SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Siswa-siswi SMP Negeri 15 Palembang menampilkan kreativitas terbaik mereka melalui karya batik jumputan dan batik ciprat pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kepala SMPN 15 Palembang, Hj. Devi Emilya, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh siswa berhasil menyelesaikan projek secara berkelompok dengan hasil yang memukau.
“Siswa-siswi kami sukses menyelesaikan projek pembuatan batik jumputan dan batik ciprat dengan hasil yang cantik dan menarik. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok di bawah bimbingan guru kelas,” ujar Devi.
Beragam motif batik dihasilkan dalam kegiatan ini, mulai dari pola sederhana hingga desain yang lebih kompleks. Kreativitas para siswa terlihat dari cara mereka melipat, mengikat, hingga mencelupkan kain ke dalam pewarna. Sentuhan warna yang muncul setelah proses pengeringan membuat setiap lembar kain tampil unik dan penuh karakter.
Devi menjelaskan bahwa projek ini tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan seni, tetapi juga pada penanaman nilai budaya kepada para peserta didik. “Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Hasil karya batik para siswa nantinya akan dipajang di kelas atau digunakan dalam berbagai kegiatan sekolah,” katanya.
Menurut Devi, pelaksanaan P5 melalui pembuatan batik jumputan dan ciprat memiliki beberapa tujuan penting.Melestarikan budaya lokal dan nasional, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan kearifan lokal.Mengembangkan kreativitas dan imajinasi peserta didik melalui eksplorasi warna dan motif.
Mengasah keterampilan praktis (life skills) yang berguna bagi siswa di masa depan, terutama dalam teknik ikat celup dan ciprat.Membangun karakter, seperti kesabaran, ketelitian, dan keberanian mengambil keputusan di setiap proses pembuatan batik.
“Memperkuat Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek kemandirian, gotong royong, serta berkebinekaan global.Kami berharap projek ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa sekaligus memperkaya pengalaman belajar mereka,” tutup Devi.

















