Segera Antisipasi Varian Omicron Masuk RI

- Redaksi

Sabtu, 27 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Mantan Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama menyarankan pemerintah untuk mengkaji lagi aturan masuknya pendatang dari negara yang sudah terjangkit Covid-19 varian Omicron.

Ia mengatakan pemerintah bisa merinci riwayat perjalanan pendatang. Sebab, pendatang itu mungkin datang dari negara bebas dari Omicron, tetapi sempat mengunjungi negara yang terjangkit Omicron.

“(Indonesia sebaiknya) menata ulang aturan masuknya pengunjung dari negara terjangkit atau setidaknya secara rinci mengecek riwayat perjalanan,” ucap Tjandra dalam keterangan resmi, Sabtu (27/11/2021).

Selain itu, ia menyarankan pemerintah untuk memberlakukan karantina lebih ketat. Kemudian, meningkatkan jumlah pemeriksaan strain varian baru Covid-19 menggunakan metode pengurutan keseluruhan genom (Whole Genome Sequencing/WGS).

“Sebaiknya dapat sampai beberapa puluh ribu pemeriksaan seperti di India,” terang Tjandra.

Selanjutnya, pemerintah juga harus mewaspadai klaster kasus di berbagai kabupaten/kota, meningkatkan jumlah tes agar semua kabupaten/kota melakukan tes sesuai jumlah minimal yang ditetapkan WHO.

Melakukan telusur pada semua kontak dari seorang kasus, setidaknya sebagian besar, kalau ditetapkan hanya delapan orang yang ditelusuri maka pada berbagai keadaan mungkin belum cukup,” papar Tjandra.

Kemudian, pemerintah juga harus mempercepat program vaksinasi Covid-19. Minimal, kata Tjandra, 55 persen warga RI sudah harus mendapatkan dosis lengkap sebanyak dua kali.

“Dalam hal ini perlu dicari mekanisme terbaik agar laju vaksinasi yang diberitakan menurun dapat meningkat dengan nyata,” ujar Tjandra.

Ia mengimbau masyarakat juga tetap ketat menjaga protokol kesehatan. Jika ada keluhan, maka harus langsung periksa untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. (*)

Berita Terkait

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport
Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:55 WIB

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Berita Terbaru

Kota Palembang

Dipukuli Pakai Helm, Rio Kemudian Dikejar Pelaku Sambil Bawa Pisau

Senin, 24 Agu 2026 - 17:24 WIB

Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso.

Kota Palembang

Polda Sumsel Proses 20 Tersangka dari 16 Kasus Karhutla

Senin, 24 Agu 2026 - 16:52 WIB