria 0404 Piala Dandim Muara Enim
Lengkap! Dua Pelaku Begal Alfamart Keban Agung Kini Sudah Diamankan
Fasilitas Umum Turut Terendam, BPBD Siagakan Tim TRC Antisipasi Banjir Susulan di Muara Enim
Banjir Rendam 4 Desa di Gunung Megang, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33%
Luapan Sungai Birek Rendam Jembatan, Akses Jalan di Desa Gumawang Terhambat
Bank Sumsel Babel turut meriahkan HUT KABUPATEN MUARA ENIM
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:45 WIB

Menanti Jalinan Ukhuwah di Serambi Masjid

Minggu, 12 April 2026 - 19:09 WIB

New Generation Taekwondo Sumsel Juara Umum Kejuaraan Ksatria 0404 Piala Dandim Muara Enim

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:41 WIB

Lengkap! Dua Pelaku Begal Alfamart Keban Agung Kini Sudah Diamankan

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:50 WIB

Fasilitas Umum Turut Terendam, BPBD Siagakan Tim TRC Antisipasi Banjir Susulan di Muara Enim

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:58 WIB

Banjir Rendam 4 Desa di Gunung Megang, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Berita Terbaru