RKUHP Dinilai Sengsarakan Rakyat dan Batasi Kebebasan

- Redaksi

Selasa, 26 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dinilai akan menyengsarakan rakyat apabila disahkan sebagai Undang-Undang (UU). RKUHP yang kembali digaungkan di lembaga legislatif DPR RI pun, terus menuai pro dan kontra. Selain juga banyak terdapat kejanggalan.

“RKUHP bukan isu baru. Ini pertama kali didengungkan pada 2019. Selama dua tahun pandemi terhenti dan saat ini kembali digaungkan oleh wakil rakyat di DPR RI,” kata Ketua Forum Suara Mahasiswa (Forsuma) Sumsel, Rudianto Widodo, di acara Simposium dan Focus Group Discussion (FGD) Mahasiswa Sumsel Bedah RKUHP Kontroversial di Hotel Emilia Palembang, Selasa (26/7/2022).

Dikatakan mantan Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Raden Fatah Palembang ini, lingkungan kampus sebagai miniatur negara haruslah sadar dan menjadi melek terhadap segala isu yang berkaitan dengan permasalahan kenegaraan. Terlebih, karena KUHP ini merupakan pedoman di dalam kehidupan berkebangsaan.

“Dari total ratusan pasal yang tercantum di RKUHP setidaknya ada 13 hingga 14 pasal kontroversial. Yang dinilai bermasalah dan tidak berpihak kepada masyarakat, sekaligus mengangkangi kebebasan dalam berekspresi,” ujar Rudi.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Daerah (Korda) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumsel, Billy Jordani. Dia menyebut, sebelumnya terkait pembahasan RKUHP sejumlah elemen mahasiswa sempat melaksanakan aksi nasional mengkritisi pasal-pasal yang ada di RKUHP ini.

“Apabila nantinya perubahan UU KUHP ini disahkan setiap tetes darah dan keringat yang keluar dari rangkaian aksi kita hari ini akan menentukan nasib bangsa. Karena tindakan pemuda dan mahasiswa pada saat ini,” ujar Presma STIEBI Prana Putra Lubuklinggau ini.

Presma UIN Raden Fatah, Reja Anggara, menilai seluruh elemen masyarakat harus satu suara dalam menolak RKUHP untuk disahkan menjadi UU.

“Tak hanya mengancam kebebasan sipil, bahkan sampai ke lingkup pribadi pun diatur di dalam RKUHP yang tengah dibahas di DPR RI. Untuk itulah kita harus tetap menyuarakan penolakan terhadap pembahasan RKUHP ini,” ujar Reja, yang baru saja dilantik sebagai Sekretaris Pusat BEM Nusantara ini.

Simposium dan FGD yang berlangsung sehari ini dihadiri puluhan peserta diantaranya Presma sejumlah kampus PTN-PTS di Sumsel. Hasilnya nanti akan dirumuskan dan akan dibawa ke pusat dalam hal ini BEM Nusantara agar dapat ditindaklanjuti. (ANA)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pemenuhan Kebutuhan Darah di Palembang
Color The Street, Astra Motor Sumsel Ajak Generasi Muda Ekspresikan Kreativitas Lewat Graffiti
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Gratis Rapel 30 Kilo untuk 961 Ribu KK di Sumsel
Bulog Sumsel Babel Perketat Distribusi SPHP, Realisasi Tembus 90 Persen
Dua Laporan Saling Lapor di Polsek Talang Kelapa, Kedua Pihak Ditetapkan Tersangka
Gondol Dua Besi Katrol Milik Sekolah , Samsul Bahri Dituntut 1 Tahun Penjara
Korupsi BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Eks Kepala Kantor Pos Air Sugihan Divonis 6 Tahun 6 Bulan
Curi Emas Majikan Rp43 Juta, ART di Palembang Divonis 11 Bulan Penjara

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pemenuhan Kebutuhan Darah di Palembang

Rabu, 4 November 2026 - 22:34 WIB

Color The Street, Astra Motor Sumsel Ajak Generasi Muda Ekspresikan Kreativitas Lewat Graffiti

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Gratis Rapel 30 Kilo untuk 961 Ribu KK di Sumsel

Rabu, 4 November 2026 - 17:38 WIB

Dua Laporan Saling Lapor di Polsek Talang Kelapa, Kedua Pihak Ditetapkan Tersangka

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Gondol Dua Besi Katrol Milik Sekolah , Samsul Bahri Dituntut 1 Tahun Penjara

Berita Terbaru